Adikku Is My Wife

Adikku Is My Wife
Kekhawatiran Rey


__ADS_3

"Mas, temenin aku ngemall yuk!" jjak Gita kepada suaminya.


"Sekarang, Yang? Kita baru aja nyampek," keluh Rey yang kelelahan sebab mereka baru saja pulang dari mini market depan komplek, dan sekarang setelah pulang sudah di ajak pergi lagi.


"Iya, Mas, temenin aku ya! Ini anak kamu yang minta loh." Telak sudah Gita memberikan senjata andalannya, sebab kalau sudah berkata seperti itu, Rey hanya bisa pasrah menuruti kemauan sang istri.


"Yaudah yuk! Kamu siap-siap!" jawab Rey pasrah menghela nafas panjang.


Senang sekali Gita mengerjain Rey, apa semua bumil seperti itu ya? Setelah beberapa saat di perjalanan yang menurut Rey sangat membosankan, akhirnya mereka sampai di Pusat perbelanjaan tepat di tengah kota.


Betapa senangnya Gita saat keinginannya tersampaikan, dia terus mengembangkan senyumnya sepanjang perjalanan masuk ke dalam mall besar itu, gimana dengan Rey? Dia berusaha untuk mengembangkan senyumnya demi sang istri yang sedang mengandung anaknya.


"Ayo, Mas! Cepetan kita ke toko tas itu dulu, selagi ada diskon," ajak Gita menggebu-gebu.


"Jangan, Yang! Itu rame banget, nanti kamu jatuh." Larang Rey khawatir, sebab Gita dalam keadaan hamil muda.


"Mas ikh, itu ada diskon loh, tiga puluh persen," Ucap Gita lagi.


"Enggak, kamu mau ambil berapa aja semahal apapun mas kasih, tapi jangan kesana, bahaya! Nggak ada bantahan," titah Rey benar-benar melarang Gita, dan mereka berjalan ke arah toko lain dengan wajah Gita yang ditekuk karena merasa sebal, padahal dia sudah mengincar tas di toko berdiskon tadi.


"Yang, udah dong jangan cemberut mulu, yuk makan es krim!" ajak Rey supaya Gita kembali tersenyum. Dan benar saja Gita merasa senang sebab sudah lama dia tak makan es krim.


"Ayo, Mas, itu ada toko es krim, kita ke situ aja." Gita langsung berjalan cepat ke toko meninggalkan Rey di belakang.


"Dasar bumil, cepet banget naik turun emosinya, hah untung yang ngejalanin morning sickness bukan dia, kalau dia, aku tak sanggup melihatnya tiap pagi selalu mual muntah lemes, tapi aku juga lemes, malah pas minta jatah ada aja lagi alasannya, udah seminggu aku puasa, hiks, junior gue sampek kering." Gerutu Rey sebal.


"Cepetan, Mas!" Panggil Gita.


"Iya iya," Jawab Rey. "Ehmm, Mas tunggu sini dulu ya! Aku mau ke toilet dulu, Mas tunggu es krimnya, nanti malah antri panjang!" Ujar Gita pamit ke toilet.


"Mas temanin aja ya!" kata Rey merasa khawatir.


"Enggak usah, Mas! Sebentar aja kok," seru Gita menolak.

__ADS_1


"Yaudah kamu hati-hati, jangan lama-lama!" Kata Rey agak sedikit khawatir.


Gita pun pergi berjalan ke arah toilet mall tersebut, akan tetapi, tanpa mereka sadari sedari tadi mereka sedang di awasi oleh beberapa orang, yang sepertinya tak bersahabat dengan mereka.


"Ayo cepat, target sudah berpisah!" ucap orang itu.


"Siap!!!" balas mereka.


Setengah jam kemudian....


"Kok Gita lama banget sih, ini sudah setengah jam loh, es krimnya udah mulai cair lagi," Keluh Rey kelamaan menunggu sang istri.


"Apa aku susulin aja ya? Susul enggak, susul enggak, susul aja deh." Rey langsung bangkit dari duduknya dan berjalan ke arah toilet, tempat di mana tadi sang istri meminta izin.


Sesampainya di toilet, betapa bingungnya Rey, antara masuk atau tidak ke dalam, sebab itu adalah toilet wanita sedangkan dia itu pria, mungkin bagi laki-laki masuk toilet wanita itu rezeky akan tetapi bisa bisa di serbu sama kaum wanita jika dia tetap masuk.


Akan tetapi karena khawatir, dia pun memutuskan untuk masuk dan mengecek, saat sudah di dalam dia menghela nafas lega, karena tak ada wanita di dalamnya, dia pun menggeleda isi toilet itu, akan tetapi dia tak menemukan istrinya.


"Kemana kamu, Yang? Kok nggak ada di toilet," ucap Rey khawatir.


Tut....


Tut....


Tut....


~Nomor yang Anda tuju, sedang tidak dapat menerima panggilan.


"Kok nggak aktif sih? Tadi kan ponselnya di bawa sama dia. Ya Tuhan, kemana kamu, semoga kamu baik-baik aja." Rey benarcbenar khawatir.


Dia khawatir sebab selama ini banyak sekali musuh yang berusaha mengancam mereka, ditambah kondisi Gita sedang hamil muda, dalam kondisi ini Gita sangat rentan keguguran, dia benar-benar cemas, kemana sebenarnya Gita.


"Aku harus segera ke ruang cctv, ya aku harus periksa," ucap Rey bergegas berlari ke arah petugas keamanan.

__ADS_1


"Pak, maaf boleh saya melihat cctvnya, saya sedang mencari istri saya," ucap Rey kepada petugas itu.


"Apa sebelumnya sudah di cari, Pak?" tanya petugas itu.


"Sudah, Pak. Bahkan telponnya mendadak tak aktif, saya khawatir pak, istri saya sedang hamil, saya mohon, Pak!" seru Rey menggusap wajahnya dengan kasar pertanda dia frustasi karena benar-benar khawatir.


"Baiklah, mari saya tunjukan," jawab petugas itu mempersilahkan.


Beberapa menit kemudian setelah meihat rekaman cctv, Rey semakin frustasi sebab di dalam rekaman itu di saat jam dia pisah dengan Gita semua kamera cctv error, seperti diretas. Sungguh hal itu semakin membawa kecemasan bagi Rey.


"Bagaimana ini, kemana kamu, Yang? Pasti telah terjadi sesuatu sama kamu, kamu yang kuat, mas akan cari kamu sampai dapat," ucap Rey yang tanpa sadar airmatanya menetes terbawa airmuka yang terlihat benar-benar cemas.


"Papa, ya papa, aku harus bilang papa, pasti papa bisa bantu, kamu tunggu mas, Yang! Mas akan berusaha temuin kamu," kata Rey berlari keluar ke arah garasi dan segera pulang untuk menemui papanya.


*******


GITA POV


Aku terbangun dari tidurku, tapi kok aku merasa kepalaku berat sekali, rasanya pusing, ku gerakkan tanganku untuk memijat kepalaku, tetapi tak bisa, karena tanganku terikat di kursi, dan kenapa ini? Kok aku di ikat, kenapa kepalaku pusing, kenapa aku bisa berada di tempat ini, terakhir kali aku berada di toilet, ya di toilet mall, setelah minta izin sama suamiku.


Aku ingat, saat aku keluar dari toilet ada dua orang laki-laki berdiri di depan toilet, aku pikir mereka hanya iseng tetapi malah tiba-tiba aku di bekap denganĀ  sebuah sarung tangan hingga aku pingsan, dan bangun-bangun aku udah di sini, berarti aku di culik, aku panik, bagaimana ini, pasti Mas Rey juga sedang menungguku. Ya Tuhan cobaan apalagi ini? Ku mohon tolong aku.


"Ikh,baku harus lepasin ikatan ini, hah udah sore, jadi aku pingsan udah lima jam, pasti Mas Rey udah bingung, ya tuhan bantu aku!" ucapku seraya berusaha membuka ikatan tangannya setelah melihat jam yang melingkar di lenganku.


Plok....


Plok....


Plok....


Tiba-tiba dari arah lain ada yang menepuk tangannya, siapa dia, dan kenapa dia berjalan mendekat, aku sungguh sangat ketakutan, aku takut dicelakai, aku juga takut anakku yang aku kandung juga terancam, bagaimana ini?


"Hai manis, hhhhahaha, jangan harap kamu bisa lolos, nikmatilah kejutan kami ini, sebentar lagi bos akan datang dan akan memberikanmu pelajaran hahaha," katanya yang membuat aku semakin takut, siapa? Siapa yang telah menculikku? Siapa orang itu?

__ADS_1


****************


Hai kaka reader, kita mulai konfliknya, jangan lupa ya tinggalin jejak, votenya juga! See you.


__ADS_2