Adikku Is My Wife

Adikku Is My Wife
Bebas


__ADS_3

Di sisi Lain, hari ini adalah hari di mana Devan dan Maya dibebaskan dari penjara, mereka sudah ditunggu oleh keluarga mereka, tak lupa pula Anggi juga ikut menjemput Devan dengan perutnya yang sudah kelihatan membuncit.


Anggi tampak sudah akrab dengan orang tua Devan, pertanda bahwa orang tua Devan merestui hubungan Devan dan Anggi meski mereka telah melakukan skandal sebelum sah. Ya mau bagaimanapun orang tua Devan akan sangat marah jika Devan tak mau tanggung jawab atas perbuatannya.


Beda dengan Maya, dia juga sudah ditunggu juga oleh orang tuanya, Segala bujukan, rayuan, dan permintaan maaf telah di lakukan Maya demi mendapat maaf orang tuanya, sebab mereka merasa kecewa karena yang merencanakan semua itu adalah Maya, tetapi akhirnya mereka juga mau memaafkan Maya, tetapi tak luput juga dari bantuan tantenya, Pasya.


Kali ini Pasya sudah berani ke kantor polisi, sebab menurut orang suruhannya, kasusnya yang dua puluh satu tahun yang lalu sudah di tutup. Kini dia juga sedang menunggu para ponakannya, terutama Maya karena dibalik permintaan maaf Maya ke orang tuanya, mereka juga sudah merencanakan hal besar yang bertujuan untuk menghancurkan keluarga Nataniel dan Pratama.


"Nggi, perut kamu udah mulai buncit ya?" tanya ibunya Devan memegang perut Anggi dan mengelusnya, di situ ayahnya Devan juga tersenyum, dia juga agak marah dengan anaknya sebab telah menghancurkan masa depan anak gadis orang, tetapi rasa marahnya agak neredam karena menyadari dia akan segera punya cucu dan sang putra juga mau bertanggung jawab atas apa yang dia perbuat.


"Iya, Mah," jawab Anggi yang sebulan terakhir dia sudah terbiasa memanggil orang tua Devan dengan sebutan mama dan papa.


"Pokoknya mama nggak mau tau, nanti kamu ikut mama pulang ke rumah, kamu tinggal sama mama di rumah mama!" titah ibunya Devan agak sedikit memaksa, tetapi itu dia lakukan agar ada yang menjaga Anggi selama hamil, sebab selama ini Anggi selalu ngekos bahkan tak jarang dka bekerja di Cafe milik Rey dan Gita.


"Tapi, Mah, aku sama Devan kan belum menikah, apa kata orang nanti?" ucap Anggi masih berusaha menolak.


"Udah jangan dipikirin, nanti kita pulang sama-sama nggak ada tapi-tapian!" suruh ibunya Devan yang tak mungkin bisa ditolak.


"Jadi kamu hamil di luar nikah sama Devan, Nak?" tiba-tiba Tante Pasya ikutan nyimbrung percakapan Anggi dan ibunya Devan.


"I-iya, Tant," jawab Anggi gugup plus malu.


"Dasar itu anak kurang ajar, emang enak apa jadi perempuan yang hamil di luar nikah. Udah kamu tenang aja, nanti tante yang ngehukum Devan," ucap Tante Pasya yang kali ini bener.


Beberapa menit setelah mengurus beberapa persyaratan akhirnya Devan dan Maya bebas dari penjara, mereka berdua sangat senang akhirnya bisa menghirup udara dunia luar kembali, bukan dibalik jeruji besi yang bahkan lantainya sangat dingin.


Devan langsung mendekat dan memeluk Anggi, orang pertama yang selalu ada saat dia membutuhkan dukungan saat di penjara, sekaligus calon istri dan ibu bagi anak mereka. Sedangkan Maya, dia memeluk orang tuanya lalu beralih ke tantenya.


"Selamat ya, Maya. Akhirnya kamu bisa terbebas dari tempat ini," ucap Pasya memeluk sang ponakan.

__ADS_1


"Iya, Tant, dan kita bisa memulai rencana kita," ucap Maya berbisik saat memeluk sang tante.


Devan pun beralih memeluk sang ibu dan ayahnya, da memeluk mereka, menangis meminta maaf karena telah mengecewakan mereka, tentu saja dia dengan cepat di maafkan tetapi dengan syarat harus segera menghalalkan Anggi.


"Papa akan maafkan kamu kalau kamu dengan segera menikahi Anggi, kamu nggak kasihan melihat dia seperti itu, masa depannya sudah hancur karena kamu!" ucap ayahnya ketus.


"Iya, Pah, Devan bakal nikahi Anggi. Dev juga sayang sama Anggi dan anak Dev, Papa tenang aja!" jawab Devan memeluk sang ayah.


"Nah gitu baru putra papa, kamu harus berusaha tanggung jawab atas apa yang sudah kamu lakukan, yaudah papa maafkan kamu, sekarang bujuk Anggi untuk tinggal di rumah kita!" suruh ayahnya Devan yang benar-benar mencerminkan bagaimana sang ayah mengajarkan putranya untuk menanggung jawapi perbuatannya, bahkan dari kata-katanya dapat disimpulkan bahwa laki-laki yang di pegang adalah kata-katanya.


"Mau ya, Nggi! Kita pulang ke rumahku!" ajak Devan menghampiri Anggi.


Anggi hanya bisa mengangguk sebab dia merasa malu sebab telah merepotkn mereka.


"Yaudah yuk pulang, anak papa pinter, nggak ngerepotin mama kan?" tanya Devan berbicara kepada sang anak yang masih dalam kandungan Anggi. Sontak membuat semuanya merasa bangga sebab Devan sudah menerima kenyataan bahwa itu adalah anaknya.


*******


"Pah, itukan awal bertemu, sekarang coba papa ceritakan tentang bagaimana mama bisa menghilang dan berpisah dari Papa?" tanya Rey yang masih penasaran tentang bagaimana dia dan keluarganya bisa sampai berpisah.


"Ehmm? Jadi begini...."


KEVIN POV


Saat ini aku sedang sangat bahagia karena seminggu yang lalu istriku Kesya sudah melahirkan anakku, kami sangat bahagia, tak lupa pula kami juga menamai anak kami dengan nama Abi.


Suatu hari kami sedang datang di sebuah acara tahunan perusahaan Pasya, waktu itu perusahaannya tak sebesar dan semaju perusahaanku, di sana kami cukup bersenang-senang, istriku banyak bergaul sekaligus memperkenalkan putra kami.


Akan tetapi, tanpa sengaja dia mendengar percakapan Pasya dengan seseorang, di dalam percakapan itu mereka merencanakan membalas dendam dengan mengambil aset perusahaan kami. Tentu saja istriku langsung mengadukan apa yang didengarnya ke aku, tetapi dengan bodohnya aku malah tak mempercayainya, sebab saat itu Pasya masih sangat baik terhadapku berhubung kami juga sudah sahabatan sejak kecil.

__ADS_1


Keesokan harinya, aku ada rapat dengan kolega bisnis ku di sebuah hotel, sedangkan istriku sedang ku utus ke perusahaan untuk mengambil beberapa berkas yang tak sengaja tertinggal, tetapi tanpa sengaja dia melihat ada yang sedang mengotak-atik sesuatu di dalam ruanganku.


Saat itu kebetulan hari sudah agak sore, jadi semua pegawaiku sudah pulang, saat itu tanpa sengaja dia menjatuhkan sesuatu hingga dia ketahuan. Saat itu karena istriku takut, dia pun berlari pergi meninggalkan perusahaan, dan berlari ke rumah, tetapi sebelum itu iya bersembunyi di bawah meja resepsionis.


"Ah sial, berhasil kabur dia, aku harus telpon bos," ucap orang itu.


"Hallo, Bos?"


"Iya, ada apa?"


"Maaf aku ketahuan, tetapi aku udah


berhasil dapetin berkasnya, Bos!"


"Yaudah, sekarang kerahkan anak buahmu dan bunuh orang itu!"


"Siap, Bos!"


Begitulah kira-kira perbincangan mereka, karena takut dia pun kembali kabur. Saat ada kesempatan dia berusaha menelponku tetapi ponselnya tertinggal di perusahaan, alhasil dia kabur ke rumah dan menulis sebuah surat, lalu meletakkannya di meja kamar. Dia menulis itu karena tahu bahwa dia masih saja di kejar.


(Lihat isi surat di chapter ke-27)


Setelah aku membaca surat itu, runtuh sudah duniaku, aku gagal menjaga hartaku, duniaku, aku menyesal karena tak mempercayai ucapan istriku, Key.


Maafkan Aku, Kesya.


FARHAN POV OFF


"Sungguh, maafin papa, Nak. Karena papa keluarga kita hancur, papa menyesal karena tak mempercayai perkataan mama kamu," ucap Kevin sendu.

__ADS_1


"Sudah, Pah. Sekarang kita sudah berkumpul kembali, jadi tak perlu disesali yang sudah terjadi," jawab Rey mengelus punggung papanya, dan yang lain juga ikut terenyuh mendengar cerita Kevin.


__ADS_2