After Wedding (Panji Dan Echa)

After Wedding (Panji Dan Echa)
BAB 2


__ADS_3

Upacara Siraman merupakan prosesi dari rangkaian pada pernikahan adat jawa. Siraman selalu dilakukan sebelum mengawali proses periasan pengantin. Dalam upacara ini, terdapat banyak makna serta simbolis yang berisikan makna kehidupan bagi pasangan pengantin. Siraman secara harfiah memiliki arti "mengguyur". Upacara adat siraman dilakukan sebelum melakukan ijab kabul. Siraman memiliki makna pembersihan secara fisik maupun mental bagi kedua pengantin yang akan menikah. Hal ini bertujuan untuk membersihkan segala hal negatif yang dianggap mengganggu proses pernikahan dan ijab kabul. Prosesi siraman biasanya dilakukan pada pukul 10.00 - 15.00, sehari sebelum dilakukannya ijab kabul.


Kemudian acara pun dimulai dengan doa. Orang tua pengantin melakukan proses penyiraman menggunakan air yang telah disiapkan. Orang pertama yang melakukan penyiraman dalah sang ayah, kemudian dilanjutkan dengan sang ibu. Terakhir pinisepuh yang akan melanjutkan penyiraman kepada pasangan pengantin sekaligus memberikan berkah kepada pasangan pengantin.


Pada akhir Upacara Siraman, juru rias ataupun sesepuh yang diminta akan mengeramasi pasangan pengantin dengan landha merang, santen kanil, serta banyu asem. Kemudian tubuh pengantin akan diluluri dengan konyoh dan dibilas kembali hingga bersih.


Setelah itu, pasangan pengantin pun akan berdoa.


Juru rias diminta untuk mengucurkan air dari dalam kendi yang digunakan pengantin untuk berkumur sebanyak 3 kali. Kemudian kepala pengantin akan dikucurkan air kendi sebanyak 3 kali, serta pembersihan wajah, leher, telinga, tangan, dan kaki sebanyak 3 kali hingga air kendi habis. Kemudian juru rias akan memecahkan kendi tersebut di depan kedua orang tua mempelai dan mengucapkan, "wis pecah pamore".


Selanjutnya pengantin dibawa kembali ke kamar pengantin dengan digandeng oleh ibunya. Echa hanya menundukkan kepalanya. Bu Laksmi tahu perasaan hati putrinya. Tapi dia heran apa yang membuat anaknya keras kepala.


"Cha, ibu sudah beberapa kali bilang. Tolong pikirkan lagi soal pernikahan ini. Jika memang kamu menerima perjodohan ini kenapa ibu merasa kamu masih berat, apa mungkin karena kamu tahu Panji sudah pulang kesini?" batin Bu Lakshmi.


Bu Laksmi memberikan wejangan pada Echa.


Bismillahirrahmanirrahim


Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wa barakatuh


Sujud syukur kita panjatkan keharibaan Allah SWT, yang senantiasa melimpahkan berkat, rahmat dan inayah Nya kepada kita sekalian. Alhamdulillah dihari yang berbahagia ini Allah Swt. menganugerahkan kita dalam keadaan sehat wal afiat dan lebih dari itu tetap dijaga dalam keadaan beriman kepada Nya. Justru nikmat sejati yang tak terhitung adalah Iman, itulah yang kelak akan menghantarkan kita pada keselamatan hidup di dunia dan akherat.


Khusus untuk Putri ibu Theresia binti Wahyu Ramadhan.


Hari ini adalah hari yang berbahagia dan bersejarah bagimu berdua. Ibu bersyukur dapat menghantarkan langkah perjalanan hidupmu ke jenjang pernikahan, semoga menjadi pembuka pintu gerbang kebahagiaan hidupmu kelak. Mudah-mudahan Allah senantiasa memberkahi dan merahmatimu berdua. Amin ya rabbal alamin.


Tak terasa kamu sebentar lagi akan menikah. Menjadi seorang istri dan tentu pasti akan menjadi seorang ibu. Waktu demi waktu telah kita lewati titian hidup ini bersama-sama, baik dalam suka maupun duka.


Merentang sepanjang dua puluh tujuh tahun, merasakan seolah baru kemarin sore. Peristiwa demi peristiwa yang telah kita alami bersama,rasanya masih melekat dan belum mau lepas dari pelupuk mata ini.

__ADS_1


Berlayarlah anakku,selamat mengayuh bahtera kehidupanmu do’a ayah dan ibu menyertaimu. amin…amin …amin ya rabbal alamin wa ya mujiiba as saailiin.barakallahu lakuma wa baraka alaina warahmatuhu lana wa lakum.


Suasana haru saat upacara siraman. Echa sesaat menaikkan kepalanya. Setelah tadi merasakan keharuan pelepasan dari ibunya. Wanita yang membesarkan dirinya seorang diri. Sedikit terkejut saat melihat sosok lelaki berdiri di tengah tamu. Echa kembali menundukkan kepalanya, menyadari dia akan menikah dengan orang lain.


"Kenapa kamu tidak bilang sejak awal kalau kamu adalah Echa. Gadis kecil yang sudah seperti adikku sendiri?" batin Panji saat melihat Echa sedang melakukan prosesi siraman.


Flashback on


"Kalau memang aku tidak bisa mendapatkan cinta Savira lagi apakah kamu mau menerima saya?" tanya Panji saat masih berada di pabrik.


"Saya? bapak kira saya ini pelarian gitu?" There tertawa seperti di paksakan.


"Bukan. Saya tahu Vira tidak akan pernah mau kembali lagi. Saya tahu kesalahan terbesar menyakiti perasaan Vira saat itu. Tapi apa salahnya kita saling membuka hati satu sama lain. Saya jomblo kamu juga jomblo,"


"Tidak, Pak. Saya bukan pelarian! bapak mendekati saya tapi hati dan pikiran bapak masih ke non Vira. Bapak melabrak Pandawa mengatas namakan urusan pribadi. Padahal bapak harusnya jaga sikap pada orang yang membantu kita," kata There saat itu.


"Karena saya sejak awal merasa kamu bukan orang asing. Saya merasa kita pernah dekat di masa lalu," ucap Panji.


"Pak, andai anda tahu kalau kita memang dulu pernah dekat. Tapi sepertinya percuma saya bicara sejujurnya. Tidak akan berpengaruh pada anda, karena dunia pak Panji sudah penuh dengan Savira," batin Echa.


Flashback off


Bu Laksmi menangis ketika acara siraman selesai dengan lancar. Dia pun merasa bahagia putrinya akan menikah meskipun hasil perjodohan.


Sementara Panji masih terdiam padahal beberapa orang sudah membubarkan diri. Meskipun Panji senang, Echa sudah mendapatkan calon yang tepat. ada rasa kecewa yang halus menyusup dalam hatinya. Dia juga penasaran siapa lelaki yang beruntung mendapatkan Echa.


"Kamu nak Panji kan?" sapa Bu Laksmi.


"Ibu apa kabar?" Panji langsung menyalami Bu Laksmi.

__ADS_1


"Alhamdulillah, saya sehat wal Afiat. Kamu makin tampan saja. Kamu apa kabar, Nak? sudah lama tidak pulang ke Jogja. Pas sekali kamu kesini, pasti kamu sudah lihat Echa kan? sayangnya dia akan menikah beberapa hari kedepan,"


"Alhamdulillah saya baik, Bu. Echa itu sekretaris saya. Selama ini dia pakai nama Theresia. Seandainya saya tahu dari awal kalau ..."


"Eh, ibu ke dalam dulu, Nak," pamit Bu Laksmi ketika ada yang memanggilnya. Panji hanya mengangguk kecil. Dia pun meninggalkan rumah tetangganya.


Baru selangkah dia berdiri di depan pintu rumah. Panji merasakan getaran di saku celananya. D


Dengan cepat mengangkat telepon yang ternyata masih pakdenya.


"Oh pakde, apa kabar?" tanya Panji.


"Alhamdulillah baik, pakde dengar kamu sudah sampai di Jogja."


"Iya, pakde baru semalam aku sampai," kilahnya. Padahal dia sudah dua hari di desa W.


"Kalau pakde tahu kamu sudah sampai sudah pasti pakde undang kamu. Ini si Taufan mau nikah. Malam ini pengajian lusa pernikahannya,"


"Ah, iya. Tadi pak Sopo juga bilang begitu. Nanti sore saya kesana,"


"Pakde tunggu di rumah," mereka pun menutup komunikasi.


"Eh, pak Sopo," panggil Panji pada lelaki paruh baya itu.


"Iya, Den,"


"Pak Sopo tahu rumah pakde Cahyadi?" tanya Panji.


"Di desa S, den. Kan anak pak Cahyadi yang mau nikah sama non Echa," kata pak Sopo.

__ADS_1


"Taufan calonnya Echa!" ucapnya dengan nada kaget. Pak Sopo menganggukkan kepalanya.


Astaga dunia ini sempit juga ternyata!


__ADS_2