Adikku Is My Wife

Adikku Is My Wife
Tangis dan Bahagia


__ADS_3

"Si-siapa, Anda?" tanya Rey dan Gita bersamaan, mereka terkejut saat melihat ada orang yang wajahnya sangat mirip dengan Rey, sungguh sulit sekali dicerna kejadian ini.


"A-apa ini, Pah, si-siapa mereka?" tanya Rey terbata-bata kepada Farhan sedangkan Gita menutup mulut karena sulit berkata-kata, dia hanya bisa mengekspresikan hal ini dengan air matanya saja.


"Apa ini, Pah, JAWAB!!" bentak Rey kepada Farhan karena tak mendapatkan jawaban, sedangkan Kevin akhirnya air matanya terjatuh setelah setelah beberapa jam yang lalu dia tahan. Begitu pula dengan windy dan Ina, belum terjadi sesuatu mereka malah menangis.


Terjadi keheningan, hanya ada suara tangis, dan derap langkah kaki Farhan yang sedang berjalan mendekati Rey, dia pegang pundak Rey, mengelus punggungnya agar nafas dan emosinya kembali teratur.


"Nak, mendekatlah ke dia, pegang tangannya, peluk dia, dengarkan apa yang ingin dia katakan, dia --dia adalah ayah kandung kamu," ucap papa Farhan pelan yang sukses menggetarkan hati Rey, sukses sudah air mata Rey jatuh menetes membasahi pipinya.


"A-apa, Pah?" tanya Rey ragu.


"Iya, Nak, mendekatlah ke dia, peluk dia!" ucap Farhan sekali lagi.


"Enggak, nggak mungkin, orang kandung Rey udah mati! Mereka udah mati! Dengan teganya mereka ngebuang Rey, Rey nggak salah, Pah, Rey masih kecil, Rey belum tau apa-apa, tapi mereka dengan teganya ngebuang Rey, mana buktinya kalau mereka orang tua kandung Rey?" teriak Rey tak percaya, dia bingung, antara mau sedih, senang, atau marah.


"Enggak, Nak, ini papa, papa nggak ngebuang kamu, Nak." Bela Kevin yang akhirnya membuka suara setelah mendengar penolakan dari Rey.


"Iya, Nak, dia papa kamu. Hiks, dan itu adalah kakek dan nenek kamu, mereka udah mencari kamu kemana-mana," timpal Ina ikut menjelaskan.


"Enggak, nggak mungkin, kalian semua bohongkan? Aaaaakkkkkkhhhhhhh!!" teriak Rey membanting benda apa saja yang ada di dekatnya.


Tar.....


Tranggg....


Brakkk....


"Aaakkkkhhhhhhhh!!!" Amuk Rey lagi, entah mengapa dalam keadaan begini fikirannya seakan kosong, tak mampu berfikir jernih, dia terus membanting sesuatu.


"Mas, tenang!Mas hiks hiks tenang  Mas!" ucap Gita mendekat ke arah suaminya karena dia memang tau bahwa hati sang suami saat ini sedang tak baik-baik saja.

__ADS_1


Rey tak mendengarkan ucapan sang istri, dia terus membanting dan membanting, sampai-sampai Rey membanting sebuah vas bunga dan tanpa sengaja pecahan vas bunga itu mengenai Gita dan membuat sang istri terluka.


"Aukkkhhhhhhh!" teriak Gita.


"Gitaaa!!!" teriak semua orang.


REY POV


Degh......


Apa yang aku lakukan, kenapa aku berbuat seperti ini, kenapa ... Kenapa aku  jadi tak terkendali seperti ini, dan mengapa semua pada berlari ke arah istriku, apa yang sebenarnya terjadi.


Mengapa mereka terlihat sangat khawatir, dan mengapa suara mereka terdengar lebih pelan dari biasanya.


Aku penasaran, aku pun mendekat dan mencoba melihat apa yang terjadi, sesaat kemudian, aku pun melihat apa yang terjadi kepada istriku, berdarah? Apa aku yang ngelakuin hal ini? Bodoh! Bodoh! Bodoh kamu Rey! Kenapa kau tak mampu mengendalikan emosimu.


"Git, maafin mas, mas tak sengaja, maafin mas, cepat ambilkan kotak obat!" teriakku khawatir tetapi tiba-tiba Gita memegang pipiku, sungguh perasaanku jauh lebih tenang saat dia menyentuhku.


"Mas, aku nggak apa-apa, Mas yang tenang, mas dengerin dulu penjelasan mereka ya, ku mohon!" pinta istriku menangis, sungguh air matanya sangat menyayat hatiku, apa yang aku lakukan, kenapa aku sampai membuat istriku menangis dan kenapa papa dan mama juga ikut menangis, dan kenapa aku membuat semua orang menangis.


REY POV OFF


"Nak, dengerin dulu penjelasan papa, mereka emang orang tua kandung kamu, papa ada buktinya, kemaren papa udah jalanin test DNA, dan terbukti kamu dan Pak Kevin cocok, dan itu ngebuktiin kalau dia adalah ayah biologis kamu. Kamu inget nggak, waktu papa menjambak rambut kamu, papa sengaja ngelakuin itu untuk keperluan sample DNA yang akan digunkan untuk test," jelas Farhan.


Bagaimana dengan Rey? Dia bergetar hebat dan menangis setelah membaca hasil dari test itu, Kevin langsung merentangkan tangannya menandakan bahwa agar Rey segera memeluknya, tentu saja Rey langsung berlari dan memeluk sang ayah kandungnya.


Mereka berpelukan cukup lama, saling melepas rindu, bahkan mereka tak memperdulikan semua mata yang menatap kejadian itu, ada yang menangis, ada yang terharu dan mata yang berkaca-kaca, termasuk juga para Art yang ada di rumah itu.


"Abi anakku, kamu udah besar, Nak. Cuph, papa kangen kamu, Nak, kamu dari mana aja? Maafin papa yang nggak becus ini," ucap Kevin menangis bahagia sembari mengecup kepala Rey, karena akhirnya dia bisa memeluk Abinya.


"Hiks kenapa ... Kenapa papa buang Rey? Rey kan nggak salah apa-apa," tanya Rey sambil menangis.

__ADS_1


"Shut, papa sama mama nggak pernah buang kamu, ini kami lakuin untuk melindungi kamu," jawab Kevin.


"Terus mama mana, Pah? Hiks, apa Mama nggak pengen ketemu Rey?" tanya Rey tak tau apa yang sedang dia tanyakan, sontak Kevin pun menunduk.


"Mama kamu udah tenang di sana, dia meninggal saat berusaha nyelametin kamu," jawab Kevin sedih.


"Rey nggak tau mau sedih atau bahagia, Pah, sebenarnya apa yang terjadi di masa lalu?" tanya Rey kembali.


"Ekhmmm, nanti cerita-ceritanya, apa kamu nggak mau meluk kakek dan nenekmu?" ucap Herman mengganggu Kevin.


Rey pun mendekat ke arah nenek dan kakeknya, dia memeluk mereka, menghapus air mata sang nenek, lalu kembali memeluk mereka.


"Katanya kamu udah punya istri, sekarang mana istri kamu?" Singgung windy.


"Iya, Nek. Git, sini!" Panggil Rey dan Gita pun menurut, dia melangkah ke arah sang suami meski dia sedang merasan sakit di kepalanya efek luka terkena pecahan vas bunga, Rey yang melihat itu pun mendekat dan merangkul sang istri, dia merasa bersalah karena yang telah menyebabkan hal itu adalah dirinya.


"Hai Kek, Nek, kenalin aku Gita istri Mas Rey sekaligus adiknya," ucap Gita malu-malu.


"Wah, cantik ya istri cucuku, langgeng terus ya, Nak!" puji Herman setelah Gita menyalimin tangan Herman dan memeluk Windy.


"Yaudah, Yang, kita ketemu papa Kevin!" ajak Rey.


"Hai Om, eh Pah, kenalin aku Gita istri Mas Rey sekaligus adiknya," ucap Gita gugup sembari menyalimin juga tangan Kevin.


"Makasih ya, Nak, kamu udah jaga anak saya, semoga pernikahan kalian langgeng dan tak ada orang lagi yang berusaha memisahkan kalian," ucap Kevin memegang pipi Rey dan Gita.


"Udah yuk nangis-nangisnya, entar makan siangnya keburu dingin loh!" ajak Ina membuyarkan semua, sontak semua pun jadi tertawa.


"Hahahha."


****************

__ADS_1


Hai kaka reader, gimana? Menguras perasaan nggak? Jangan lupa like, sama giftnya, kalau ada masukan, atau reques jangan ragu-ragu untuk komen ya.


Terima kasih.


__ADS_2