Adikku Is My Wife

Adikku Is My Wife
Wanita Misterius


__ADS_3

Beberapa jam kemudian, Rey dan Gita telah samapai di bandara dan tentunya dijemput oleh Farhan dan Ina yang sudah menunggu mereka setengah jam yang lalu.


Sungguh perjalanan yang melelahkan, tetapi mereka puas karena dengan bulan madu, hubungan mereka semakin dekat dan harmonis, betapa bahagianya mereka saat di sana ya meski dengan berbagai kejahilan dari si Rey yang membuat sang istri berulang kali menjadi kesal.


"Akhirnya sampai juga ya, Mas. Tuh, kita sudah dbtunggu sama papa dan mama," ucap Gita melihat orang tuanya yang duduk di kursi bersama orang lain.


"Iya, yaudah yuk samperin!"ajak Rey dan mereka berjalan mendekat ke arah orang tuanya.


"Pah, lihat itu mereka!" seru Ina saat melihat putra putrinya yang jalan mendekat ke arahnya.


"Iya, tapi kayak ada yang beda dari mereka, tapi apa ya, Mah?" tanya Farhan yang melihat Rey dan Gita berjalan dengan Rey membawa koper sekaligus menggandeng Gita.


"Iya, Pah, kayak ada yang beda," timpal Ina sependapat.


Tak lama kemudian Rey dan Gita pun sampai ke tempat Farhan dan Ina berada.


"Hai, Pah, Mah?" sapa Gita dan Rey bareng, lalu bergilir menyalam kedua orang tuanya.


"Wah, bahagia banget nih kayaknya," goda Ina, sedangkan Farhan di samping Rey dan berbisik di telinga Rey.


"Gimana, berhasil nggak jebol gawangnya?" tanya Farhar berbisik membuat Rey terkekeh karena mendapat pertanyaan yang absurb dari papanya --Farhan.


"Berhasil dong, papa tunggu aja, bentar lagi pasti ada yang tumbuh di perut Gita," jawab Rey juga ikut berbisik sombong.


"Papa sama Rey ngapain bisik-bisik, ngomongin apa hayooo?" Tiba-tiba Ina menegur Rey dan Farhan.


"Yaudah, yuk pulang, Gita capek, dan besok harus kuliah di paginya!" ajak Gita dan mereka pun pulang menuju kediaman kekuarga Nataniel.


Sedangkan di sisi lain, ada seorang wanita paruh baya yang mengikuti Rey dan Gita hingga ke Indonesia, dia bahkan masih setia menguntit hingga Rey dan keluarga masuk ke dalam mobil, wanita itu tak tinggal diam, dia juga memanggil taxi dan mengikuti mereka.


"Jadi itu keluarganya, aku akan menyelidiki kamu lebih dalam lagi karena aku nggak mau ada masalah kembali yang akan menggangguku," ucap Wanita itu.

__ADS_1


*******


Kini Rey dan keluarga telah sampai di rumah sudah beberapa jam yang lalu, sekarang mereka berkumpul kembali seperti biasa di ruang keluarg, bercengkrama menikmati hari libur.


"Nak, gimana bulanmadunya? Seru nggak?" tanya Farhan yang membuat Gita langsung tersenyum.


"Seru dong, Pah. Pemandangannya di sana sangat indah, aku sama mas Rey udah keliling dan bermain di berbagai destinasi, apa lagi bulan madunua endors-an, hahaha," ucap Gita panjang lebar yang membuat semua tertawa.


"Hahaha, tapi tunggu! Sekarang manggilnya udah nggak kakak adek lagi ya?" tanya Ina.


"Iya lah, Mah, masak kakak adek terus, yang ada nanti malah dikira orang kakak adik padahal iya, haha," seru Rey menjawab Ina.


"Ingatloh, liburan kalian semalam nggam gratis!" ucap Farhan yang membuat Gita dan Rey membelalakkan mata.


"Jadi nggak endorsan? Harus bayar?" tanya Gita dan Rey barengan, sedangkan Ina hanya geleng kepala melihat anaknya yang kompak serta suaminya, Farhan yang jahil.


"Iya, bayarannya Rey harus gantiin papa, papa mau pensiun, mau ngabisin waktu sama mama, ya kan, Mah?" ucap Farhan yang membuat Rey langsung tertunduk, Gita yang melihat suaminya seperti ituu langsung memegang tangan suaminya dan berbicara.


"Mas, tuh ditagih sama papa, Mas harus buat keputusan!" kata Gita pelan tetapi seakan memberi suatu kekuatan bagi Rey.


"Kok kamu masih inget itu sih, papa kan udah bilang, kamu tetep anak papa!" seru Farhan tegas.


"Pah, kan masih ada Gita anak kandung papa, apa kata orang nanti kalau papa menurunkan jabatan papa dan memeberinya ke orang lain?" ucap Rey kembali.


"Orang lain? Siapa orang lain, kamu bukan orang lain bagi papa, kamu anak papa, kebanggaan papa, tak peduli kata orang yang penting kamu tetep putra papa, lagian emang kamu mau istri kamu yang kerja,dan nggak merhatiin kamu?" tutur Farhan panjang lebar.


"Ya nggak lah! Rey mau Gita dirumah aja, nggak usah kerja, biar Rey yang kerja," ucap Rey spontan.


"Yaudah, kamu terima ya permintaan papa, lagian papa udah tua, papa pengen istirahat sama mama kamu!" pinta Farhan kembali.


"Tapi, Pah, Rey kan masih ada cafe, lagian Rey belum siap kuliahnya," ucap Rey yang masih berusaha menolak.

__ADS_1


"Dengerin, papa nggak minta sekarang, sambil nunggu wisuda kamu papa latih sekaligus kerja jadi asisten papa," jawab Farhan.


"Iya, Pah." Rey akhirnya hanya bisa pasrah.


"Nah gitu dong, besok kita harus hadir di perusahaan Pak Herman, beliau juga mau nurunin jabatannya ke anaknya," seru Farhan.


"Iya, Pah. Oh iya, gimana Devan, Pah, papa udah urus belum apa yang Rey bilang?"tanya Rey.


"Tenang aja, dia bakal keluar dari penjara 3 bulan lagi, tapi adeknya nggak papa urus, kayaknya dia masih ada dendam sama kalian," jawab Farhan.


"Iya, nggak apa apa, Pah, emang Maya lebih berbahaya ketimbang Kak Devan, lagian Kak Devan pun akan nikah sama Kak Anggi," timpal Gita yang akhirnya nimbrung.


"Hah, kok bisa?" tanya Farhan dan Ina barengan.


"Iya, Pah, Mah. Anggi udah hamil anak Devan, untungnya Devan mau tanggung jawab, harap-harap merekapun bisa saling mencintai kayak kami, yakan, Yang?" ucap Rey yang ujung-ujungnya menggoda Gita, tak lupa mencium pipi Gita, membuat sang empunya malu karena perlakuan manis-manis tak tau tempat dari suaminya.


"Mas, apaan sih!" ucap Gita malu dan wajahnya memerah.


"Ngapain malu, Nak, kami juga pernah muda loh, yakan, Mah? Yang penting jangan cuman mesrah tapi nggak kasih kami cucu," sindir Farhan.


"Bener kata papa, mama juga udah nggak sabar nimang cucu," timpal Ina ikutan.


*****


"Jadi rumahnya ini, oke, aku akan menyewa rumah di sekitaran sini, tapi kok tempat ini nggak asing, ini kan jalan mau ke perusahaan Kevin, aku harus hati-hati, nggak boleh sampai ketahuan," ucap wanita misterius itu.


Sedangkan di sisi lain, tanpa dia sadari juga ada yang mengikutinya.


"Sebenarnya siapa sih wanita itu, kemaren ada di Maldives, kok malah ngikutin sampai ke Indonesia, jangan-jangan punya niat jahat lagi, aku harus lapor ke Tuan," ucap orang suruhan Farhan.


***********

__ADS_1


Penasaran nggak guys? Jangan lupa komen, sama like yang banyak ya!


See You All.


__ADS_2