
"Mas, awassssss!!!!"
Ciiitttttsssssss....
Gubrakkk....
Hal yang meneggangkan telah terjadi, sebuah kecelakaan antara dua buah mobil yang saling bertabrakan. Mobil yang dikendarai oleh Reyhan dan Gita hancut remuk, seluruh kaca di mobil itu pada pecah tak karuan, sedangkan mobil yang dikendarai Maya terpental jauh dan meledak pada saat itu juga.
Seluruh warga yang menyaksikan kejadian itu sangat terkejut, heran sekaligus takut. Bagaimana bisa jalanan yang sunyi bisa terjadi kecelakaan seperti itu.
Menolong? Tentu para warga ingin menolong, tetapi rasa takut lebih mendominasi hati mereka. Ingin menolong orang yang ada di dalam mobil yang sudah meledak, takut terjadi ledakan susulan. Meenolong yang satunya, takut malah sewaktu-waktu mobilnya meledak, sungguh dilema.
"Y-Yang, ba-- akhr!" Rey mengerang kesakitan.
"B-bangun!!"
Ternyata dalam kecelakaan itu, Reyhan masih tersadar, meski di sekujur tubuhnya penuh dengan luka-luka terkena serpihan kaca yang pecah, kepala yang terhantam stir, hingga membuat darah berada di sekujur tubuhnya. Sedangkan Gita? Dia langsung tak sadarkan diri, seluruh tubuhnya juga penuh dengan luka-luka.
"Ya Tuhan, tolonglah kami, bantulah kami keluar dari cobaan ini." Doa terus dipanjatkan Rey di dalam hatinya, meminta pertolongan kepada yang kuasa.
"Akh, Y-Yang, bangun!" Rey berusaha menyadarkan Gita dari pingsannya.
"Ya Tuhan, bagaimana ini, apa yang harus aku lakukan untuk menyelamatkan istri dan calon anakku?" tanya Rey kepada yang kuasa di dalam hati, karena rasanya sangat sakit saat mengeluarkan suara.
Akan tetapi, Rey juga bingung, kalau dia tak mengeluarkan suaranya, tak akan ada yang tahu kalau dia dan Gita masih hidup, masih selamat dari terjangan maut berupa insident kecelakaan itu. Sehingga tanpa terlalu banyak berfikir, Rey pun berteriak meminta pertolongan.
"T-tolong!!"
"Tolong!!" teriaknya lagi, berharap ada orang yang sudi kiranya menolongnya.
"Yang, kamu harus bertahan demi calon anak kita!" ucap Rey seraya menghapus air matanya yang sudah sedari tadi mengalir.
Rey mengusap wajah sang istri, menghapus segara kotoran dan mencabut beberapa serpihan kaca yang menancap di wajah cantiknya.
"Akhrr!!"
Tiba-tiba Gita meringis kesakitan, membuat Rey terkesiap, dia langsung mengerjab menatap sang istri yang berusaha membuka matanya.
__ADS_1
"Kamu sudah bangun, Yang? Mana yang sakit, kamu yang kuat ya, kita pasti bisa keluar dari tempat ini!" Rey memeluk sang istri.
"A-aku nggak kuat lagi, Mas!" ucap Gita terbata-bata karena merasakan sakit yang sangat luar biasa, terutama pada bagian perutnya.
"Kamu nggak boleh ngomong seperti itu, Yang. Kamu harus yakin kalau kita bisa selamat!" ucap Rey meyakinkan Gita.
Sedangkan Gita, perlahan dia malah kembali menutup matanya. Hal ini sontak membuat Reyhan sangat panik, dia berusaha membangunkan Gita lagi.
"Yang, Yang! Bangun, Yang!"
"Git, Gita! Gitaaaaaaaa!!" teriak Rey yang sangat ketakutan.
"Tolong!!!!"
Tak lama kemudia, ada beberapa warga yang datang memberanikan diri dan mendekat setelah mendengar suara teriakan Reyhan. Awalnya mereka menganggap sudah tak akan ada lagi yang akan selamat dari kecelakaan hebat itu, tetapi perkiraan mereka salah.
Para warga berusaha menolong Rey dan Gita, mereka berusaha mengeluarkan Rey dan Gita dari mobil itu dengan cepat saat menyadari mobil mulai mengeluarkan asap yang lumayan tebal, dengan dominasi bau solar yang sangat menyengat, kemungkinan telah terjadi kebocoran saat kecelakaan tadi.
"Pak, tolong istri saya, dia lagi hamil, tolong, Pak!" ucap Rey panik.
Setelah Reyhan dan Gita berhasil dievakuasi, dengan cepat mereka membawa Gita dan Reyhan menjauh dari tempat itu, dan tak lama kemudian....
BOOMMMM!!!
Terjadilah sebuah ledakan pada mobil itu, beruntung Reyhan dan Gita berhasil dievakuasi. Rey meminta para warga untuk mendekatkannya kembali kepada sang istri.
"Git, bangun! Ayolah, kamu harus bertahan!" ucap Rey menangis.
"Pak, tolong antarkan kami ke Rumah sakit! Saya mohon, Pak!" pinta Rey kepada para warga.
"Tentu, Pak, ayo siapkan sebuah mobil, kita bawa bapak ini ke Rumah sakit dengan segera, kelamaan kalau nunggu polisi dan ambulans! Ayo ayo, cepat!" ucap salah satu warga, membuat yang lainnya langsung dengan gesitnya menyiapkan sebuah mobil.
Rey dan Gita pun dengan segera langsung dilarikan ke Rumah sakit terdekat. Di dalam perjalanan, tak henti-hentinya Rey memandang sang istri, dia berdoa kepada yang kuasa, meminta pertolongan agar mereka bisa selamat.
"Papa, ya aku harus telpon papa!"
"Pak, boleh pinjam ponsel Anda?" tanya Rey.
__ADS_1
"Tentu, silahkan!"
Rey pun langsung menghubungi keluarganya.
"Hallo, Pah?"
"Iya, ini siapa?"
"Ini Rey, Pah!"
"Rey, ada apa, Nak? Kok kamu pakai nomor baru?"
"Hiks ... kami kecelakaan, Pah!"
"A-apa? Ke-kecelakaan?"
"Iya, Pah."
"Sekarang gimana kondisi kalian, Nak? Sekarang kalian di mana?" ucap Farhan panik.
"Kami dalam perjalanan menuju rumah sakit, Pah. Rey shareloc ya!"
"Iya, Papa akan segera ke sana!"
Panggilan pun ditutup setelah Rey memberi kabar kepada keluarganya. Sedangkan di sisi lain, Farhan menangis setelah mendengar kabar dari putranya, hal ini membuat Ina, Kevin, dan Kesya heran. Kebetulan mereka semua sedang berkumpul.
"Ada apa, Pah, kok Papa nangis?" tanya Ina.
"Rey sama Gita, Mah! Mereka kecelakaan!" ungkap Farhan membuat seluruh keluarga shok, Ina langsung jatuh terduduk di lantai, sedangkan yang lain langsung menangis.
"Ke-kecelakaan? Nggak, nggak mungkin!" kata Kevin menyela.
"Beneran, Pak. Ayo kita semua harus ke Rumah sakit sekarang juga!"
**************
Sekian dulu untuk hari ini, jangan lupa tinggalin jejak yak!
__ADS_1