
GITA POV
Sudah satu hari aku diculik oleh anak buah si Maya, Aku tak tau mengapa dia bisa sangat sedendam itu kepada kami, padahal semua ini yang memulai adalah dia. Ya tuhan, selamatkan hamba.
Aku berharap, Mas Rey berhasil nemuin ponselku yang emang sengaja aku jatuhkan di garasi mobil mall itu, karena ponsel Mas Rey ada bersamaku saat kami mau membeli es krim. Dia memberikan ponselnya karena akan mengantri demi membelikan aku es krim.
Di dalam ponselku aku emang dengan sengaja memberikan petunjuk dan semoga mereka berhasil, karena aku tadi sempat memberi menulis chat di ponsel itu, tak lupa juga aku menyalakan akses lokasi GPS agar Mas Rey berhasil melacaknya, ku buang ponsel mas Rey dekat tumpuk-tumpukan kayu yang berada di dekat ku, tak lupa ku silents kan, agar tak terjadi hal hal yang dapat merusak rencanaku.
Flashback....
Di Toilet Mall
Aku baru saja selesai melakukan hajatku di dalam toilet, pada saat itu toilet lagi sepi, tak ada siapa pun, aku juga sempat heran, tak biasanya toilet Mall bisa sesunyi ini.
Akan tetapi, ku buang segala pemikiran burukku, aku keluar dari toilet dengan perasaan lega sebab aku sudah menyelesaikan hajatku, hihi.
Tiba-tiba dari belakang ada yang membekapku, aku kaget, aku ingin berteriak tetapi orang ini membekap tepat di mulutku dengan tangannya, aku meronta tetapi tenagaku tak cukup kuat untuk mengalahkan mereka, mereka membawaku sampai ke pintu belakang mall dekat garasi mobil.
Aku tak kehabisan akal, ku gigit tangan dan ku injak kakinya sehingga dia kesakitan dan lengah, saat ada kesempatan akupun berusaha kabur ke garasi, bersembunyi di antara mobil mobil yang berjejer, aku berinisiatif menelpon Mas Rey, akan tetapi aku baru sadar saat melihat tas ku ada dua ponsel, aku semakin bingung, mereka terus mendekat, aku yakin aku pasti bakal tertangkap.
Terlintas di pikiranku untuk meninggalkan jejak agar ada yang bisa menemukanku, ku ambil kedua ponselnya, ku chat buru-buru dari ponsel Mas Rey, tak lupa GPS ku aktifkan beserta akses lokasi, setelah itu ku letak di bawah kolong mobil dan satunya aku sembunyikan di dalam saku rokku, tetapi saat aku selesai tiba-tiba aku kembali dibekap dan kali ini hilang kesadaranku, seperti terkena bius anestesi.
Beberapa saat setelah itu aku terbangun, tetapi dalam keadaan tangan dan kaki yang terikat tali.
GITA POV OFF
Di sisi lain, Rey dan lainnya masih menyusun rencana untuk menyelamatkan Gita, mereka tak mau sampai ada kesalahan sedikitpun, tak lupa juga mereka melibatkan pihak kepolisian agar mereka juga dengan sigap menangkap si pelaku.
Rey sudah sangat tak sabar, segera melancarkan rencana dan aksinya untuk menyelamatkan sang istri, sebab, dia sudah sangat merindukan Gita, ditambah Rey tiap pagi masih mengalami morning sickness, hal ini menambah kekhawatirannya akan Gita yang saat ini tengah mengandung.
__ADS_1
"Gimana, Rey, jadi kapan kita jalanin rencana kita?" tanya Farhan kepada Rey.
"Sekarang aja, Pah!!" jawab Rey spontan tak sabar ingin segera bertemu sang istri.
"Jangan, Nak! Kita juga harus waspada, jangan gegabah, kita ikuti saja alur mereka," usul Kevin memberikan arahan.
"Tapi, Pah...." Sanggah Rey.
"Benar kata papamu, Nak. Gita pasti baik-baik saja, kita lakukan hal ini besok, sekarang kamu istirahat! Pulihkan tenaga dan emosi kamu, sebab kita nggak boleh sampai ngelakuin kesalahan sekecil apapun," timpal Farhan.
"Hmmmm baiklah, Pah," jawab Rey sambil menghela nafas berat.
Sedangkan di sisi lain, ada yang benar-benar geregetan, apa yang dia sedang selidiki sedari tadi tak membuahkan hasil sedikitpun, malah membuat dia menjadi frustasi karena penasaran, siapa lagi kalau bukan pembantu itu, dia merasa heran kenapa mereka bertiga tak keluar-keluar kamar sedari tadi.
"Apa sih yang mereka bicarakan?" Pembantu itu geram sendiri.
"Inii tak bisa dibiarkan, aku harus lapor Ibu Pasya sekarang juga, supaya dia menjadi waspada, sebab aku tak memperoleh informasi sedikitpun atas apa yang mereka bicarakan," ucap pembantu itu lagi, tetapi tanpa dia sadari ada seseorang yang mendengarkan perkataannya, dan orang itu sangat terkejut atas perkataan pembantu itu.
"Eh, Nyo-nyonya Kesya, a-apa yang nyonya la-lakukan di sini?" ucap pembantu itu sangat terkejut, dia menjawab sampai terbata-bata.
"Apa hubungan kamu dengan Pasya hah?" tanya Kesya yang seketika marah.
"Eng-enggak, Bu. Sa-saya tak mengenal orang yang bernama Pasya, si-siapa Pasya itu??" ucapnya bersandiwara, tetapi dia gugup hingga terbata-bata.
"Heh, kau pikir saya anak kecil yang dengan gampangnya kamu bodohin!!" bentak Kesya benar-benar sangat emosi.
"Beneran, Bu. Saya tak mengen--"
PLAKkkkk....
__ADS_1
"Tutup mulut kotormu, tak ada gunanya lagi kau membela diri!" bentak Kesya semakin emosi dan berteriak hingga teriakannya terdengar ke seluruh rumah, bahkan sampai masuk ke dalam kamar Rey, sehingga mereka pada keluar untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi.
"Ada apa ini, Mah? Kok Mama marah-marah sih??" tanya Rey yang baru saja keluar, tak hanya itu, bahkan Ina juga ikut keluar.
"Iya, Bu, ada apa ini? " tanya Ina.
"Ini, pembantu sialan ini adalah mata-mata Pasya, dia yang selama ini ngebocorin hal-hal yang kita rencanakan," kata Kesya membongkar kedok pembantu yang tak lain adalah mata-mata yang dikirim oleh Pasya.
"Jadi selama ini kamu yang udah bocorin tindak tanduk kami hah?? Jadi kamu?" tanya Rey juga ikut emosi.
"Maafin saya, Den!! Saya terpaksa ngelakuin ini," bela pembantu itu yang akhirnya mengaku.
Rey mengusap wajahnya dengan kasar sambil merasa benar-benar frustasi.
"Kamu bilang terpaksa hah? Kalian menculik istriku kamu bilang terpaksa. Enggak, kau harus di penjara, aku akan telpon polisi untuk menangkapmu."
"Tolong maafin saya, Den!! Saya ngaku bersalah, tolong ampuni saya!!" ucap wanita itu memohon.
"Sabar, Rey! Kita bisa memanfaatkan wanita ini untuk mengetahui dimana lokasi jelasnya istri kamu," ucap Farhan ikut bicara.
"Tapi, Pah, dia ini--" Sanggah Rey.
"Iya papa tau, kuncinya sabar," ucap Farhan lagi, Rey hanya bisa menurut demi keselamatan sang istri tercinta.
"Baiklah, Aku akan awasin kamu, kalau sampai kamu berulah bahkan bukan hanya polisi, aku sendiri yang akan melenyapkanmu." Tukas Rey membuat semua orang bergidik ngeri akan kemarahannya.
****************
Hai guys, maaf kesekian kalinya author ucapkan, akhir-akhir ini sungguh kesibukan di RL sangat menyita waktu, maafin author ya! Jangan lupa tinggalin jejak.
__ADS_1
Terima kasih.