Adikku Is My Wife

Adikku Is My Wife
Bertemu?


__ADS_3

Seminggu kemudian....


Hari ini adalah hari di mana hasil test DNA Rey dan Kevin keluar, kiniĀ Ina, Farhan serta Kevin telah berada di Rumah sakit X bahkan bukan hanya mereka bertiga saja, kini Herman dan istrinya juga telah berada di Rumah sakit, yang juga ikutan menunggu hasil test DNA itu, bukan tak percaya tetapi karena hari ini adalah hari di mana mereka berencana untuk mempertemukan Kevin dengan Rey sekaligus membongkar apa yang terjadi selama ini.


Flashback on


Tiga hari sebelum hasil test DNA keluar, Ina, Farhan dan Kevin melakukan pertemuan di sebuah Cafe pinggir kota, sengaja mereka lakukan agar dapat terhindar dari sesuatu yang akan menjadi masalah dikemudian hari.


"Apa rencana Anda selanjutnya setelah hasil test itu keluar?" tanya Kevin kepada Farhan.


"Saya sebenarnya tak ingin masalah ini semakin melarut, semakin bapak cepat bertemu Rey maka akan semakin bagus," usul Farhan menjawab.


"Iya Pak Kevin, kemaren itu Rey sempat berjanji kepada saya semisal bertemu dengan Anda, agar mau memaafkan kalian, saya senang dengan hal itu, tetapi tetap saja pasti dia akan merasa sedikit kecewa," timpal Ina memberi sedikit wejangan.


"Hhmm, terima kasih, Bu, mau tidak mau emang itu tetap akan terjadi, mungkin saya juga akan memanggil kakek dan neneknya agar datang dan membantu saya mengambil hatinya," ucap Kevin terlihat agak bersemangat.


"Baiklah, Pak, setelah test itu keluar, Anda dan keluarga datang ke rumah, disaat Rey dan Gita tengah di kampusnya," kata Farhan memberi ide.


"Baiklah, saya setuju dengan pendapat Anda," jawan Kevin tersenyum tulus. "Terima kasih, kalian sangat baik sekalj seharusnya kalian menjauhkan saya darinya, tetapi kalian malah berusaha menyatukan kami,s ekali lagi terima kasih," ucap Kevin terharu.


"Tak apa-apa, Pak, kami ngelakuin ini supaya Rey tak berfikir menjadi anak yang tak beruntung, kami ingin Rey menjadi ceria seperti sedia kala," ucap Farhan memeluk Kevin, sedangkan Ina tersenyum dengan mata berkaca-kaca.


Flashback off


Setelah menunggu cukup lama, akhirnya hasil test yang mereka tunggu keluar juga, tetapi sebelum mereka membuka isi surat itu, dokter sudah terlebih dahulu menjelaskan hasil dari test itu.


"Selamat ya, Pak, dari sample DNA yang saya periksa, 99% hasilnya cocok, jadi sudah bisa dipastikan kalau dia adalah anak kandung Anda" ucap Dokter itu.


"Terima kasih, Dok, saya sudah yakin kalau Rey itu anak saya, sekali lagi terima kasih," Kevin menjabat tangan dokter itu, setelah berjabat tangan, dokter itu pun langsung berlalu pergi meninggalkan mereka semua yang tengah bahagia.


"Baiklah, Pak, mari kita ke kediaman saya, kebetulan Rey dan istrinya sebentar lagi pulang, tetapi Rey kadang mengajak Gita ke kantor, saya akan telpon mereka agar segera pulang!" ajak Farhan.


"Baiklah, kami serahkan kepada Anda, dan kamu Kevin, pada akhirnya kamu bisa bertemu dengan anak kamu, papa turut bahagia," ucap Herman.

__ADS_1


******


REYHAN POV


"Yang, kamu ikut mas ke kantor ya, mas bosen ngeliat PC laptop mulu, mending ngeliatin kamu," ajakku sembari menggombal.


"Iyalah aku kan cantik, hahahaha," balas Gita dengan pedenya.


"Haha, iya iya, kamu yang paling cantik, untung udah Mas nikahin," timpalku tetapi tiba-tiba.


Tiring tiring tiring....


Ponselku berdering tanda ada yang sedang menelpon, saat ku lihat layar ponselku ternyata yang menelpon adalah papa, ada perihal apa ya? Tak biasanya papa telpon aku jikalau tak ada yang penting, apa ini tentang perusahaan, tapi sepertinya tak ada masalah di perusahaan.


"Hallo, Pah?"


"Hallo, kamu ada dimana sekarang, Nak?"


"Rey lagi di jalan mau ke


"Bisa nggak kamu pulang sekarang! Ada hal penting yang ingin papa bicarain."


"Iya, Pah, Rey puter balik ini, yaudah Rey tutup dulu ya."


Tutt....


Sambungan telfon pun kuputus setelah mendengar apa yang dikatakan papa, aku sempat bimbang, ada apaya? Kok papa nyuruh aku dan Gita pulang, dan hal penting apa yang ingin dibicarakan.


"Ada apa, Mas?" tanya Gita kepadaku setelah aku dan papa selesai bicara.


"Hmm, kita disuruh pulang, Yang, katanya ada hal penting yang ingin dibicarakan," jawabku, dan tentu saja Gita pun juga menjadi heran, karena memang tak biasanya papa seperti ini.


"Ada apa ya, Mas, tapi yaudah lah, kita pulang aja, siapa tau emang penting," ucap istriku dan emang dia yang paling bisa ngertiin semua orang.

__ADS_1


"Iya, nanti di depan kita putar balik," jawabku singkat.


REY POV OFF


Di sisi lain, Farhan bersama keluarga Kevin telah sampai rumah duluan, sesampainya di rumah, mereka langsung masuk, betapa terkejutnya semua karyawan dan Art Farhan saat melihat Kevin yang sangat begitu mirip dengan Rey, bedanya ini versi tuanya masuk ke dalam rumah.


"Si-siapa dia?" tanya Art itu kepada rekannya.


"Entahlah, yang pasti bukan Den Rey, ini udah tua," jawab Art satunya.


"Bagaimana bisa wajahnya sangat mirip?" tanya kembali yang satunya.


"Entahlah, mungkin di rumah ini akan terjadi sesuatu, kita berdoa saja supaya tak terjadi hal yang buruk," jawab tukang kebun ikut nimbrung.


"Sepertinya iya, Pak, saya takut terjadi seperti saat Den Rey tau kalau dia bukan anak kandung tuan Farhan," timpal Art satunya lagi.


"Ekhem, ada apa ini kumpul-kumpul, ayo bantu saya ke dapur buat teh dan makan siang untuk tamu," ucap Ina mengagetkan mereka semua.


"Eh i-iya, Bu," jawab para Art gugup.


Sedangkan si tukang kebun langsung pamit.


"Iya, Pak," jawab Ina ramah.


Setelah Ina dan para Art ke dapur, Farhan mengajak tamunya untuk duduk di ruang tamu, dia mempersilahkan semua orang untuk duduk, dan menikmati teh yang baru saja di suguhkan oleh Ina yang baru saja kembali dari dapur setelah membuat teh hangat untuk Kevin, dan yang lainnya.


"Gimana, Pak, apa Anda sudah siap dengan segala konsekuensinya nanti setelah bertemu dengan Rey?" tanya Farhan.


"Iya, Pak, saya siap! Malah saya dudah sangat tidak sabar untuk ketemu dengan anak saya," ucap Kevin.


"Jadi beneran saya mau ketemu cucu saya?" tanya windy, istri dari Herman lebih tepatnya ibu dari Kevin dan nenek dari Rey.


"Iy--" jawab mama Ina tetapi terpotong oleh suara bel pintu dan tentu saja seorang Art langsung sigap membukakan pintu dan Rey pun masuk seraya menggandeng Gita. Saat masuk rumah dia langsung bertanya kepada Farhan tanpa memperdulikam ada siapa di depannya, tetapi karena semua tamu membelakangi Rey jadi Rey tak melihat wajah para tamu yang datang.

__ADS_1


"Ada apa, Pah?" tanya Rey, sontak membuat Kevin membalik badan dan sukses sudah wajahnya terlihat, Kevin langsung meneteskan air mata karena akhirnya dapat melihat anaknya, bagaimana Rey? Dia kaget, terkejut bukan kepalang.


"Si-siapa, Anda?" tanya Rey dan Gita bersamaan.


__ADS_2