
"Elo....!!!" ucap Gita terkejut.
"Hai, Git, ehmmm gue ganggu elo ya?" tanya orang tersebut.
"Eh, enggak kok, May, mari masuk!!" ajak Gita kepada Maya yang tak lain adalah teman kampusnya.
"Yang, dia siapa?" tanya Reyhan berbisik sambil berjalan masuk.
"Apaansih manggilnya, itu dia Maya, temen kampus aku kak," jawab Gita yang juga berbisik.
"Oh ya Git, gue ke sini mau ngasih catetan buat lo, kan akhir-akhir ini lo jarang masuk, nih!" ucap Maya memberikan sebuah buku berisi materi kuliah.
"Beneran? Ah makasih, May," jawab Gita seneng karena dia tak akan ketinggalan materi kuliahnya.
"Btw, kemaren lo nikah ya?" tanya Maya kembali.
"Oh iya, kenalin ini suami gue, plus kakak gue." Gita memperkenalkan Rey, selaku suami sekaligus kakaknya.
"Reyhan."
"Maya." Maya menjabat tangan Rey cukup lama, tetapi Rey segera melepas pegangan itu.
"Wih, ganteng bener, pantes aja kakak gue ditinggalin, ah pokoknya gue harus bantu kak Devan, lagian gue jugak mau sama kak Rey, bodo amat sama kak Anggi, dia aja jadi cewek murahan, mau banget dicelup kakak gue hanya karena uang," kata Maya dalam hati, dan ternyata dia adalah adiknya Devan. Tentunya Gita tak tau kebenaran ini, dan semua itu adalah bagian dari akal bulus kakak beradik itu.
"Congratulation!! Yaudah, gue balik dulu, oh ya lo besok kuliahkan?" tanya Maya.
"Iya, gue sama kak Rey besok udah mulai masuk," jawab Gita tanpa bertanya dulu ke suaminya.
"Oh yaudah, besok jangan lupa ketemu di tempat biasa! Yaudah gue balik, bye!" Pamit Maya yang sekalian berkedip ke arah Rey.
"Apaan sih tu cewek, ganjen banget, tadi pegang tangan gue lama lagi, hih!" gumam Rey.
"Kakak ngomong apa?" tanya Gita.
"Eh, ka-kamu cantik hari ini," ucap spontan Rey yang tentunya membuat pipi Gita merona.
"Apaan sih kak! Yaudah, aku mau bantu mama di dapur dulu," ucap Gita malu.
__ADS_1
"Jangan lupa buatin kakak kopi!" Reyhan agak berteriak karena Gita sudah pergi.
********
DEVAN POV ON
Aku sedang berada di kamarku dan masih saja berfikir bagaimana caraku memisahkan Rey dengan Gita, aku pun bingung mau melepas Anggi, nanti kalau dia aku abaikan, pasti dia bakal nuntut aku, dan bagaimana kalau dia hamil? Ya meskipun dia sudah aku suruh minum pil kb, tapi masalahnya, aku tak pernah pakai pengaman.
Aku terus berfikir sampai aku teringat bahwa adikku Maya adalah temannya Gita, aku berfikir untuk meminta bantuan saja padanya, lagian aku belum pernah mengenalkan adikku kepada siapapun, termasuk juga dengan Gita. Setelah bernegosiasi cukup panjang, akhirnya aku berhasil ngebujuk adikku untuk mau membantuku.
Akan tetapi, sepulang dia dari rumah Gita dia pun mengubah rencana, dia bahkan mengutarakan permintaannya yang ngebikin aku jadi sangat terkejut.
"Dek, gimana hasilnya?" tanyaku ke maya.
"Belom juga dimulai kak. Oh iya kak, kakak mau sama Gita kan, kalau gitu aku juga mau sama kak Rey, dia ganteng banget," ujarnya yang ngebikin mataku terbelalak terkejut.
"Hah, kamu suka sama Rey? Terus gimana sama Anggi?" tanyaku kembali.
"Persetan sama kak Anggi, dia nggak cocok sama doi. Dia udah nggak suci lagi," ucap adikku tanpa difilter.
"Biarin, mau dibantu nggak? Kalau nggak mau yaudah." ****! Adikku ngancam segala lagi, pikir Devan.
"Iya yaudah, nanti kakak yang mikir tentang Anggi." Aku hanya bisa pasrah.
DEVAN POV END
*******
Kini Rey dan Gita berada di kamar Rey untuk mengemasi barang-barang yang akan dibawa ke apartemen baru mereka pemberian Farhan --papa mereka, sebagai hadiah pernikahan. Sedangkan barang-barang Gita sudah dia kemas, kini hanya tinggal mengemas barang-barang milik Rey dan rencananya dia akan tidur di kamar Rey yang sekarang sudah menjadi suaminya, perlu diketahui bahwasanya suami istri tidak boleh sampai pisah kamar apalagi turun ranjang.
"Kak, ini dimasukin nggak?" tanya Gita yang sedang memegang sebuah buku.
"Iya, buku-buku masukin aja semua!" jawab Rey yang memang dia suka sekali membaca.
Setelah selesai berkemas, kini mereka berdua sedang berbaring di kasur yang sama tetapi Gita menggeser sedikit jauhan.
"Kok kamu jauh sekali, sih?" tanya Rey heran.
__ADS_1
"Aku malu kak." Gita menutup wajahnya agar tak dilihat oleh Rey. Karena merasa gemas, Rey pun mengeser tubuhnya mendekat dan dia menarik Gita ke pelukannya.
"Ish, kakak apaan sih!" ucap Gita ketus karena Rey menarik seenaknya saja.
"Biarin, lagian mana ada suami istri tidurnya berjauhan, yang ada itu suami istri kalau tidur pelukan, kelon, atau buat baby." Rey membayangkan apa yang dia ktakan tetapi malah pinggangnya langsung dicubit Gita. "Adu, du, duh." Rey memegang pinggangnya yang dicubit.
"Makanya, kalau ngomong difilter dulu ngapa!!!!" ucap Gita kesel.
"Hehe, kan sama istri sendiri," jawab Rey tertawa. "Oh ya, tadi kok kamu bilang ke Maya, besok kita udah masuk kuliah. Emangnya kamu nggak mau bulan madu apa?" tanya Rey.
"Lah, kok kakak nggak bilang sih besok kita mau pergi, yaudah deh, lain kali aja honeymoonnya." Gita cemberut.
"Kan kamu nggak nanya, lagian kan kita besok pindahan, mana bisa kita masuk kuliah besok," kata Rey menambahkan.
"Yaudah deh, lusa aja kita masuk," ujar Gita pasrah.
"Oh ya, Git. Mending kamu jauh-jauh deh sama temen kamu itu! Kalau menurut kakak dia nggak baik, tadi aja dia main mata sama kakak dan salamannya tadi dia sengaha pegang tangan kakak lama." usul Rey .
"Masak sih, Kak?" tanya Gita tak percaya.
"Iya, lagian kakak ingin menjalin rumah tangga kita serius, mulai dari sekarang apapun itu kita harus jujur satu sama lain, nggak ada yang disembunyiin. Apapun yang terjadi kita harus tetap saling percaya, kamu mau kan janji sama kakak?" ujar Rey panjang lebar.
"Iya kak, aku janji sama kakak!" jawab Gita yang setuju akan perkataan Rey.
"Yauda yuk, tidur! Atau kamu mau kakak tidur--" kata Rey terpotong oleh Gita.
"Apaansih kak, iya ini aku mau tidur, kayak anak kecil aja," Gita menarik selimutnya.
"Selamat tidur istriku!!" ucap Rey seraya mengecup pucuk kepala Gita dan membuat wajah cemberutnya berubah menjadi senang.
"Selamat tidur juga suamiku." ucap Gita yang membalas Reyhan.
Di satu sisi ada sepasang suami istri yang sedang melihat apa yang terjadi kepada anak-anaknya. siapa lagi kalau bukan Farhan dan Ina yang sebelum itu telah memasang CCTV dan audio secara diam-diam.
"Pah, alhamdulillah ya, Rey membimbing Gita dalam menjalin rumah tangganya dengan cara yang baik, mama bangga kepada Rey, Pah. Dia mampu menjadi imam yang baik buat Gita," ucap Ina bangga terhadap Rey.
"Iya, Mah. Tapi apa bener yang di bilang Rey tentang temen Gita, papa takut terjadi sesuatu sama rumah tangga mereka, papa akan suruh orang untuk menyelidiki si Maya itu. Papa yang sudah menikahkan mereka, maka papa akan melindungi mereka dari belakang," ucap Farhan mantap yang benar-benar telah ditekadkannya.
__ADS_1