Adikku Is My Wife

Adikku Is My Wife
Mengejutkan


__ADS_3

"Pasya, kenapa kau lakukan ini kepada putraku, apa salah mereka?" tanya Kevin.


"Heh! Ini semua gara-gara kau dan istrimu!" jawab Pasya berteriak. Entah mengapa, sorot matanya tak setajam tadi. Menjadi  sendu bahkan mulai memerah.


"Mengapa kau lakukan ini kepada anak-anakku? Apa salah mereka? Tak cukup kah kau membuat kami berpisah selama dua puluh satu tahun?" ucap Kevin kembali bertanya.


"Tidak, Ini semua tidak cukup untuk membalas rasa sakit hatiku! Dengan teganya kau menolakku demi wanita sialan itu, bahkan baru kau kenal, kau masih bertanya, hah?" teriak


"Maaf ... Maafkan aku, tolong maafkan keasalahan ku di masa lalu. Diri ini tak tahu kalau kau ada rasa kepadaku. Kembalilah di sisiku," ucap Kevin yang suaranya diperhalus dan perlahan mendekat ke arah Pasya.


"Papa!" teriak Rey tak terima akan perkataan papanya.


"Be-benarkah? Kau ... Tak sedang menipukukan? Sungguh?" tanya Pasya yang pertahanannya mulai melemah.


"Sungguh, aku tidak menipumu. Kembalilah, aku ingin kita seperti dulu lagi," sahut Kevin.


Hati Pasya terenyuh, dia meneteskan air mata dan menurunkan pistol yang dia arahkan ke Gita, perlahan dia berjalan mendekat ke arah Kevin.


"Kau benar-benar memaafkanku atas kesalahanku di masa lalu?" tanya Pasya yang kini sudah berada tepat di depan Kevin.


Kevin pun menghapus air mata Pasya, dia perlahan mengambil tangan Pasya dan memegangnya, dia mengangkat tangan Pasya dan secara tiba-tiba memutar tangan Pasya ke belakang dan menguncinya, sukses sudah acting Kevin yang mengejutkan semua orang termasuk Pasya sendiri.


"Heh! Jangan harap aku memaafkanmu, setelah semua yang terjadi kau ingin bersamaku? Bangun kau dari mimpi mu!" ucap Kevin dan mengambil pistol dari tangan Pasya dan membuangnya ke sembarang arah dan jatuh tepat di depan pintu.


"Kurang ajar! Ka-kau menipuku lagi, kau...." ucap Pasya.


"Apa, hah? Kau sudah berani menculik istriku dan sekarang kau ulangin lagi, kau menculik menantuku. Heh! Kau camkan ini, aku ... Akan selalu melindungi keluargaku dari orang orang brengsek seperti kalian dengan segenap kemampuanku meski itu harus merenggut nyawaku!" ucap Kevin mutlak. "Hey, tunggu apa lagi, lepaskan mereka atau aku akan menghabisi bos kalian!" bentak Kevin kepada seluruh antek-antek Pasya.


"Ba-bagaimana ini, Bos?" tanya orang-orang itu bingung.


"Dasar bodoh! Kau mau melihat aku mati, lepaskan mereka!" ucap Pasya geram membuat mereka patuh dan melepaskan Rey, Gita dan yang lainnya.

__ADS_1


"Masss, hiks hikss...." kata Gita setelah terbebas dan langsung memeluk Rey.


"Kamu enggak apa apa, Yang? Kamu sehat sehat aja kan? Cuph, kamu sehat kan?" tanya Rey bertubi-tubi sembari mengecup kepala Gita di pelukannya.


"Hiks hiks a-aku takut Mas, aku takut hiks," kata Gita masih menangis di pelukan Rey.


"Enggak apa-apa, tenang ya, udah ada Mas, sumua akan baik-baik aja, Mas akan lindungi kamu," ucap Rey menenangkan Gita.


Semua orang yang melihat Gita dan Rey ikut merasa terharu akan perjuangan mereka, begitu banyak rintangan yang mereka jalani demi memperkuat tali ikatan rumah tangga itu, melaju ke tempat di mana kata-kata bahagia yang masih mereka kejar.


Tetapi, tanpa di sadari ada seseorang yang sangat membenci hal itu, dia membenci melihat Rey dan Gita bersama kembali, dia adalah orang yang merencanakan penculikan ini bersama Pasya. Ya, siapa lagi kalau bukan Maya, dia baru saja datang dan melihat semua keadaan yang kacau, seluruh rencananya hancur, dan lebih parahnya dia melihat dua manusia itu bersatu kembali.


Kini dia tengah berada tepat di pintu, saat melihat itu darahnya sangat mendidih, kebetulan sekali pistol yang dilempar Kevin berada di pintu, dengan segera Maya mengambil pistol itu dan mengarahkannya ke arah Rey dan Gita.


Tak ada yang menyadari keberadaannya sebab semua ikut terbawa suasana, akan tetapi Kevin melihat ada Maya di depan pintu yang sedang menodongkan pistol tepat ke arah Rey dan Gita, dia menarik pelatuknya dan....


Doorrrrrrrrr....


Mereka semua terkejut akan apa yang terjadi, bahkan semua pada tak menyadari apa yang baru saja terjadi, sungguh di luar dugaan, dengan beraninya Maya melesatkan pistol tepat mengenai Kevin.


Flashback....


Maya mulai menodongkan pistolnya ke arah Rey dan Gita, semua orang tak menyadari itu kecuali Kevin.


"Jangannnnnnn!!!!!" teriak Kevin dan melepaskan Pasya hingga terjatuh, Kevin berlari ke arah Rey dan Gita bermaksud melindungi mereka dan....


Dorrrrrrrrr....


Sebuah tembakan melesat dengan cepat tepat mengenai bahu sebelah kanan Kevin.


"Akhh!"

__ADS_1


"Papaaaaaaaaaaaa!!!!" teriak Rey dan Gita bersamaan menyadarkan semua orang atas apa yang terjadi.


Flashback off


Rey berlari dengan cepat dan Kevin jatuh tepat di pangkuan Rey, diikuti oleh Gita dan Farhan yang juga ikut mendekat, Sedangkan para polisi langsung meringkus Pasya dan juga Maya beserta para antek-anteknya.


"Pah, Papa bangun, Pah!" ucap Rey yang pelupuk matanya mulai mengeluarkan air mata.


"Pah, Papa pasti kuat, bangun, Pah!" ucap Gita ikut.


"Pa-papa baik-baik aja, Nak! Kalian tenang aja, uhkhhh." Erang Kevin menahan rasa sakit.


"Jangan di paksain, Pah! Hey kamu, bantu angkat Papa ke mobil, kita harus segera sampai ke Rumah sakit!" ucap Rey berteriak panik dan dengan sigap mereka mengangkat Kevin.


Gita juga ikut panik sampai tiba-tiba dia juga ikut mengerang sakit, sontak atensi Rey pun beralih ke Gita.


"Akhhhhh!!"


"Yang, kamu kenapa?" tanya Rey panik.


"A-aku enggak apa-apa, Mas. Mungkin hanya keram," jawab Gita.


"Enggak, kamu juga harus ikut ke Rumah sakit biar diperiksa juga!" ucap Rey yang tiba-tiba menggendong Gita, tentu saja Gita terkejut akan perlakuan suaminya.


"Anak papa kuat ya! Kita akan ke Rumah sakit untuk periksa keadaan kamu."


****************


Hai kaka reader, lunas ya, hari ini udah dua bab, jangan lupa like, komen dan giftnya juga jangan lupa yak.


Sampai jumpa lagi, See You All.

__ADS_1


__ADS_2