
Disisi lain, Devan sangat marah atas apa yang terjadi, dia terkejut ternyata mereka tidak berpisah dari orang tuanya dengan begitu saja, diam-diam ternyata orang tua mereka masih melindungi. Ah, sial!!
"Sial!! Aku pikir semua rencanaku akan dengan mudah kulaksanain dan segera dapetin Gita, tetapi malah ada aja yang ngehalangin, ah aku harus bikin rencana lagi sama Maya!" ucap Devan dengan amarah yang menggebu-gebu.
Disisi lain pula, ada Anggi yang sedang dirundung kebingungan, karena akhir-akhir ini Devan tak menghubunginya, dia berfikir bahwa dia udah move on dari Gita, padahal kenyataannya dia masih sangat terobsesi dengan Gita, sampai-sampai adiknya juga harus terlibat, tetapi juga karena adiknya juga sangat terobsesi dengan Reyha.
Hal ini masih dirahasiakan oleh Devan dari Anggi, dia bahkan hanya ingin memanfaatkan Anggi untuk memenuhi ***** birahinya, persetan dengan yang terjadi selanjutnya, itulah yang dipikirkan oleh Devan.
Oke, kita balik lagi ke pasutri kakak adik itu, kini mereka sedang menikmati makan malam dengan senyum yang merekah, karena akhir-akhir ini mereka seakan melupakan peristiwa bagaimana mereka bisa menikah, sekarang mereka bisa lebih ikhlas menjalani itu semua. Di meja makan itu, sesekali diantara mereka bercanda yang mengundang gelak tawa.
"Wah, enak banget ini makanannya, pesen di mana kamu, Git?" tanya Reyhan bercanda menggoda sang istri.
"Ikh, apaan sih kak! Itu aku yang masak, mana ada aku pesen-pesen makanan," ungkap Gita kesel.
"Ah, masak sih? Kakak nggak percaya, mana buktinya?" ucap Rey semakin bersemangat menggoda sang istri karena gemas melihat Gita sedang kesal dan cemberut.
"Ishh, itu masakin Gita loh, ya kali ngasih makan suami makanan pesen dari luar, yaudah lain kali aku pesen di luar aja, ngapain repot-repot masak," ucap Gita ngambek.
"Eh, jangan gitu dong! Kakak kan cuma bercanda, masakan kamu emang yang paling enak kok, jangan pesen di luar ya, masakin kakak tiap hari begini! Istri siapa sih ini, kok pandai banget masaknya?" ucap Rey membujuk sang istri dengan penuh bujuk rayu buayanya.
"Istri kakaklah, masak istri kak Devan," ucap Gita gantian memancing.
"Kok dia dibawak-bawak sih? Kamu masih cinta ya sama dia?" Rey mulai kepancing dengan omongan sang istri.
"Nah, makanya jangan sering buat aku kesel, baru dipancing dikit aja udah emosi, lagian mana ada aku cinta sama kak Devan, ya kali masik cinta sama barang yang udah bekas, jijik!" sambung Gita.
"Hahaha, iya ya, dia udah nggak orisinil, barangnya dia udah dipakek, pantes kamu milih kakak, itu kakakkan masih orisinil, masih di segel," ucap Rey gamblang dan mulai nyeleneh.
__ADS_1
"Kakak apaan sih! Kok jadi bahas itu, rusak sudah telinga dan pikiran suciku ternodai sama kemesuman kakak." Gita menutup telinga karena malu mendengar perkataan suaminya hingga wajahnya memerah.
"Kamu kok wajahnya merah sih, malu ya? Kamu ngapain malu, cepet atau lambat kamu juga bakal kakak makan," sambung Rey semakin tambah vulgar dan membuat Gita malu dan kesal.
"Kakakkkkkkkkkk!!" pekik Gita malu. "Hahhaha." Rey tertawa terbahak-bahak.
"Oh ya Git, kita pindah apartemen yuk!" ajak Rey tiba-tiba.
"Loh, kita baru aja pindah kesini, kok udah mau pindah lagi, emangnya ada apa kak?" tanya Gita heran mengapa Rey ngajak pindah tetapi mendadak sekali.
"Kakak khawatir ninggalin kamu sendirian di apartemen ini saat kakak kerja, soalnya Devan sama adiknya tinggal tepat di sebelah apartemen kita," jelas Rey yang benar-benar menunjukkan raut wajah khawatirnya.
"Hah, beneran kak? Bukannya kak Devan tinggal di rumahnya ya?" tanya Gita yang masih belum percaya.
"Mereka pindah kemaren juga, kakak saja baru tahu hal ini dari papa, kalau saja papa nggak ngasih tau, mungkin kakak juga nggak bakalan tahu dan sekhawatir ini," jelas Rey.
"Iya, papa merintahin anak buahnya untuk ngelindungi kita, dan kamu tau tidak bahwa Maya--" ucap Rey terpotong karena Gita tiba-tiba bangkit dan menggebrak meja, sontak membuat Rey terkejut.
"Maya kenapa kak?" tanya Gita membentak.
"Hoy, kamu apaan sih? Bikin orang jantungan aja, ngapain pakek gebrak meja segala hah?" Rey gantian membentak, membuat nyali Gita menjadi ciut.
"Hehe, maaf kak, soalnya Gita heran kenapa Maya juga dibawak-bawak?" tanya Gita pelan.
"Makanya dengerin dulu, jadi Maya itu sebenarnya adiknya Devan, dan asal kamu tau, dia itu juga terobsesi sama kakak, jadi mereka bekerjasama buat ngrhancurin rumah tangga kita," jelas Rey yang membuat Gita ternganga, ternyata selama ini dirinya telah dibodohi oleh Maya.
"Hah, Maya itu adiknya Kak Devan, kakak tau dari mana?" tanya Gita penasaran.
__ADS_1
"Papa juga yang ngasih tahu kakak, dia menyuruh kita untuk pindah dari apartemen ini secepatnya, tetapi, untuk sementara waktu kita balik aja kerumah, nanti kalau sudah dapat tempat yang cocok, baru kita pindah, soalnya kakak juga khawatir," ucap Rey berusaha melindungi keluarga kecilnya lewat bantuan sang papa.
"Yaudah deh, Kak. Gita ikut apa baiknya aja, lagian Gita juga kangen sama mama, kakak kan udah berumur, lah Gita kan masih umur 19 tahun tapi udah nikah dan pisah aja dari orang tua." Ekspresi Gita tiba-tiba berubah menjadi sendu.
"Maafin kakak ya, yaudah besok kita balik ke rumah, sini kakak peluk!" Gita pun mendekat dan memeluk Rey --suaminya.
Di tengah adegan pelukan mereka, tiba-tiba Rey menggendong sang istri hingga membuat Gita terkejut.
"Karena kamu udah masakin kakak, sekarang kakak gendong kamu ke kamar, kakak yang akan ngerjain tugas kuliah kamu," ucap Rey yang membuat senyum di wajah Gita langsung mengembang.
"Yeayy, rajin-rajin ya Kak baeknya!" pekik Gita girang karena dia juga sangat lelah berkutat dengan tugas kampusnya.
******
"May, kita harus gimana lagi, pasti mereka bakalan pindah. Di sini merekapun juga dilindungi sama orang suruhan Tuan Farhan --papa mereka." ucap Devan.
"Udah, kakak tenang aja, aku masik punya rencana buat misahin mereka. Lihat saja aku pasti bakalan bisa rebut kak Rey dari Gita" ucap Maya dengan seringai jahatnya.
ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ
Hai kaka reader, lama nunggu aku update ya? Maafin ya, soalnya kemaren di tempat aku tinggal ada gangguan jaringan, jadi nggak bisa update, dan maaf karena sering telat update. Aku punya kesibukan yang mungkin akhir-akhir ini menyita banyak sekali waktu, sekali lagi maaf yak!
Oh iya, kemaren Alhamdulillah aku dapat ranking 1 di kelas, karena aku udah janji kalau dapat juara akan up lebih banyak, maka aku akan tepati janjiku, tunggu besok ya, aku akan update lebih dari satu bab.
Jangan lupa loh tinggalin jejak, kalau perlu buka bab satu dan boom like sampai bab terakhir, wkwk.
Sampai jumpa besok lagi.
__ADS_1
See You All.