Adikku Is My Wife

Adikku Is My Wife
Pergi Honeymoon


__ADS_3

"Kak, bangun! Nanti telat loh, pesawatnya satu jam lagi take off," ujar Gita ngebangunin suaminya.


"Hhmm, lima menit lagi," jawab Rey yang malah menutup wajahnya dengan selimut.


"Ish, ayo bangun, papa sama mama udah nunggu tuh di bawah, atau aku siram air, ya!" ancam Gita geram karena sang suami masih sibuk berada di dalam mimpinya.


"Iya, lima menit lagi," ucap Rey masih menutup mata.


"Yaudah deh, nggak jadi pergi, nanti yang rugi juga bukan aku," seru Gita sambil berjalan ke pintu, tetapi saat mendengar perkataan Gita, Rey langsung bangun dari tempat tidur dan berteriak.


"Jangan!!!" teriak Rey.


"Kakak apaan sih teriak-teriak? Kayak di hutan aja!" pekik Gita terkejut lantaran suara teriakan Rey.


"Ya maaf, tapi kita jadi pergi kan? Ayolah ya, kita pergi, janji deh kakak siap-siap dalam lima menit," ucap Rey meyakinkan Gita.


"Engak, udah nggak mood aku," kata Gita yang masih kesel.


"Yah, masak nggak jadi honeymoon sih, ayolah ya, kita pergi, ya ya ya, istriku sayang," ucap Rey memohon sambil menggombal agar rencana kepergian untuk honeymoon tidak batal, karena emang sedari kemaren Rey sudah merencanakan hal ini, dia ingin sekali merasakan menjadi suami yang seutuhnya.


"Iya iya, yaudah cepetan siap-siap, aku mau ambilin baju kakak dulu," terima Gita karena malu akan kata-kata yang dilontarkan Rey.


"Makasih, yaudah aku mau mandi dulu, kamu mau ikut nggak?" tanya Rey bercanda.


"Kaakakkkkkkk!!!" teriak Gita sambil melempar sisir ke arah Rey, tetapi Rey sudah langsung lari sehingga sisir itu tak mengenainya.


Beberapa menit kemudian, Rey dan Gita telah selesai bersiap-siap, kini mereka tengah di luar rumah mau berangkat ke bandara, tetapi tak lupa mereka berpamitan ke orang tuanya.


"Pah, Mah, Rey sama Gita pamit ya," ucap Rey mewakili Gita.


"Iya, hati-hati ya, Nak," ucap Ina.


"Jangan lupa, buatin kami cucu yang banyak!" pinta Farhan agak teriak karena Rey dan Gita sudah masuk ke dalam mobil.

__ADS_1


"Papa apaan sih, udah tua juga, kok nggak malu sih?" seru Ina geram karena mendengar ucapan yang keluar dari mulut suaminya yang tanpa difilter.


"Justru karena sudah tua Mah, papa pengen cepet-cepet pensiun, abis itu main sama cucu, tapi ya, Mah, anak anak kita kan sudah pergi bulan madu, yuk kita nostalgia honeymoon," ajak Farhan ambigu, sehingga Ina kurang peka.


"Maksudnya apa sih, Pah?" tanya Ina tak paham akan hal yang dibicarakan sang suami.


"Ch, kelamaan, yuk kita buat adik untuk Rey dan Gita!" ajak Farhan yang tiba-tiba menggendong sang istri, walaupun sudah tua tetapi kekuatan Farhan masih bisa di andalin, bahkan body Rey dan Farhan hampir imbang, karena Farhan selalu olahraga dan setiap minggu dia selalu ke ruang gym pribadinya untuk memelihara bentuk tubuhnya yang waw.


***********


Kini Rey dan Gita telah sampai di bandara GBK, tetapi yang terlihat sangat antusias bukannya Gita melainkan Rey. Sedangkan Gita, dia cemberut dari tadi karena perihalĀ  Rey yang terlambat bangun, seharusnya hari ini fia ada kuis di kampusnya tetapi malah harus pergi honeymoon dan tidak menghadiri kuis di kampusnya.


"Kamu kenapa sih, manyun terus, minta dicium?" ucap Rey bercanda.


"Ikh, kakak nggak peka banget sih, kan seharusnya hari ini aku ada kuis," ucap Gita sebel.


"Terus?" tanya Rey yang pura-pura tidak peka, atau dia sengaja menjadi polos-polos keparat.


"Tau ah, males ngomong sama kakak," ucap Gita yang semakin sebel.


"Lagian kuis kan bisa nyusul, kalau bulanmadu kan jarang-jarang, selagi kakak dapet cuti dari bos kakak," tambah Rey bercanda tetapi malah membuat Gita bingung dan bertanya.


"Emangnya bos kakak sapa sih?" tanya Gita nggak tau.


"Papa mertua," jawab Rey yang sontak mendapat pelototan dari Gita.


"Ikh, kan bisa diundur, lagian kita mau kemana sih, ngajak honeymoon tapi nggak ngasih tau mau kemana" keluh Gita.


"Ya mana bisa diundur, orang honeymoon kita aja endors dari papa hahhha, lagian ya kita perginya ke tempat yang pas baget, jamin deh kamu pasti bakal seneng pake banget," jelas Rey yang membuat Gita semakin. penasaran.


"Memangnya kita mau kemana sih, Kak?" tanya Gita kembali.


"M A L D I V E S, Maldives," ucap Rey yang membuat Gita sangat teramat senang.

__ADS_1


Kini mereka telah berada di dalam pesawat dan pesawat sudah siap untuk meluncur, dan sekarang Gita sudah tak cemberut lagi, dia senang karena tempat yang bakal mereka datangi adalah tempat di mana banyak sekali pemandangan yang cantik.


Akan tetapi di tengahctengah kesenangan mereka, Gita teringat kepada seseorang, sehingga dia harus bertanya kepada Rey.


"Oh iya, Kak, gimana dengan kak Anggi?" tanya Gita.


"Ehmmm, tadi malam manejer cafe kita nelpon kakak, katanya Anggi diletakkan dibagian pemesanan," jelas Rey.


"Bagus deh kalau gitu," tambah Gita bersyukur.


"Git, kakak nggak nyangka loh, cafe kita yang dulu kita buat sekedar iseng-iseng ternyata sekarang maju loh, cabangnya bahkan sudah banyak di beberapa kota selama di kelola papa," ucap Rey takjub.


"Serius?" tanya Gita ikut takjub.


"Iya, kemaren papa udah ngurus surat-surat kepemilikan cafe itu menjadi milik kita, kakak tolak, kakak nggak enak sama papa, karena papa yang udah ngebesarin cafe itu, tapi papa tetep mendesak jadi kakak terima aja," ucap Rey.


"Yaudah deh, Kak, nggak apa-apa, nanti aku yang urus cafe, kakak urus perusahaan, kan entar lagi papa pensiun," usul Gita.


"Entahlah, kakak ngerasa nggak berhak, kakak kan bukan anak kandung mama dan papa," ucap Rey lirih.


"Kok kakak ngomongnya gitu, kita ini keluarga, bahkan sekarang kakak itu suami aku," ucap Gita protes.


"Entarlah, kakak pikir-pikir dulu, yang pasti kamu nggak boleh urus cafe, nanti perhatian kamu terbagi, kakak nggak mau!" seru Rey cemberut dan langsung memeluk Gita erat.


"Uluh-uluh, suami siapa sih ini? Kok manja banget," ucap Gita mengusal-usal rambut sang suami.


"Suami Maya," ucap Rey bercanda.


"Ikh, kok nyebelin sih." Gita marah.


"Canda Maya, muach," ucap Rey sambil mengecup pipi Gita. "Udah, jangan marah-marah, kamu tetep satu di hati, Aku mencintaimu adikku, istriku, Gitaku." Rey memeluk Gita dan menjadikan pundak sang istri sandaran.


"Aku juga Cinta kakak, janji jangan tinggalin aku ya!" ucap Gita membalas.

__ADS_1


"Aku janji bakal tetep ada di samping kamu, dan akan selalu bahagiain kamu, makasih udah terima aku apa adanya," ucap Rey tulus.


__ADS_2