Adikku Is My Wife

Adikku Is My Wife
Kesedihan Kevin Pratama


__ADS_3

"Maaf, Tuan. Saya ada laporan untuk Tuan," ucap orang suruhan Farhan lewat sambungan telpon.


"Iya, ada apa?" tanya Farhan.


"Begini, Tuan, kemaren saat tuan muda sama istrinya honeymoon, ada yang menguntit mereka, dan lebih parahnya lagi kini dia juga mengikuti putra tuan sampai Indonesia.l," jelas orang suruhan Farhan, mengatakan apa yang dia dapat dari beberapa hari mengikuti Rey dan Gita sampai menemui kejanggalan yang berupa hal yang mungkin akan membahayakan tuan mudanya.


"Hah, bahkan sampai sini? Katakan, berapa orang yang udah ngikutin anak saya?" tanya Farhan terkejut.


"Ehmmm, hanya satu orang, Tuan, dan itupun seorang wanita, tetapi dia sangat berpengaruh di bidang perusahaan, seperti Tuan, dia juga seorang CEO dan perusahaannya juga ada di Indonesia dan di beberapa negara lain," jelas orang suruhan Farhan.


"Baiklah, cari tau siapa dia, dan kerahkan beberapa anak buahmu untuk menjaga anakku, tetapi dari jauh agar mereka tak merasa khawatir, intinya terus awasin orang itu!" titah Farhan yang dianggap mutlak oleh orang suruhannya.


"Siap, Tuan!"


*****


Keesokan harinya adalah hari di mana Rey dan Gita kembali memulai aktivitasnya, mereka pergi ke tempat yang sama yaitu kampus mereka,kini Gita sudah memasuki semester tiga sedangkan Rey dia sudah menyusun skripsi padahal masih semester enam, ya begitulah, Rey sangat pintar sehingga hanya tiga tahun dia mampu untuk menyelesaikan S1-nya.


"Mas, nanti beneran ikut papa hadir di perusahaan Pak Herman?" tanya Gita membuka percakapan.


"Kayaknya nggak deh, soalnya nanti kitakan mau ke Cafe dulu, kemungkinan sekitar tiga jam waktu kita habis di sana, dan kakak tadi ditugasin sama papa untuk ngecek berkas berkas sama Om Adam, sekretaris papa, jadi yang hadir di perusahaan Pak Herman ya hanya papa," jawab Rey panjang lebar.


"Oh yaudah, semangat ya kerjanya, Mas!" ucap Gita menyemangati.


"Makasih istriku, biar tambah semangat ayo dong kecup pipi mas!" pinta Rey.


"Iya iya, cuph ... udah, semangat suamiku, Aku mencintaimu." Gita memeluk Rey.


"I love you to my wife."

__ADS_1


*****


KEVIN POV ON


Kini aku tengah berdiri di depan cermin yang ada di kamarku, aku menatap diriku lekat, berfikir apakah aku mampu keluar dari kenangan-kenangan indah bersama istriku, setelah sekian lama kini aku harus kembali mengurus perusahaan yang telah aku tinggalkan selama dua puluh satu tahun, dan diambil alih oleh papa.


Aku takut, takut akan ngecewain dia lagi, terakhir kali aku memimpin perusahaan, aku terlalu bodoh sehingga setengah aset dari perusahaan dicuri oleh sahabatku, aku menyesal, aku menyesal tak mendengarkan perkataan istriku.


Gara-gara kecerobohanku, perusahaan dulu hampir kolaps, aku kehilangan istriku yang sangat aku cintai, anakku yang baru saja lahir, aku kangen, aku kangen sekali dengan istri dan anakku.


Aku merasa gagal menjadi seorang suami, aku tak dapat melindungi mereka. Istriku meninggal dibunuh oleh orang yang bahkan sampai sekarang tak dapat aku lacak, sedangkan anakku berhasil di selamatkan istriku tetapi aku tak tau kini dia berada di mana, surat yang ditulis istriku tak memberi tahu di mana keberadaan anakku. Kini aku tengah memegang surat terakhir dari istriku.


Flashback on


Aku tergesa-gesa turun dari mobil dan langsung menuju kamar, aku sudah sangat tak sabar melihat kedua malaikatku, tetapi saat sudah sampai kamar aku tak menemukan mereka, aku pun mencari ke seluruh rumah, tapi tak kunjung ketemu, aku pun kembali ke kamar dan menemukan sepucuk surat, dan saat membacanya, betapa sakit, sedih, amarah semua menjadi satu hingga tanpa sadar airmata ku menetes.


ISI SURAT


Saat kau membaca surat ini mungkin aku sudah tiada, aku tak dapat menulis panjang kali lebar, aku harap kau dapat mengerti.


Kini aku tengah dikejar oleh orang suruhan Pasya, aku telah mengetahui niat jahatnya, sehingga dia menyuruh orang untuk melenyapkan aku dan putra kita, dia berniat ingin  mengambil alih perusahaanmu, Sayang.


Soal putra kita, kau jangan khawatir, anak kita aman bersamaku, aku akan mengamankannya sebelum aku tertangkap, kumohon segeralah cari putra kita ya, sengaja tak ku beritahu keberadaannya karena aku takut yang membaca surat ini bukanlah kau.


Penuh Cinta Istrimu


Key.


*****

__ADS_1


"Aku janji Key, aku akan menemukan putra kita, dan aku tak akan memaafkan Pasya. Maafkan aku yang tak mendengarkan perkataanmu, aku akan berusaha mencari keberadaan mayatmu," ucap Kevin menangis setelah membaca surat itu.


Flashback Off


Aku marah, marah kepada diriku sendiri karena sejak hari ini aku masih belum bisa memenuhi janjiku kepada mendiang istriku, seakan omonganku hanyalah sebuah bualan semata, tapi tidak lagi, aku akan berusaha menemukanmu Pasya, aku akan balas dendam atas apa yang kau lakuin ke istri dan anakku. Teruntuk anakku, papa akan berjuang menemukanmu, dan kemungkinan kamu sudah dewasa saat ini nak.


KEVIN POV OFF


*****


Kini Rey sudah berada di perusahaan setelah mengantarkan Gita pulang untuk beristirahat, sekarang dia tengah berkutat dengan berkas-berkas yang sudah menumpuk di meja, bahkan dengan tak tau dirinya Adam terus menambahkan berkas-berkas dan menumpuknya di meja Rey, padahal berkas yang sebelumnya saja belum selesai dia periksa.


"Nih, Bos, berkasnya ada lagi," Adam memberikan beberapa berkas lagi.


"Om, kok gitu sih, yang tadi aja belum kelar Rey periksa, bantuin kek! Entar ada yang selip lagi," protes Rey.


"Tenang aja itu berkas yang terakhir, iya-iya baiklah, om akan bantu kamu, tapi ini yang pertama dan terkhir, masa colon presdir nggak mampu ngerjain ini," ledek Adam.


"Yes makasih, Om, kalau gini kan aku nggak bakal lembur, jadi bisa kelon sama istri," ucap Rey tak tau diri.


Sialan nih bocah, pamer lagi, malah bini gue lagi nggak di rumah lagi, nasib-nasib. Ucap Adam dalam hati.


"Kok diem aja sih, Om, buruan bantuin!" ucap Rey menyadarkan Adam dari lamunannya.


"Iya iya, sini berkasnya, kita bagi dua aja," jawab Adam.


*****


Di sisi lain, Farhan tengah berada di ruang rapat di perusahaan Herman, beliau mengundang Farhan bersama para pemegang saham lainnya karena beliau ingin menurunkan jabatannya ke putranya.

__ADS_1


"Baiklah, karena semua sudah berkumpul, saya akan memulai rapatnya, terimakasih atas kesedian waktunya dari saudara-saudara sekalian, saya mengumpulkan Anda sekalian karena saya memutuskan untuk pensiun dan akan mengangkat putra saya Kevin Pratama sebagai presiden direktur Pratama Group, baiklah silahkan masuk!" ucap Herman panjang lebar dan alangkah terkejutnya Farhan saat melihat putra Herman, Kevin Pratama.


"Selamat sore semuanya!"


__ADS_2