Adikku Is My Wife

Adikku Is My Wife
Kesya kembali Pulang


__ADS_3

Kini Rey dan Gita tengah berada di perjalanan ke arah Rumah sakit, entah mengapa sedari tadi Gita terus saja cemberut, mukanya ditekuk terus,.sungguh seakan-akan Rey sedang duduk bersama tunggul, tak ada percakapan.


"Yang, kok kamu diem aja sih?" tanya Rey yang akhirnya menyerah dengan keheningan ini.


"Mas, kita nggak usah ke Rumah sakit ya!" Rengek Gita yang membuat Rey paham, jadi sedari tadi istrinya cemberut karena tak mau di ajak ke Rumah sakit.


"Loh, emangnya kenapa? Kan kita mau periksa keadaan kamu," ujar Rey.


"Aku baik-baik aja kok, kepala aku udah nggak sakit," kata Gita pura-pura.


"Hmm? Bohong kamu kan? Dosa tau!" ucap Rey yang tebakannya sangat tepat.


"Iya deh, kepala aku hanya pusing sedikit, tapi nggak apa-apa kok. Mas, kita nggak usah ke Rumah sakit, kita ke klinik aja ya, aku capek. Rumah sakit kan masih jauh lagi," ucap Gita masih setia membujuk sang suami.


"Bener nggak apa-apa ini? Nanti kepala kamu sakit lagi," tanya Rey khawatir.


"Enggak kok, Mas tenang aja!" ujar Gita meyakinkan.


"Yaudah kita ke klinik depan aja."al Akhirnya Rey menuruti permintaan sang istri, bagaimana dengan Gita? Dia tersenyum bahagia setelah mendengar persetujuan dari sang suaminya.


Di sisi lain, Kesya dan Radit telah sampai di Bandung, lebih tepatnya di kediaman keluarga Pratama, karena Kesya tak memegang uang, jadi sementara yang membayar adalah Radit.


"Yaudah yuk, kita masuk!" ajak Kesya.


"Ayo, Bu!" Mereka pun berjalan ke arah gerbang rumah kediaman Pratama.


Saat sudah berada tepat di depan gerbang, Kesya memencet bell yang tak lama kemudian seorang security datang tapi sepertinya orang itu masik muda dan baru, soalnya dia tak tau siapa itu Kesya.


"Ehmm? Pak, tolong bukain pintunya!" pinta Kesya.


"Maaf, Bu, Anda siapa ya dan maaf, tak sembarang orang bisa masuk rumah ini!" ucap security itu.


"Oh iya, Pak, maaf nama saya Kesya, saya istrinya Pak Kevin, kalau tak percaya panggil saja suami saya untuk datang ke sini," ucap Kesya lagi.


"Anda bergurau ya, istri Pak Kevin kan sudah meninggal," ucap security itu tak percaya.

__ADS_1


"Beneran, Pak. Anda panggil saja Pak Kevin, biar dia yang ngebuktiin!" suruh Kesya lagi.


"Tapi, Bu, Pak Kevin ada di jakarta, dia tak ada di rumah ini," jawab security itu lagi.


"Panggil saja siapa pun yang di rumah ini!" bujuk Kesya lagi.


"Yaudah, Bu. Anda tunggu di pos saya dulu, biar saya panggilkan Pak Herman dan Ibu Windy dulu," ucap security itu dan berlalu masuk ke dalam rumah besar itu.


Sesampainya di dalam rumah kediaman Pratama, lebih tepatnya di ruang keluarga, security tadi langsung memberi tahu bahwasanya ada yang ingin bertemu.


"Pak,bu, maaf mengganggu, di luar ada yang ingin bertemu kalian, dia mengaku sebagai istri dari Tuan Kevin," jelas penjaga itu yang membuat Herman dan Windy menjadi terkejut.


"Hah, bagaimana bisa,.siapa yang mengaku ngaku jadi istrinya Kevin?" tanya Herman.


"Entahlah, fia mengaku sebagai istri Tuan Kevin, namanya Kesya katanya tadi," ucap security itu lagi, tetapi kali ini Herman dan Wnidy kebih terkejut lagi, mereka langsung berlari ke arah depan karena penasaran, benarkah itu kesya istri dari Kevin? Begitulh yang ada dipikiran mereka


Sesampainya di pos penjagaan, Herman dan Windy benar-benar keget atas apa yang mereka lihat, Herman hanya diam mematung dan Windy menangis.


"Ke-Kesya, benar i-itu kamu, Nak?" panggil Windy.


Sontak yang di panggil langsung melihat ke arah suara itu, saat melihat siapa yang memanggil dia langsung berlari ke arah wanita tua itu, dia memeluknya dan menyalaminya.


"I-ini beneran kamu, Nak? Ini kamu Key?" tanya Windy takjub masih tak percaya akan siapa yang dia peluk.


"Iya, Mah, ini Key. Key kangen sama Mama dan Papa," ucap Kesya melepas pelukan sang mama dan berpindah untuk menyalami papa mertuanya.


"Hai, Pah?" ucap Kesya hendak menyalamin tetapi dia langsung di peluk oleh Herman, beliau sampai meneteskan air mata sebab dia juga merasa kehilanga saat Kesya menghilang, dia sudah menganggap Kesya seperti anaknya sendiri sehingga dia tak ragu-ragu untuk memeluknya.


"Kemana aja kamu, Nak? Papa kangen sama kamu," seru Herman.


"Key juga kangen Papa," jawab Kesya.


"Keluaga ini tak lengkap tanpa kamu, apa kamu tak tau betapa sedihnya kami saat kehilangan kamu, apalagi Kevin, dia benar-benar kehilangan kamu," ucap Herman lagi.


"Maafin Key, Pah. Key kalah saat berjuang dulu, oh iya, kenalin ini Pak Radit, dia yang telah menolong Key," ucap Key memperkenalkan Radit.

__ADS_1


"Saya Herman dan ini istri saya Windy, kami mertuanya," ucap Herman yang membuat security tadi diam memucat, sekarang dia benar-benar merasa takut.


"Terima kasih ya, karena kamu udah menolong Key, yaudah yuk masuk!" ajak Herman lagi.


"Sama-sama, Pak." Mereka pun berlalu masuk ke dalam rumah.


"Oh iya, Pak, tolong perketat penjagaan di rumah ini!" titah Herman sebelum masuk rumah.


"Siap, Pak. Ehm? Maaf ya bu karena tak mengenalin Anda," ucap security itu.


"Tak apa-apa, Pak. Anda hanya menjalankan tugas," jawab Kesya tersenyum.


"Oh iya, Pak, sebelumnya maaf kalau saya lancang, tetapi saya mau minta tolong ke bapak untuk menjemput anak dan istri saya, saya khawatir kepada mereka," ucap Radit menunduk.


"Bapak tenang daja, Pak Azam tolong bapak suruh beberapa anak buah bapak untuk menjemput keluarga Pak Radit dengan selamat, untuk alamatnya bisa minta langsung ke Pak Radit," jawab Herman tentu saja menuruti kemauan Radit, orang yang telah membantu menantunya bebas meski sangat terlambat tetapi dia benar-benar sangat bersyukur.


********


KEVIN POV


Setelah menerima telpon dari Ibu Ina, saya merasa seakan-akan dewi kebahagiaan telah berpihak kepada saya, beliau mengatakan kalau istri anakku tadi pagi menunjukkan sebuah tanda-tanda kehamilan, tentu saja aku sangat bahagia, semoga saja itu emang terjadi.


Aku pun bergegas ingin menelpon anakku, tetapi belum sempat aku telpon, aku mendapatkan sebuah panggilan telepon dari papa, aku mengernyit heran, ada apa ya papa meneleponku, tak biasanya beliau menelpon.


"Hallo, Pah?"


"Hallo, Nak. Kamu balik ke Bandung ya! Ajak sekalian Rey serta keluarganya!"


"Emangnya ada apa sih, Pah? kok kayaknya Papa bahagia banget?"


"Jelas papa bahagia, karena duniamu


telah kembali, istri kamu masih hidup dan sekarang ada di rumah, Nak."


***

__ADS_1


Ponselku tak sengaja jatuh, aku terdiam setelah mendengar kabar dari papa, tanpa terasa air mataku pun menetes, tetapi ini air mata kebahagiaan. Buru-buru aku siap-siap dan beranjak keluar dari ruanganku meninggalkan perusahaan dan pergi ke Rumah kediaman Nataniel, aku sungguh bahagia, sangat bahagia.


KEVIN POV OFF


__ADS_2