
Setelah mereka selesai makan, mereka memutuskan untuk tidak keluar, melihat kondisi Gita yang belum bisa berjalan karena ulah Rey semalam, emang begitu ya semua laki-laki? Janjiin mainnya lembut, eh iya awalnya lembut, tapi berujung kasar dan terjadi pengulangan. Menjengkelkan! Pikir Gita.
"Yang, jadi kita nggak keluar ini, mana enak di kamar tak melakukan apa-apa!" keluh Rey yang membuat sang istri kesal.
"Oh, Mas bosan ya? Yaudah pergi aja sana, jangan kembali lagi!" ucap Gita ketus.
"Loh kok kamu gitu sih, nggak peka!" balas Rey jutek. Karena perkataan Rey, Gita malah semakin kesal.
"Nggak peka? Aku nggak peka? Mas yang nggak peka. Mas sadar nggak sih yang buat aku kayak gini tuh siapa?" teriak Gita semakin ketus dan membuat Rey jadi merasa was-was dengan kemarahan sang istri.
"Iya deh, mas yang salah, yaudah terus kita mau ngapain nih?" tanya Rey.
"Yaudah, rebahan aja!" jawab Gita masih jutek.
"Yaudah, yuk tidur, sini mas peluk!" Rey langsung membaringkan dirinya, tak lupa memeluk sang istri di atas ranjang.
Gita merasa terkejut karena tiba-tiba Rey langsung melompat ke atas ranjang, dia pikir akan ada yang terjadi setelah itu sehingga dia menjadi gugup.
"Ma-mas mau ngapain?" tanya Gita was-was.
"Tidurlah, kan kamu juga yang ngajakin," jawab Rey santai tetapi perkataan sang suami dianggap ambigu oleh Gita, dia merasa bahwa jawaban dari Rey tak menjawab pertanyaannya, Rey jadi heran melihat Gita semakin gugup.
"Kok kamu seperti gugup sih, Yang? Ayooo, jangan-jangan kamu mikirin itu ya!" tuding Rey menggoda.
"Enak aja, Mas yang dari tadi pengen itukan?" jawab Guta mengelak.
"Kapan mas bilang mau itu, halah kamu beneran mikir itu ya, atau jangan-jangan kamu mau lagi?" cerca Rey semakin semangat menggoda sang istri kala melihat Gita salah tingkah.
"Ihk, nyebelin!" Telak sudah, Gita benar-benar ngambek, di sini Rey jadi takut, takut akan didiamin Gita.
"Yah, jangan ngambek dong, maaf ya! Janji deh nggak lagi," ucap Rey meminta maaf.
"Nggak, janji mas palsu, sana jauh-jauh!" ucap Gita masih saja ketus.
"Oh kamu nggak mau maafin mas, oke...." Tiba-tiba Rey melahap habis bibir Gita sampai Gita kehabisan nafas.
"Masih nggak mau maafin? Oke," ucap Rey tapi langsung disergah Gita.
"Iya iya, aku maafin, huh dasar pemaksaan!" jawab Gita malas.
__ADS_1
"Makasih istriku sayang, mas makin cinta deh sama kamu," ucap Rey menggombal dan mengeratkan pelukannya seakan Gita adalah bantal guling bernafas.
"Mas, aku mau ngomong sesuatu, tapi mas janji jangan marah ya?" ujar Gita ragu-ragu.
"Iya mas janji, kamu mau ngomong apa?" tanya Rey penasaran.
"Mas penasaran nggak sih sama orang tua kandung mas?" tanya Gita perlahan agar Rey tak sakit hati.
"Gimana ya, mas sih penasaran, tapi mas sakit hati kenapa mereka membuang mas, sedangkan mas nggak punya salah," ucap Rey sendu bahkan matanya menandakan kesedihan.
"Jadi mas beneran nggak mau nyari orang tua kandung mas?" tanya Gita yang memeluk Rey berharap Rey agar tak sedih.
"Nanti deh mas pikirin, sekarang mas mau bahagia dulu sama keluarga kecil mas," jawab Rey yang tiba-tiba semringah dan memeluk Gita.
"Udah yuk tidur! Entar malem kita jalan-jalan, atau kamu mau--" ujar Rey terpotong.
"Tidur aja deh."
"Apa-apaan, tadi mewek kok malah tiba-tiba jadi gitu, dasar! Pintar sekali memanfaatkan keadaan," batin Gita.
Di sisi lain ada seorang wanita misterius yang sekarang sudah mendapatkan secerca informasi, sungguh diluar dugaan, dia cerdas sekali, karena dengan cepat telah berhasil mengambil gambar Rey saat didekat ayunan wisata romantis Pulau Maldives.
*****
"Anak papa baik-baik ajakan di dalam perut mama, jangan ngerepotin mama ya, sebentar lagi papa bebas, Om Rey udah meringankan hukuman papa," ucap Devan kepada sang anak yang masih di dalam perut Anggi dan sekarang telah menginjak usia 4 minggu.
"Hah, beneran Rey ngeringanin hukuman kamu?" tanya Anggi tak percaya.
"Iya, aku dibolehin pulang setelah tiga bulan, dan setelah itu aku akan nikahin kamu," jawab Devan antusias.
"Beneran, Dev? Kamu mau nikahin aku, tapi kitakan nggak saling cinta?" tanya Anggi ragu.
"Cinta tumbuh karena terbiasa, seiring dengan waktu cinta akan tumbuh. Kamu lihat Rey dan Gita, mereka awalnya nggak saling cinta dan sekarang mereka malah sedang bulanmadu. Aku yakin Rey udah berhasil bobol gawang istrinya," kelakar Devan.
"Ikh, kok malah ke situ sih pembahasannya?" ucap Anggi sebel.
"Haha, tapi kamu maukan nikah sama aku?" tanya Deva sungguh-sungguh.
"Ehmm, i-iya, aku mau," jawab Anggi malu.
__ADS_1
"Makasih ya, aku janji bakal bahagiain kamu sama anak kita nanti," balas Devan sejuk.
"Terus adik kamu gimana?" tanya Anggi.
"Adik aku nggak diberi keringanan, Rey dan Gita tahu kalau Maya masih nyimpen dendam ke mereka, dan orang tua aku pun nggak mau ikut campur, karena ini semua murni kesalahan kami," ucap Devan sendu.
"Kamu yang sabar ya, aku yakin Maya pasti bisa berubah." Anggi menyemangati calon ayah dari anaknya.
*****
Di sisi lain pula, Farhan juga baru selesai meeting dengan seorang klien perusahaan properti yang berasal dari Bandung, dia adalah Herman Pratama, seorang CEO Pratama grup, usianya bahkan sudah melebihi dari usia Farhan, seharusnya dia sudah pensiun dan menikmati masa tuanya, tetapi masih saja berkutat dengan pekerjaan.
"Senang bekerja sama dengan anda, Pak Herman." Farhan berjabat tangan dengan Herman.
"Iya, semoga lancar proyeknya," balas Herman.
"Oh iya, Pak, kalau boleh tau kenapa bapak tak pensiun saja? Seharusnya bapak menikmati masa tua di rumah dengan kelurga," tanya Farhan.
"Sebenarnya saya sudah sempat pensiun, digantikan oleh putra saya, tetapi kini putra saya sedang sakit parah semenjak istrinya meninggal, jadi saya kembali masuk ke perusahaan," jawab Herman sendu.
"Maaf, Pak! Semoga anak bapak cepet sebuh ya." Farhan berdoa untuk keluarga Herman.
"Nggak apa-apa, Pak, terima kasih atas doanya, oh ya, bapak kan juga seharusnya pensiun, kan juga sudah tua loh," balas Herman.
"Hahaha, sebentar lagi saya pensiun, biar putra saya bahagia sebentar menjadi pengantin baru, setelah itu baru dia saya bebankan kerjaan yang menumpuk dari perusahaan," kelakar Farhan membuat Herman tergelak.
"Wah, berarti sebentar lagi dapet cucu dong," seru Herman.
"Amin, doain aja ya, Pak!" pinta Farhan.
*******
Hai kaka reader, penasaran nggak sama wanita misterius dan Herman.
Kalau penasaran, jangan lupa komennya ya!
Jangan lupa juga like yang banyak.
SEE YOU ALL.
__ADS_1