Adikku Is My Wife

Adikku Is My Wife
Bingung judulnya.


__ADS_3

Keesokan harinya....


Hari ini adalah hari di mana Rey dan lainnya kembali bertolak ke Jakarta, karena mereka banyak sekali hal yang harus di lakukan di kota metropolitan itu, apalagi sekarang Rey sudah resmi menjadi CEO dari perusahaan Farhan, tetapi tidak dengan perusahaan Kevin, Rey menolak menjadi CEO dari perusahaan Kevin sebab dia masih ingin meluangkan banyak waktu untuk keluarga kecilnya.


Saat ini yang ikut pulang bukan hanya mereka tetapi Kevin dan Kesya juga ikut, mereka memutuskan untuk menetap di Jakarta, sembari mengurus perusahaan mereka yang juga ada di Jakarta, lagipun mereka juga ingin lebih dekat dengan Rey, sebab dua puluh satu tahun lamanya, akhirnya mereka bisa bersatu kembali.


"Udah enggak ada yang ketinggalan Pah, Mah?" Tanya Rey kepada papa dan mamanya.


"Enggak ada, Rey, yaudah yuk berangkat!!!" Jawab Kevin.


"Kita satu mobil aja, Pah, mobil Rey kan kosong, cuman ada Gita, kan Papa sama Mama udah pulang duluan tadi pagi naik pesawat, katanya ada urusan mendadak," ucap Rey berusul yang disetujui oleh Kevin.


Sedangkan Kesya dan Gita sudah berada di mobil setelah tadi berpamitan kepada Herman dan Windy, diikuti juga oleh Kevin dan Rey, merekapun langsung bertolak ke Jakarta.


********


Di sisi lain, Maya sedang membantu persiapan pernikahan kakaknya, akan tetapi, dia juga sudah menjalankan suatu rencana yang dibuat bersama tantenya yang akan mereka tujukan kepada keluarga Pratama dan Nataniel.


Sedangkan Pasya sedang berada di suatu tempat yang jauh dari kerumunan, tetapi dia tak sendiri. Dia bersama beberapa orang yang sangat terlihat tak bersahabat, tetapi orang orang itu terlihat sangat patuh terhadap Pasya.


"Ingat apa yang saya katakan! Jangan sampai kalian gagal!!!" titah Pasya kepada mereka.


"Siap, Bos!!!" Jawab mereka serentak.


********

__ADS_1


Di sisi lain pula ada Anggi dan Devan yang sedang berada di sebuah bangku taman, mereka berbincang bincang kecil setelah tadi jalan-jalan memenuhi nyidam dari Anggi yang ingin makan seblak.


"Anggi, kandungan kamu udah berapa bulan?" Tanya Devan sembari mengelus perut Anggi.


"Ehmm, sekitar empat bulan lebih, emangnya kenapa?" tanya balik Anggi setelah menjawab pertanyaan dari Devan.


"Ehmm, aku penasaran sama jenis kelamin anak kita, kita cek yuk!!" ajak Devan.


"Emangnya kamu pingin anak kita cewek atau cowok?" tanya Anggi lagi.


"Aku pingin anak kita cowok, biar jadi jagoan. Kelak, nanti dia juga bakal bantuin papanya jagain mamanya, tapi kalau anak kita cewek maka papanya akan ekstra untuk jaga tuan putrinya dari buaya predator di luaran sana," jawab Devan jujur tetapi agak ngelawak, sungguh jawaban dari Devan sangat memuaskan bagi Anggi tetapi dia agak sedikit terkekeh saat mendengar penjelasannya.


"Ada ada aja kamu, yaudah yuk, kita ke Rumah sakit, sekaligus pemeriksaan pertama aku bersama papa kandung anak kita," ucap Anggi membuat air muka Devan menjadi sendu, dia merasa bersalah sebab dulu tak mau mengakui anak ini, saat dia sudah mengakuinya malah harus di penjara, sehingga mengharuskannya untuk berpisah dari calon anaknya, sungguh dia sangat menyesal akan hal itu.


"Udah enggak apacapa kok, aku udah lupain masa lalu itu, yang terpenting sekarang kamu harus janji akan ada selalu demi anak kita. Kita harus besarin anak ini bersama-sama!" katabAnggi dengan mata yang berkaca-kaca terharu akan kesadaran dari Devan.


"Iya, aku janji akan selalu ada bersamamu, bersama anak kita. aku akan belajar menjadi suami dan ayah yang baik buat keluarga kecil kita," jawab Devan penuh dengan jiwa tanggung jawab, mungkin karena di penjara memberi efek jera kepada Devan, karena sejatinya orang akan berubah seiring dengannya waktu karena suatu hukuman.


"Terima kasih, tapi udah ah, jangan mellow lagi, kan aku nangis jadinya, katanya kita mau cek kandungan!" suruh Anggi membuat keduanya kembali tersenyum.


"Hehehe, yaudah ayuk kita periksa!!!" Merekapun pergi ke Rumah sakit tempat di mana Anggi biasa memeriksakan kandungannya.


.


.

__ADS_1


.


.


.


.


Setelah melewati perjalanan yang cukup panjang, akhirnya Rey dan lainnya sampai juga di Jakarta, akan tetapi mereka berpisah, Kevin dan Kesya ke rumah mereka yang sudah disiapkan Kevin sedangkan Rey dan Gita kembali ke rumah Nataniel, mereka tak lagi pindah dari rumah itu sebab rumah itu sekarang sudah dialih namakan Farhan menjadi atas nama Rey dan Gita.


Cukup perjalanan yang melelahkan, apalagi ditambah keinginan Gita yang ini itu, dan itupun harus itu juga di turuti, sungguh kalau mau nikah dan ngelakuin ML, harus dipikir-pikir dulu, sebab segala sesuatu pasti ada timbal baliknya, pikir Rey.


Kini setelah sampai rumah dengan, sang istri malah meminta dibelikan daging rendang, tetapi dari rumah makan padangnya langsung, sungguh mengesalkan, kenapa tak sedari tadi saja saat di perjalanan, padahal tadi sudah melewati banyak sekali rumah makan padang. Huh, marah dosa nggak sih? Pikir Rey.


(sabar ya, Abang Rey)


Gimana mau sabar aku, Thor. Otor ngehalunya nyusahin aku.


(wkwkwkwkwk).


****************


Hai kaka reader, maaf ya akhircakhir ini aku nggak up, tiga hari ini aku sakit, ini aja masik lemes, tapi aku usahain up, doain aku ya biar cepet sembuh, sekali lagi maaf ya, jangan lupa like, komen, votenya juga jangan lupa, kasih author hadiah minimal setangkai bunga, biar tambah semangat upnya terima kasih.


SEE YOU ALL.

__ADS_1


__ADS_2