Adikku Is My Wife

Adikku Is My Wife
Honeymoon 1


__ADS_3

Setelah beberapa jam berada di pesawat, kini Rey dan Gita telah sampai di bandara Maldives tepat di ibukotanya yaitu Male. Seperti yang banyak kita ketahui, bahwa Maldives adalah definisi dari yang namanya keindahan bagi setiap pasangan yang mendambakan keromantisan, contohnya Rey dan Gita yang menjadikan Maldives sebagai tempat memadu kasih apalagi kalau honemoon nya endors-an, wkwk.


Setelah turun dari bandara, Rey dan Gita langsung melanjutkan perjalanan mereka menuju hotel yang telah lama dipesan oleh Farhan, tetapi saat dalam perjalanan mereka tak henti-hentinya takjub melihat pemandangan Pulau Maldives.


"Wah, indah banget, bahkan aku tak membayangkan akan seindah ini Pulau Maldives," pekik Gita takjub.


"Iya, aku pun takjub melihat ini, papa emang the best kalau milih destinasi, sehabis dari sini kita harus segera buatin cucu untuk dia sebagai hadiah dari kita untuknya," ucap Rey memancing.


"Yeeee, itu mah kakak yang udah ngebet." Gita memutar mata malas.


"Iya juga sih, kakak udah nggak sabar bobol gawang kamu," ucap Rey di telinga Gita, sontak membuat sang empunya malu dan wajahnya memerah bak kepiting rebus.


"Kakak apaan sih! Nanti pak supirnya dengar gimana?" ucap Gita malu.


"Mana tau bapak itu sama bahasa kita," jelas Rey singkat.


"Kak, masih jauh lagi hotelnya? Aku lelah banget," keluh Gita kepada Rey, karena setelah pasca insiden kemarin, Gita belum benar-benar pulih.


"Bentar lagi kok, yang sabar ya! Emangnya setelah sampai mau langsung istirahat, nggak mau ngapain dulu gitu?" tanya Rey mengkode Gita, tapi yang diberi kode malah sama sekali tak peka.


"Nggak lah kak, aku mau tidur, capek banget, pegel-pegel badan aku," jawab Gita.


"Hah, yaudah deh," Rey pasrah dan membuang nafas kasar.


"Nasib punya istri polos, sabar ya sob, besok kita masuki goanya," ucap Rey dalam hati.


Beberapa saat kemudian, Rey dan Gita telah sampai di hotel, setelah chek-in dengan resepsionis di lobby hotel, Rey dan Gita langsung dipersilahkan untuk segera pergi ke kamar yang telah di sediakan, yaitu kamar president suits. Wah, benar-benar romantis yak, terasa bener nuansa honeymoonnya, wkwk. Akan tetapi, apakah Rey berhasil membuat sang istri menjadi miliknya seutuhnya? Kita lihat nanti ya!


Kini Rey dan Gita telah berada di dalam kamar, bisa dibayangkan betapa bahagianya Gita saat melihat kamarnya, dengan rangjang king size. Saat berada di balkon, mereka sudah langsung disuguhkan dengan pemandangan yang memanjakan mata, tetapi meski begitu Gita tetap merasa lelah.


"Gimana, kamu suka?" tanya Rey yang kini tengah berada di belakang Gita, lebih tepatnya memeluk sang istri dari belakang, kepala yang diletakkan di bahu Gita dan sesekali mencium pipi Gita tepat saat Gita tengah berada di balkon menikmati pemandangan Pulau Maldives, dengan jejeran pantai yang membentang luas.

__ADS_1


"Iya, Kak! Aku suka, pemandangannya bagus," ucap Gita menjawab dengan antusias. Sekaligus agak merasa risih karena sedari tadi Rey sang suami mengecup pipi Gita terus menerus, manis sekali tetapi itu membuat Gita menjadi malu.


"Bisa nggak jangan cium-cium aku, risih tau!" protes Gita.


"Emangnya kenapa?" tanya Rey sambil membalik Gita agar menghadap ke arahnya. "Kan aku cium istri aku sendiri," sambung Rey yang kini keningnya telah menyatu dengan kening Gita, mereka sangat-sangat teramat dekat, hingga hembusan nafas masing-masing dapat dirasakan seiring dengan debaran jantung mereka.


Beberapa saat kemudian, pelan pelan Rey semakin memperdekat jarak, dia memeluk pinggang Gita dengan erat sehingga mereka tepat menempel satu sama lain. Kini tiba-tiba ada sebuah benda kenyal telah jatuh ke bibir ranum Gita, yaitu bibir Rey yang halus nan sensual tengah memagut bibir Gita.


Dia mengecup, mengulum dengan pelan, menggiring sang istri agar membalas ciumannya, karena telah mendapat respon dari Gita, Rey semakin memperdalam ciumannya yang awalnya hanya ciuman yang membawa ketenangan, kini ciuman itu telah berubah dan membawa  hawa yang sangat panas. Rey semakin memperdalam ciumannya, dia semakin ganas, tangannya pun sudah tidak tinggal diam, dan mulai menjelajahi tubuh Gita, sampai tangan itu meremas sesuatu yang kembar.


Karena hal itu, Gita tersadar dari hal yang, entahlah, sulit untuk dibayangkan. Dia melepas ciuman tetapi tidak dengan pelukan karena Rey masih setia memeluknya dengan erat.


"Eh, em ka-kak, aku lelah," ucap Gita malu, tapi tak dapat dipungkiri bahwa Gita juga mendambakan sentuhan dari sang suami, buktinya tadi dia juga terbawa oleh kelembutan Rey.


"Kamu lelah, yaudah yuk kita istirahat, besok kita lajutkan.dan lagian sebentar lagi pesenan kita sampai, kamu belum makan kan?" tanya Rey yang mendapatkan gelengan dari Gita.


"Yaudah yuk, kita tiduran dulu!" ajak Rey sambil menggendong Gita secara tiba-tiba, dan karena terkejut Gita langsung mengalungkan tanyannya ke leher sang suami, kini pandangan mereka telah kembali bertemu.


"Kak?" panggil Gita.


"Hmm...." jawab Rey.


"Kakak?" panggilnya lagi.


"Kamu kok manggil suami kakak sih, entar dikira orang kamu itu adik aku, padahalkan sekarang kita udah nikah!" protes Rey.


"Jadi, kakak mau dipanggil apa?" tanya Gita.


"Apa aja deh, asal jangan kakak! Boleh mas, boleh sayang, boleh honey, pokoknya apa ajadeh, akang pun boleh!" canda Rey.


"Haha, entar dikira akang gendang lagi," ucap Gita kelakar. "Yaudah aku ganti, aku panggil kakak, mas aja ya? Biar nggak terlalu canggung," usul Gita.

__ADS_1


"Boleh, Yang, dan mulai sekarang mas juga akan panggil kamu sayang!" Rey menyebutkan panggilan sayang ke Gita, membuat sang istri jadi senang.


"Makasih, Mas! Udah mencintai aku," ucap Gita sambil memeluk Rey.


"Iya, Mas juga sangat cinta kamu," ucap Rey sambil mengecup bibir Gita sekilas.


"Ma-mas mau ngapain?" tanya Gita gugup akibat ciuman Rey tadi.


"Kok gugup sih, Yang? Tenang aja, Mas makan kamu kalau kamu udah bener-bener siap, tapi ya jangan lama-lama!" ucap Rey menenangkan Gita.


Disela-sela percakapan mereka, tiba-tiba suara bel pintu kamar mereka berbunyi.


"Pasti itu pesenan kita, kamu tunggu sini ya! Biar Mas aja yang ambil, nanti kita makan bareng, Mas bakal suapi kamu."  Rey bangkit dan berjalan ke arah pintu.


CEKLEK....


"Sorry to bother you sir, this is the order! (Maaf, Pak, karena telah mengganggu waktu Anda, ini pesanannya!)" kata pelayan itu.


"Oh thank you, here is the tips for you! (Oh terima kasih, ini tips untuk kamu!)" jawab Rey.


"You are welcome sir, excusme! (Sama sama, Pak, permisi!)" pamit pelayan itu.


ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ


Hai kaka reader, maaf ya aku kemaren nggak up, dan hari ini telat karena wifi di rumah aku error, sekarang baru bisa, jadi baru bisa update, maaf ya!


Jangan lupa kritik dan sarannya, like yang banyak yah! Makin turun nih grafiknya.


Sampai jumpa besok lagi.


See You All.

__ADS_1


__ADS_2