
GITA POV
Tak ku sangka, keluarga suamiku yang bahkan dulu kami tak pernah tau apakah masih hidup atau tidak, bahkan kami sempat negative thinking, berfikir betapa teganya mereka membuang anak yang tak bersalah, akan tetapi semua pertanyaan kami terjawab, mereka berpisah karena keadaan yang bahkan mereka tak sangka-sangka. Kini kami semua bahagia terutama suami dan papa mertuaku, sebab setelah sekian lama mereka, ralat, sekarang sudah ada aku, papa, dan mama, jadi kami semua bahagia, karena kami sudah berkumpul menjadi satu. Satu persatu semua sudah terkuak, kini hanya tinggal menghukum orang yang sudah membuat keluarga bahagia ini tercerai-berai.
Akan tetapi sebelum itu, aku bahagia sekali, sebab dapat melihat suamiku yang sekarang sudah bisa ceria seperti dulu, dia sudah dapat tertawa lepas kebanding dulu saat mengetahui kalau dia bukan anak kandung papa. Mentari telah kembali ke hidup suamiku, apa lagi sekarang aku sedang berbadan dua, anak yang selama ini kami tunggu-tunggu akhirnya berhasil aku kandung, pada akhirnya aku bisa hamil, sungguh betapa baiknya tuhan kepada kami.
GITA POV OFF
"Yang, kok ngelamun sih?" panggil Rey membangunkan Gita dari lamunannya.
"Eh i-iya, Mas, ada apa?" ucap Gita buru-buru menghapus air matanya.
"Kamu kenapa melamun, nangis lagi?" tanya Rey khawatir.
"Enggak apa-apa kok, Mas, aku bahagia banget karena akhirnya keluarga Mas udah berkumpul kembali setelah sekian lama, apa lagi sekarang aku sedang mengandung anak kita yang akan menjadi primadona kelak di antara kakek neneknya," ujar Gita berbinar yang terus memancarkan sinar positive, sehingga Rey juga ikut senang akan semua ini.
"Iya, Yang, mas juga nggak nyangka. Anak papa sehat-sehat ya!" ucap Rey mengelus perut Gita yang masih rata.
*********
Di sisi lain ada Anggi yang juga sangat bahagia karena dia sekarang disaat-saat kehamilannya pada akhirnya ada yang menemaninya, apalagi bukan hanya Devan, akan tetapi seluruh keluarga Devan merestui hubungan mereka, apalagi sebentar lagi mereka akan punya cucu.
Akan tetapi, Anggi juga kelabakan saat menghadapi mamanya Devan, sungguh yang hamil siapa yang begitu menggebu-gebu juga siapa, kini dia dipaksa ikut senam kesehatan untuk bumil oleh calon ibu mertuanya.
"Nak, kamu besok ikut mama senam ya, biar kamu dan cucu mama sehat! Terus nanti kita pergi ke salon, kita spa biar relax, biar kamu sehat!" ucap mama Devan.
"Eh, a...." Anggi bingung.
__ADS_1
"Mama apaan sih, yang hamil Anggi kok mama yang sibuk!" ucap Devan yang kasihan melihat calon istrinya yang terus menerus diganggu oleh mamanya.
"Biarin, emang mama itu kamu, udah mau jadi bapak tapi nggak peka," balas mama Devan ketus.
Anggi malah semakin pusing melihat mama dan anak yang terus saja berdebat mendebati hal sepele.
"Au ah, yuk yang kita ke kamar!" ajak Devan menarik Anggi agar ikut dengannya.
"Hei, mau kemana kamu, belum halal loh, hei dasar anak kurang ajar!" pekik mamanya Devan kesal melihat anaknya yang bikin stress tujuh keliling, udah hamilin anak orang tapi belum dihalalin, eh sekarang malah ngajak ke kamar padahal belum halal. Dasar.
Sedangkan di sisi lain, Pasya dan Maya sedang berada di kamar Maya, sedang mendiskusikan rencana mereka, mereka menunda pelaksanaan rencana mereka sebab mata-mata yang di suruh Pasya memberikan laporan bahwa seluruh keluarga Nataniel sedang pergi, jadi mereka menunggu kepulangan mereka, sungguh seakan-akan dunia mereka hanya di penuhi dengan dendam, yang ada di pikiran mereka hanya ada membalaskan dendam hati mereka yang dengan sengaja mereka sakiti sendiri dan malah menganggap semua ini akibat perbuatan orang lain.
"Fix ya, Tante akan urus semuanya, dan kamu jangan sampai lupa akan tugas kamu, tapi ingat jangan sampai rencana kita terbongkar, bersikap biasa saja!" ucap Pasya memperingati Maya agar berhati-hati dalam bertindak.
"Siap, Tant, pokoknya aku mau mereka semua ngerasain apa yang aku rasain!" kata Maya dengan senyum smirk sinis khasnya.
*******
"Eh, kamu kok nangis, Yang, ada apa?" tanya Rey khawatir.
"Hiks, aku lapar!" jawab Gita polos membuat Rey menjadi plongo, sebab di pikirannya dia hanya lapar sampai membuat menangis.
"Oh, lapar, yaudah tinggal panggil pelayan aja kan!" ucap Rey sambil menghapus air mata Gita.
"Enggak mau, aku maunya mie tektek sama nasi goreng!" jawab Gita tiba-tiba ketus.
"Udah malem, Yang, mau cari di mana mie tektek, besok aja ya, ini malam kamu makan nasi goreng dulu," ucap Rey.
__ADS_1
"Yaudah, tapi janji ya!" ucap Gita mengacungkan kelingkingnya seperti anak kecil, sungguh menggemaskan sekali pikir Rey, rasanya pengen makan dia sekarang, wkwk.
"Iya, yaudah tunggu sebentar ya, mas minta bikinin dulu sama bibi!" ucap Rey tetapi saat ingin beranjak Gita malah memegang tangannya.
"Enggak mau, aku maunya Mas yang bikinin!" rengek Gita tak tau diri, banyak sekali requestnya, sungguh disaat semua orang tidur, dia diharuskan menjadi kelelawar mendadak oleh istrinya.
"Tapi, Yang, mas nggak bisa," jawab Rey melas.
"Aku nggak mau tau, ini keinginan anakmu, jangan maunya buat aja tapi giliran udah jadi malah nggak mau susah jugak!" ujar Gita ketus membuat sang suami pasrah dan berjalan ke dapur diikuti oleh Gita.
"Iya-iya," jawab Rey melas dan berjalan ke dapur sambil sesekali menguap.
Saat sudah sampai dapur, Rey bingung harus memulainya dari mana, dia bahkan tak bisa membedakan mana itu ketumbar dengan lada. Hih, Gita harus siap-siap memakan masakan yang hem, tau sendirilah ... Wkwk.
Rey pun mulai membuka ponsel dan mencari vidio tutorial membuat nasi goreng di Yutub. Saat sudah dapat dia pun mulai memasak setelah mempelajari vidionya, dia bahkan memasaknya terlihat sangat lihai seperti orang yang sudah ahli, tapi soal rasa ... Kita lihat nanti yak, hihi.
Kini nasi goreng buatan hasben Gita sudah dihidangkan, dari harumnya sangat menggugah selera, pikir Gita, tanpa babibubebo dia mulai menyantap nasi goreng itu dengan lahap, bahkan dia seperti sangat menikmati masakan suaminya.
"Pelan pelan makannya, Yang!" ucap Rey.
"Enak ya, Yang?" tanya Rey yang mendapat dua jempol dari istrinya, akibatnya membuat Rey penasaran dengan rasa nasi goreng perdana buatannya.
"Mas cobain ya?" ucap Rey menyendok nasinya dan memakannya, akan tetapi baru saja masuk ke dalam mulut, dia langsung berlari ke wastafel dan memuntahkannya, buru-buru minum air sebanyak-banyaknya untuk menghilangkan cita rasa nasi goreng perdana buatannya.
Buru-buru dia mendekat dan menarik piring nasi goreng yang masih saja dimakan oleh istrinya.
"Mas,bnasi goreng aku, hiks," ucap Gita merengek saat makanannya ditarik.
__ADS_1
"Jangan, Yang! Itu nggak layak makan, rasanya asin banget, dominan rasa bawangnya dan pokoknya nggak enaklah, nanti kamu sakit perutloh!" ucap Rey khawatir.
"Aku mau nasi gorengku, huaaaaa!" pinta Gita sambil menangis semakin kuat, tentu membuat Rey panik dan segera memberi makanan itu lagi, sekejab membuat Gita bungkam dan melanjutkan makannya lagi, Rey hanya bisa pasrah melihat kelakuan bumil kesayangannya.