
"Terima kasih, doakan kami agar berhasil menjalankan tugas kami, dan menyelamatkan pasien!" Dokter itu pun masuk kembali ke dalam ruangan UGD itu.
Tak lama kemudian, Devan, Anggi dan keluarganya juga datang, mereka tampak berbondong-bondong sedikit berlari-lari kecil mendekati keluarga Reyhan.
"Bagaimana kondisi Rey dan Gita, Om?" tanya Devan yang duluan sampai.
"R-Rey dan Gita, mereka kritis," ungkap Farhan membuat Anggi dan Tika menutup mulutnya dengan tangan, mereka teramat terkejut. Beda lagi dengan Frans, dia terlihat sangat marah, mimik wajahnya berubah dan matanya juga mulai memerah.
"Om yang sabar, ya! Rey dan Gita pasti bisa selamat, Om harus yakin!" Devan berusaha memberi keyakinan kepada Farhan yang saat ini terduduk menutup matanya. Sedangkan Kevin berusaha menenangkan istrinya yang tak henti-hentinya menangis. Ina? Dia berusaha tegar, meski dalam hatinya sangat hancur saat mendengar putra dan putrinya yang dia besarkan dengan penuh kasih sayang, mengalami kecelakaan, dan sekarang kondisinya sedang kritis.
Anggi yang melihat Ina terdiam bersandar di tembok, perlahan mendekatinya. Dia tahu kalau ini semua tak mudah untuk dijalani, apalagi Reyhan dan Gita adalah orang baik yang pada saat ini sedang diuji dengan berbagai cobaan hidup. Mulai dari penculikan hingga percobaan pembunuhan, dan sekarang mereka tengah berusaha untuk melawan maut.
"Tant!" Anggi memegang bahu Ina, betapa terkejutnya dia saat memegang bahu itu, terasa gemetar seperti seseorang yang menahan tangisnya.
Ina menoleh, melihat siapa yang memegang bahunya, lalu dengan sigap dia langsung memeluk Anggi, sontak Anggi juga refleks ikut memeluk Ina. Anggi tau kalau orang yang paling terluka di sini adalah Ina, seorang ibu yang sangat bersedih dan khawatir akan kondisi anak-anaknya.
"R-Rey, Gi-Gita, mereka kritis, Nggi!" ucap Ina yang sedang menangis di pelukan Anggi.
"Tante, yang sabar ya, harus kuat! Tante harus yakin kalau Reyhan dan Gita pasti bisa melewati ujian yang satu ini, mereka pasti akan berjuang demi buah hati dan keluarga mereka. Tante doakan mereka agar bisa berkumpul dengan kita kembali!" Semangat demi semangat terus diberikan Anggi, supaya Ina merasa yakin kalau anak-anaknya pasti bisa selamat.
"M-mereka mau dioperasi, Nggi. Tante takut!" ujar Ina membuat semua orang menoleh kepadanya, semua baru menyadari kalau Ina sedari tadi menahan kesedihannya, dan dia baru saja meluapkannya saat ada bahu yang dia buat sebagai sandaran.
"Ingat, Tant. Tuhan itu nggak tidur, dia pasti akan memberikan kesempatan bagi Rey, Gita, dan calon buah hati mereka, apalagi Rey dan Gita itu orang baik. Yakinlah, semua pasti akan indah pada waktunya!" tutur Anggi kembali menyemangati Ina. "Yang terpenting, kita jangan sampai putus doa!" sambungnya lagi.
__ADS_1
Di sisi lain, seorang polisi perlahan mendekat ke arah Frans, dia mengajak Frans untuk sedikit menjauh dari kerumunan itu untuk membicarakan suatu hal yang penting.
"Maaf, Pak. Boleh minta waktunya?" ucap polisi itu.
"Boleh."
"Mari ikut saya!"
Mereka pun pergi berlalu ke tempat yang sepi.
"Maaf sebelumnya, saat ini kami sudah mendapatkan hasil dari otopsi tersangka, dari hasil yang kami dapat telah terbukti kalau dia adalah putri Anda!" ungkap polisi itu, tetapi tak membuat Frans terkejut, karena dia sudah menduganya.
"Terus, Pak?"
"Tersangka tewas di tempat, seluruh tubuhnya telah terbakar akibat ledakan yang terjadi pada mobil yang dia kendarai!" jelas polisi itu lagi.
"Baiklah, terima kasih atas waktunya, kalau begitu saya pamit!" Polisi itu pun pergi berlalu meninggalkan Frans sendirian.
Tiba-tiba Frans jatuh terduduk di lantai, dia menangis. Putri kesayangannya telah pergi meninggalkan dunia ini untuk selamanya dalam keadaan yang sangat menyedihkan. Hanya karena sebuah dendam, dia nekad sampai membuat nyawanya sendiri melayang.
"Putri Papa, Maafin Papa yang gagal membimbing kamu ke jalan yang benar, maafin Papa ya, Nak!" Frans mengusap wajahnya dengan kasar.
***
__ADS_1
Dokter bersama para rekan-rekannya keluar dari ruang UGD membawa Gita dan Reyhan ke ruang operasi. Sesuai permintaan Rey, mereka akan di operasi di ruangan yang sama. Sungguh, para dokter juga dengan sigap membagi tim menjadi dua. Semoga saja operasi besar ini berhasil tanpa ada merenggut nyawa pasiennya.
Saat sudah berada di ruang operasi, semua dokter dan perawar berkumpul terlebih dahulu.
"Kita harus berhasil menyelamatkan pasien ini, apapun yang terjadi kita harus mengerahkan seluruh kemampuan kita. Saya yakin kalau kita pasti bisa menyelamatkan orang baik ini!" ucap salah satu dokter itu.
"Iya, kalau begitu sebelum kita memulai operasi besar ini, yuk kita berdoa terlebih dahulu!"
Beberapa saat kemudian....
Seluruh dokter dan perawat telah berada pada posisinya masing-masing. Apakah operasi ini mampu menyelamatkan Reyhan dan juga Gita?
***
"Ya Tuhan, selamatkan lah putra dan putriku, berilah mereka kesempatan untuk menghirup udara segar kembali. Sudah cukup mereka menderita dengan segala cobaan mu, biarkanlah mereka bahagia, ku mohon kepada-Mu!" Doa terus dipanjatkan oleh seluruh keluarga Reyhan dan Gita.
Mereka semua sedang menunggu tepat di depan ruang operasi, berharap mendengar kabar baik dari para tim medis yang sekarang juga tengah berjuang untuk menyelamatkan Reyhan, Gita, dan juga calon buah hati mereka. Termasuk juga Devan, Anggi, Tika, dan Frans, mereka semua juga ikut menunggu di depan ruang operasi sekaligus menunggu segala sesuatu yang perlu diurus untuk membawa pulang jasad putri mereka, Maya.
Bersedih? Tentu saja, apalagi Frans dan Tika, putri yang selama ini dibesarkan dengan penuh kasih sayang berakhir dengan sangat tragis. Meninggal dengan nama yang telah kotor, meninggalkan kesan buruk bagi siapa saja yang mengenalnya. Tetapi, mereka sadar kalau di sini yang bersedih bukan mereka saja, ada keluarga Reyhan dan Gita yang juga sedang dirundung kesedihan, kekhawatiran, dan ketakutan. Nyawa anak dan calon cucu mereka sedang dipertaruhkan. Semoga saja oara dokter dapat menyelesaikan operasinya dengan lancar tanpa melakukan kesalahan apapun, dan semoga Tuhan memberikan kesempatan bagi Reyhan dan Gita untuk merasakan sebuah kebahagiaan.
*************
Hai kaka reader, gimana part kali ini? Jangan lupa tinggalin jejak yak.
__ADS_1
Oh iya, ada yang berminat masuk GC aku nggak, kalau berminat ketuk saja pintu masuk GC aku di profil ya, salam hangat dari author.
Terima kasih.