
Bagaimana dengan Anggi? Tentu saja dia langsung ikut mengejar Rey karena Rey sekarang adalah ATM berjalannya.
"Kak, aku mau denger penjelasan kak Devan dulu, berhenti, Kak! Sakit hiks...." ucap Gita yang kesakitan dan tentu saja itu juga sangat menyakitkan bagi Rey, karena telah melukai adiknya ditambah rasa sakit yang diberi oleh orang yang telah bersamanya selama tiga tahun terakhir.
"Maafin kakak, Dek! Kakak reflek tadi." Berhenti Rey yang kebetulan tengah berada di parkiran tempat mereka memarkirkan mobilnya tadi, tetapi berhentinya mereka juga di ikuti oleh Devan dan Anggi.
"Git, kakak bisa jelasin," bujuk Devan yang berusaha ingin menjelaskan.
"Apa? Apa yang mau lo jelasin ke adek gue, hah?! Belum puas lo sakitin adek gue!?" tanya Reyhan membentak.
"Rey, sabar dulu! Aku juga mau jelasin," kata Anggi menimpali dan berusaha menurunkan emosi Reyhan.
"Rey, tolong kasih gue kesempatan untuk bicara sama Gita!" Kata Devan membujuk Rey, tapi tanpa disadari mereka bertiga, Rey sudah sangat emosi hingga....
BUGH....
"Kakak, Rey!!" kata Gita dan Anggi berteriak karena terkejut melihat Rey memukul Devan bahkan sangat kuat sehingga di sudut bibir Devan lebam dan mengeluarkan darah.
"Elo boleh selingkuh sama pacar gue, elo boleh khianati persahabatan kita, tapi gue nggak akan pernah maafin elo, karena elo udah nyakitin adik gue," kata Reyhan mantap dengan mata tajam bagai belatih yang siap menghunuskan sasarannya.
"Maafin gue, Rey! Gue nggak bermak--" kata Devan membela diri tapi terpotong oleh sesuatu yang mengejutkan.
PLAKK.....
"Cukup! Cukup penjelasan dari Kakak! Aku udah paham," bentak Gita setelah melepaskan amarahnya di wajah Devan lewat tamparannya yang sangat keras.
__ADS_1
"Tapi Git, kakak bisa jelasin semua ini," ucap Devan memohon.
"Apa? Mau jelasin apa? Udah nggak ada yang perlu dijelasin. Kakak tau nggak? Bukan cuman aku yang Kakak sakitin. Nyadar nggak sih! Di sini kak Rey pun juga kalian sakiti, dan kamu kak Anggi, aku nggak nyangka kakak bisa ngelakuin hal sejahat ini sama kak Rey, apa salah kak Rey? Apa kak? Jawab!!" kata Gita membentak, dia benar-benar emosi sama dua manusia hina itu.
"Maafin kami, Git!" kata Anggi masih berusaha meminta maaf.
"Cukup! Dan kamu kak Dev, aku mau kita PUTUS!! Dan untuk kamu wanita tak tau diri, jauhi kakakku atau aku nggak akan segan-segan hancurkan hidup kalian berdua!!" kata Gita dengan amarah yang menggebu gebu.
"Cukup dek, cukup! Udah biarin aja mereka, dan kamu (menunjuk Anggi) kita juga putus!!" kata Rey dengan tenang menunjuk Anggi, tetapi bagi siapa yang mendegarkannya akan bergidik karena kata-katanya sungguh tajam.
"Yaudah, yuk kak kita pulang!" ajak Gita yang langsung menarik kakaknya masuk ke dalam mobil dan tentu saja Rey dengan sigap menancap gas dan segera meninggalkan tempat terungkapnya sesuatu yang sangat menghancurkan hati mereka berdua, bagaimana bisa pacar sang adik selingkuh dengan pacar sang kakak.
Di dalam perjalanan, tak henti-hentinya Gita menangis karena sakit hati atas apa yang baru saja terjadi, penghianatan yang bahkan tak terbayangkan di benak Gita. Bagaimana dengan Reyhan? Bahkan Rey terlihat sangat menyeramkan pada saat ini, bagaimana tidak? Saat ini keaadaan di dalam mobil sangat mencekam karena keheningan dari Reyhan, tetapi, beberapa saat kemudian Gita pun memecahkan keheningan Reyhan.
"Kak, maafin Gita ya hiks, karena Gita kakak putus sama kak Anggi hiks... hiks...." kata Gita sambil menangis merasa bersalah.
Akan tetapi Rey menyetir bukan arah pulang, dia mengarah ke rumah sakit tempat papanya dirawat. Mereka ingin menemui orang tuanya yang tengah berada di sana, ingin berkeluh kesah dan meringankan beban hati dan fikiran, karena tujuan awal mereka keluar rumah untuk senang-senang malah terjadi hal yang sebaliknya.
Sesampainya di rumah sakit, mereka langsung menuju ke ruangan di mana papanya dirawat, mereka ingin cepat cepat menceritakan hal ini kepada mamanya yang merupakan orang yang selalu menjadi seorang sahabat bagi anak-anaknya saat telah dewasa, dan sebagaimana kita ketahui bahwa seorang ibu bisa menjadi apa saja demi anaknya, rela mengorbankan apapun demi anaknya.
Sesampainya di ruangan, Gita langsung berlari ke arah mamanya sambil menangis, hal ini pun sontak membuat Ina dan Farhan terkejut saat melihat putrinya yang datang, tetapi dalam keadaan yang sedang menangis.
Sedangkan Reyhan, dia berjalan ke arah papanya dengan tenang seperti biasa, tetapi yang namanya orang tua pasti mengetahui kegelisahan sang anak hanya dengan melihat wajahnya saja. Farhan melihat sang putra berjalan dengan keadaan tersenyum tetapi dengan mata yang memerah, bahkan senyumnya itu seperti membawa makna kekecewaan.
Hal ini sontak membuat Farhan bertanya-tanya, apa yang sebenarnya terjadi? Putranya yang biasa tenang kini seperti memiliki kekecewaan yang mendalam.
__ADS_1
"Ada apa ini, kenapa kamu menangis, Nak? Ada apa?" tanya Ina khawatiran saat melihat putrinya menangis.
"Ada apa ini, Rey? Kenapa dengan Gita, dan kenapa kau hanya diam saja?" tanya Farhan yang ikut menimpali pertanyaan istrinya.
"Mah, Gita sama kak Rey dikhianati Mah hiks, hiks. Kak Devan sama hiks kak Anggi selingkuh, Mah!" jelas Gita sambil menangis tersedu-sedu.
"A-apa? Bagaimana bisa?" tanya Ina yang terkejut, dia berfikir bagaimana anaknya bisa tahu perselingkuhan pacarnya.
"Tak perlu kau tangisi hal itu. Kamu beruntung telah mengetahuinya sekarang dari pada tak sama sekali, bahkan papa baru saja ingin memberitahu kalian tentang hal ini," kata Farhan.
"Ja-jadi papa udah tau? Kenapa papa nggak kasih tau Rey, Pah?" Kali ini Rey yang berkata dengan satu tetesan air mata yang benar-benar menunjukkan kesedihannya.
"Tak perlu kamu bersedih, Nak! Papa hanya ingin kalian yang mengetahuinya sendiri," tutur Farhan, "Jadi papa mengetahuinya dari 6 bulan yang lalu saat sedang meeting di cafe depan hotel XYZ. Pada saat itu, papa melihat mereka berjalan berdua masuk ke dalam hotel, dari saat itu papa pun merasa curiga dan mengutus orang suruhan papa untuk menyelidikinya, dari yang papa dapatkan, mereka telah menjalin hubungannya gelap sudah sangat lama," sambung Farhan menjelaskan kronologinya.
Pada saat itu Rey langsung berdiri menghapus air matanya, lalu berjalan ke arah sang adik dan membawanya menghadap Farhan.
"Pah, mengenai permintaan papa, Rey setuju untuk menikah dengan Gita, setidaknya Gita akan setia dengan Rey," ucap Rey tersenyum, sontak membuat Farhan dan Ina mengembangkan senyumannya, tetapi perhatian Farhan pun teralih ke Gita.
"Gita juga setuju, Pah! Gita juga sayang sama kakak, cinta bisa muncul seiringnya waktu, lagipun kakak pun tak akan menghianati Gita," kata Gita juga tersenyum sambil menghapus air matanya.
ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ
Gimana kaka Reader chapter kali ini? Mohon kritik dan sarannya ya! Jangan lupa like dan votenya. Jangan lupa juga follow ig author!
Ig: @ahmad.zaidin_07
__ADS_1
Sampai jumpa besok lagi.
Love You All.