AKHIR NYA JATUH CINTA

AKHIR NYA JATUH CINTA
eps 103


__ADS_3

pagi hari..


"syang Lili...bangun sayang..!" ucap dirga membangun kan lili yang masih terlelap..


"eumm..ada apa sayang aku masih mengantuk.." Lili membuka mata nya yang masih terlihat berat untuk membuka nya..


"hari ini aku akan pergi mengurus maslah yang harus aku urus..nanti ibu akan mengajak mu pergi bersama jeni..! aku pergi dulu sayang.." ucap dirga sambil mencium kening Lili yang menganggukan kepala nya dan memejam kan mata nya kembali..


dirga pergi bersama bian ke hotel di mana tempat rena tinggal..


setelah beberpa menit dirga dan bian sampai di hotel yang tidak jauh dari kediaman keluarga dirgantara..


mereka pun masuk dan menaiki lift ke lantai tiga setelah mereka sampai di lantai tiga mereka berhenti di depan kamar 204 dan mengetuk pintu..


tidak lama setelah mengetuk pintu..rena yang masih mengenakan piama ia membuka pintu dengan kesal karena tidur nya terganggu..


saat ia membuka pintu ia sangat terkejut melihat dirga ada di hadapan nya..


"d..dirga..! ah dirga aku sangat senang kau kesini..aku tau kau masih mencintai aku..aku tidak akan marah tentang apapun yang kau lakukan pada ku selama ini.! aku sangat senang akhir nya kau kembali pada ku dirga.!" ucap rena langsung memeluk dirga dan mengucap kata kata yang membuat nya memepermalukan diri sendriri..


"omong kosong apa yang kau ucap kan rena .jaga sikap dan ucapan mu..!aku sudah memiliki istri jika orang lain dengar itu akan menjadi fitnah..!!" ucap dirga dingin dan mendorong rena untuk menjauhi nya..


rena sangat terkejut mendengar ucapan dirga yang sinis pada nya dan membuat diri nya malu dan kesal..


"eh..e..ehem m..maaf kan aku dirga..aku..?" ah kalau begitu apa yang memebuat mu datang ke tempat ku..!ah kalau begeitu silahkan kalian masuk dan duduk dulu di dalam..!?" ucap rena gugup.mengalihkan topik.


"tidak perlu..! aku ke sini hanya untuk memastikan tentang kasus penculikan yang di alami oleh Lili waktu itu..!?" ucap dirga menatap dingin rena..


rena tersentak dan pucat saat mendengar apa yang di ucap kan dirga..


ia terlihat gugup dan panik..ia pun mencoba mengalihakan pertanyaan dari dirga..


"d..dirga sebaik nya kalian masuk dulu ke dalam bukan kah tidak enak jika kita bicara di depan pintu seperti ini..dan lagi aku masih mengenakan piama.!" ucap rena panik dan bingung mencari alsan.


sejenak dirga berfikir dan akhir nya ia setuju untuk masuk ke dalam bersama bian..


"silahkan duduk..!aku akan buat kan minum dulu..!" ucap rena yang bergegas masuk ke dapur..

__ADS_1


"astaga..kenapa dirga bisa mengetahui semua ini,apa yang harus aku lakukan sekarang..dirga pasti sangat membenci ku sekarang itu bisa terlihat dari tatapan nya terhadap ku..ayo rena berfikir berfikir.! ah baiklah tidak papa dirga membenci ku tapi aku juga tidak akan membiar kan lili menyukai mu dirga..!?" gumam rena yang bingung memikir kan cara untuk menghindar..


setelah beberpa saat rena keluar dan membawa dua gelas kopi di tangan nya..dan meletakan di meja..


"silah kan di minum dulu air nya..!!" uca rena datar..


dirga dan bian pun meminum air yang di suguhkan oleh rena,hanya untuk sekedar menghargai meski dirga tau rena telah berbuat jahat pada Lili..


rena tersenyum puas melihat dirga meminum minuman yang sudah ia berikan obat tidur..


"ah tunggu dulu dirga aku akan mengganti pakaian dulu,tidak pantas jika seorang gadis berpakaian seperti ini di hadapan pria..!?" ucap rena sengaja mengulur waktu dan tidak memberi kan dirga kesempatan untuk bicara..


saat rena bangkit dari kursi nya ia sengaja menyandung kaki nya sendirir hingga tersungkur ke meja dan menjantuh kan kopi milik dirga yang sudah di minum setengah nya oleh dirga,kopi itu tumpah dan mengenai celana milik dirga..


"ahh..ya tuhan maafkan aku dirga akan membersih kan nya..!!" ucap rena yang dengan expresi tak bersalah..


"tidak perlu aku akan membersih kan nya di kamar mandi..!" ucap dirga dingin dan pergi ke kamar mandi..


rena yang melihat dirga pergi ke kamar mandi ia tersenyum licik.


sesaat ia melirik bian yang masih berda di kamar nya juga ia pun mencari cara agar bian pergi..


bian yang merasa tidak tega ia pun keluar memeblikan obat untuk rena..


rena yang melihat bian sudah pergi ia pun mengunci pintu dan menyimpan nya di lemari pakaian..


dan rena mengambil sebuah kamera dan meletakan nya di meja mengarah ke ranjang,rena sedikit menutupi kamera itu agar tak terlihat..


tidak lama kemudian dirga yang baru keluar dari kamar mandi terlihat berjalan lunglai karena pengaruh obat tidur..


rena yang melihat efek obat mulai bekerja ia mendekati dirga dan melepas kancing piama nya dan memeluk dirga hingga merka terjatuh di ranjang..


dirga sangat terkejut dengan perbuatan rena ia mendorong rena namun mata tenaga dan mata nya sudah tidak kuat lagi menahan efek obat tidur yang ia minum..


"rena apa yang kau berikan pada ku..? menyingkir lah jangan membuat ku marah.!" ucap dirga dengan suara berat menahan agar mata nya tida terpejam..


"tidak dirga..!aku tau kau masih mencintai ku tapi karena kehadiran wanita sial itu kau berubah dan menutupi cinta mu itu. aku tidaj akan membiar kan mu pergi lagi kali ini dirga kau adalah milik ku..!!" ucap rena dengan lantang lalu mendekat kan bibir nya untuk mencium dirga,

__ADS_1


namun kemarahan dirga tak dapat di tampung lagi ia berusaha mendorong rena dan menjauhi nya dengan ke adaan yang semakin buruk..


"berhenti bertindak macam macam rena kau membuat ku ke habisan kesabaran ku..!" ucap dirga mantap dingin pada rena dan ia berjalan mendekati meja di mana rena meletakan sebuah kamera di sana..


dirga mengahntam kamera itu dengan sangat kuat hingga kamera itu hancur dan tangan nya terluka mengeluarkan darah..


kesadaran dirga kembali akbit luka yang sengaja ia buat..


rena sangat terkejut melihat kemarahan dirga..


dirga pergi mendekati pintu untuk keluar dari kamar hotel namun pintu tidak dapat di buka..


dirga berbalik badan dan menatap marah pada rena ia mencoba menahan amrah nya,


"berikan kunci nya rena..kau tau apa akibat nya jika membuat ku kehabisan kesabaran..!" ucap dirga dingin..


"t..tidak dirga aku tidak akan berikan..aku ingin kau bersama ku..!" ucap rena menolak dengan takut melihat expresi dirga..


"aku katakan sekali lagi berikan kunci nya.." ucap dirga menahan emosi..


"ti..tidak dirga..!" ucap rena kekeh..


"BERIKAN KUNCI NYA..!!" bentak dirga dengan keras sambil meninju pintu karena kesdaran nya mulai hilang lagi..


rena tersentak dengan bentakan dirga wajah nya pucat dan gemetar..


"kau tau rena saat ini aku sangat membenci mu karena kau telah berani menyakiti orang yang ku cintai. Lili dan kake..dan aku semakin membenci mu karena perbuatan mu yang sangat rendahan ini..! sekrang berikan kunci nya..!?" ucap dirga dengan rasa benci yang dalam..


rena sangat terkejut mendengar ucapan dirga yang menyinggung kake nya.


rena yang sudah tidak tau harus berbuat apa ia menjadi samkain pucat dan bingung..


ia tetap tidak mau memberikan kunci pada diraga dan sengaja membuat dirga tidak kuat lagi dari efek obat tidur yang dosis nya sengaja ia pakai dengan tinggi..


"TIDAK AKAN KU BERIKAN..!" bentak rena dengan keras..


dengan sangat marah dirga menendang pintu kamar hotel dengan sangat keras hingga pintu rusak dan terbuka..

__ADS_1


,,BERSAMBUNG..


__ADS_2