
Di sisi lain, keadaan Gita mulai menurun sebab beberapa hari dia di culik keadaannya benar-benar menyedihkan, makan yang tak teratur, vitamin yang kurang dan suasana hati yang selalu dirundung ketakutan dan kegelisahan, apalagi Gita dalam keadaan hamil muda yang kita sendiri tahu bahwa keadaan ini masih sangat rentan akan keguguran, apalagi kehamilan Gita yang terbilang sangat lemah sebab ia mengalami flek.
(FYI ... Flek: Keluar bercak darah di area v)
GITA POV
Aku masih setia berada di dalam gudang tempat mereka menyekapku, di sini gelap, gelap sekali setiap kali malam tiba. Aku merasa pusing, entah mengapa tubuhku semakin hari semakin lemas, aku takut akan terjadi sesuatu terhadap kandunganku. Aku sadar beberapa hari ini mereka tak memberiku makan secara teratur, jangankan makan, vitamin yang seharusnya wajib diminum bagi ibu hamil saja mereka tak tau, apa yang bisa aku harapkan dari mereka.
Ditambah akhir-akhir ini suasana hatiku terus merasa takut dan sedih, takut keluargaku tak berhasil menemukanku, dan sedih akan terpisah dari mereka terutama untuk suamiku, aku takut, takut sekali jika harus terpisah dari Mas Rey disaat kami sebentar lagi memiliki malaikat kecil yang telah lama kami tunggu-tunggu.
Mass, kemana kamu? Ya tuhan bantu keluagaku, berikan mereka petunjuk agar mereka berhasil menemukanku dan membebaskanku dari tempat ini, aku ... Aku takut berada sendirian di sini.
GITA POV OFF
*******
REYHAN POV
Akhirnya setelah sekian lama menyusun rencana, hari ini kami akan bergerak untuk menyelamatkan istriku, sungguh aku sudah teramat sangat merindukannya, tetapi di sisi lain aku juga sangat mengkhawatirkannya, aku selalu tak bisa tidur memikirkan apakah dia disana baik-baik saja? Apa dia sudah makan? Apa mereka berlaku jahat ke istriku? Dan bagaimana dengan kondisi calon anak kami? Beribu pertanyaan selalu menghantuiku karena aku benar-benar mengkhawatirkan istriku.
Akan tetapi tidak lagi, kini di hari ini, kami semua akan bergerak menyelamatkan istriku dari genggaman mereka, aku bersumpah nggak akan mengampuni mereka jika sampai terjadi sesuatu kepada istri dan calon anak kami.
Aku akan berjuang demi orang yang aku sayang, aku akan datang, ya aku akan berusaha menyelamatkan kalian. Yang, Mas akan datang.
REYHAN POV OFF
******
Di sisi lain pula ada Pasya yang tengah bingung, sebab akhir-akhir ini dia tak mendapat kabar apapun dari Nana, selaku orang suruhannya yang dia suruh memata-matai segala tindak-tanduk musuhnya di kediaman Nataniel.
"Sebenarnya apasih yang terjadi di sana? Kenapa Nana tak lagi memberi kabar? Apa dia ketahuan? Tidak tidak, mungkin dia tak menelpon sebab di sana baik-baik saja, tak ada sesuatu yang menarik untuk di laporkan," ucap Pasya berusaha membuat dirinya agar tetap tenang.
__ADS_1
Tak lama kemudian, datanglah keponakannya yang sama-sama memiliki dendam mendalam kepada keluarga Gita, berkat bimbingan dari Pasya -tantenya, akhirnya Maya dengan beraninya mengikuti segala tindakan yang direncanakan Pasya.
"Hai, Tant? Udah lama nunggunya?" tanya Maya saat bertemu sang tante.
"Enggak kok, oh iya gimana keadaan wanita itu?" tanya Pasya kepada Maya.
"Tenang aja, Tant! semua terkendali, aku senang sekali melihat wanita itu menderita, dan aku yakin keluarganya kini tengah uring-uringan dan bersedih kehilangan wanita sialan itu," ucap Maya jahat. Dia bisa-bisanya tertawa di atas penderitaan Gita yang notabanenya adalah teman sekampus sebelum hancur karena sebuah obsesi terhadap suaminya Gita, yaitu Reyhan.
"Bagus kalau gitu, yaudah hari ini kamu di rumah saja! Temani kakak kamu, setelah sekian lama akhirnya hari ini dia nikah. Biar tante yang gantian lihat dia," kata Pasya kepada Maya.
"Hmmm iya, Tant! Oh iya nanti kalau terjadi sesuatu kabari ya!" Ucap Maya setelah itu dia berlalu pergi meninggalkan tantenya.
"Oke, sekarang aku harus pergi kesana, kita lihat apa yang terjadi kepada wanita itu," ucap Pasya dan melaju ke tempat Gita disekap.
******
Kini Rey dengan yang lain sudah dalam perjalanan ke tempat Gita disekap. Dia pergi bersama Farhan dan Kevin, tak lupa juga mereka membawa beberapa anak buah dan diikuti para polisi yang telah menyamar. Mereka memutuskan untuk menyelamatkan Gita setelah melewati beberapa pertimbangan akan rencana yang mereka susun secara matang.
"Pah, gimana keadaan Gita di sana ya?" tanya Rey yang masih sangat khawatir akan keadaan Gita.
"Iya, Pah! Rey akan berusaha melindungi Gita apapun yang terjadi," ucap Rey mantap.
"Baiklah, sebentar lagi kita sampai, kalian ingatkan dengan rencana kita?" tanya Farhan memberi aba-aba.
"Iya, Pah! Rey ingat dan tentunya semua enggak boleh kacau, kemungkinan besar yang berjaga di tempat itu menurut Ibu Nana sekitar sepuluh orang. Akan tetapi, Rey rasa ada kemungkinan Pasya memperketat keamaannya, jadi mungkin sekitar dua belas sampai lima belas orang yang menjaga dan kita harus siap apapun nanti yang akan terjadi," ucap Rey lagi.
Beberapa saat kemudian....
Setelah beberapa menit di perjalanan, kini Rey dan lainnya telah sampai di lokasi Gita, dari sisi luar mereka melihat ada sekitar sepuluh orang yang berada di depan rumah itu, di sekitar rumah ada sekitar tiga orang. Mereka memutuskan untuk turun, Rey melaju ke dalam rumah bersama dua orang polisi dan dua bodiguardnya, sedangkan Farhan dan Kevin bersama yang lain membobol keamanan yang ada di luar dan memberi jalan kepada Rey.
"Angkat tangan! di sini ada polisi!" ucap salah satu polisi memulai aksi mereka dan diikuti oleh beberapa polisi yang lain menodongkan pistol mereka.
__ADS_1
"Sialan, kenapa bisa ada polisi di sini, cepat masuk kabari bos!" ucap salah satu penjaga itu.
"Ayo, Pak! Kita masuk," ucap Rey yang langsung berjalan tetapi di belakang polisi tadi.
BUGHHHhhh....
Setelah sampai di dalam mereka di kejutkan oleh para penjaga itu, bagaimana tidak? Polisi yang menjaganya di lumpuhkan secara tiba-tiba oleh antek-antek Pasya. Hanya tersisa Rey dan 2 bodiguardnya, karena polisi tadi pingsan karena di pukul oleh balok kayu besar tepat di belakang kepalanya.
"Hahaha, berani juga kamu anak muda, hah. Berani sekali kau membawa polisi, kau pikir aku bodoh gitu? Kau lihat ini keadaan istrimu, maju selangkah aku bunuh dia!" Ancam Pasya yang tepat berada di samping Gita yang siap dengan sebuah pistol di tangannya.
"Masssss!! Hiks, tolong aku!" teriak Gita.
"Gitaaaaa, jangan! Tolong apa yang kau mau? Kenapa kau menyekap istriku? Tolong lepaskan dia!" ucap Rey memohon dengan air mata yang telah menetes saat melihat keadaan istrinya yang cukup kacau.
"Heh, lepaskan istrimu? Jangan harap!" Ucap Pasya. "Hey, kenapa kalian diam saja? Tangkap mereka!" Titah Pasya dan orang-orangnya dengan sigap menangkap Rey dan dua orangnya.
Rey pasrah, sebab dia takut istrinya dicelakai oleh orang ini, dia takut, takut akan kehilangan istri sekaligus adiknya yang selalu dia jaga sedari kecil.
"Hahaha, dengan betapa bodohnya kalian, heh lihat! Akibat perbuatan orang tua kalian di masa lalu, kini kalian yang harus membayarnya, hahhaha." ucap Pasya sambil tertawa.
Setelah beberapa saat setelah menangkap Rey, masuklah Farhan dan Kevin diikuti beberapa orang polisi dan orang-orang suruhan mereka setelah melumpuhkan semua penjaga yang ditugaskan oleh Pasya.
Betapa terkejutnya mereka saat masuk melihat Rey yang malah ikutan di tangkap, terutama Papa Kevin, dia terkejut tetapi dia juga sangat terkejut saat melihat Pasya, setelah sekian lama akhirnya dia bertemu kembali dengan orang ini.
"Pasya."
"Kevin."
"Pasya, kenapa kau melakukan semua ini kepada putraku?" tanya Kevin.
****************
__ADS_1
Hai guys, gimana chapter kali ini, jangan lupa tinggalin jejak ya, maaf author telap up lagi, janji deh entar malem up lagi.
Sampai jumpa lagi, See You All.