AKHIR NYA JATUH CINTA

AKHIR NYA JATUH CINTA
eps 107


__ADS_3

rena yang saat itu sudah putus asa tidak mendapat kan cara untuk melarikan diri dari dirga ia pun tergolek lemas jatuh ke lantai dan menangis,


namun keberuntungan nya datang saat ia putus asa,


saat ia tertunduk menangis terisak ketakutan,


tiba tiba ada seorang pria masuk kedalam ruang rawat di mana rena berada,


pria itu berdiri di hadapan rena yang masih tertunduk putus asa,


rena sangat terkejut melihat sepasang sepatu hitam milik seorang pria berdiri di hadapan nya yang ia kira adalah dirga,


membuat tubuh nya gemetar ketakutan dan membuat nya histeris seperti orang gila..


"ampuni aku dirga aku sungguh tidak bermaksud melakukan hal itu..! tolong jangan bawa aku ke penjara tolong jangan hukum aku ampuni aku dirga aku mohon..!" ucap rena yang sangat ketakutan pada dirga,ia mengglayuti sepasang kaki yang tegap itu dengan sangat erat memohon pengampunan..


namun pria yang belum menunjukan diri nya itu hanya menatap datar pada rena,


pria yang mengenakan pakaian dokter dan menutup wajah nya dengan masker terlihat tersenyum sinis melihat reaksi rena..


"tidak aku sangak ternyata kekejaman dirga bukan hanya rumor..! orang yang terkenal kejam itu pun tega tidak mengampuni seorang wanita..! benar bukan nona rena..!?" ucap pria itu berjongkok mendekati rena dan mengangkat wajah rena dan membuka masker yang ia pakai dan tersenyum dingin pada rena...


rena sangat terkejut melihat pria yang ada di hadapan nya itu..


"k..kau...! b..bukan kah kau tuan muda dari keluarga erlang..!? kenapa kau ada di sini dan k..kau bagai mana bisa..?" ucap rena dengan bingung dan panik,melihat erlangga yang tidak pernah dekat dengan nya tiba tiba ada di hadapan nya..


"sutttt...kau berisik sekali..!

__ADS_1


aku di sini untuk membawa mu keluar dari sini bukan kah kau ingin keluar dari sini nona rena..!?" ucap angga tersenyum licik..


rena menatap bingung dengan apa yang di ucapkan angga..


"hufff..baiklah setelah keluar dari sini aku akan menjelas kan pada mu nanti kenapa aku bisa melakukan ini..! jadi bersiap lah pakai ini karna kita akan keluar sekarang..!" ucap angga datar dan bangkit menjauhi rena dan melempar kan seragam perawat rumah sakit pada rena..


rena masih diam dan menatap bingung pada angga dan membuat angga mulai kesal dengan rena yang mengulur waktu nya yang sangat berharga bagi angga..


"Dasar wanita bodoh mau sampai kapan kau berdiam di situ cepat pakai itu dan jangan membuat ku dalam masalah..!" bentak angga dengan sura pelan memaki rena..


rena segera pergi ke kamar mandi dan mengganti pakaian nya..


"hmmm bagus..! sekarang berdiri lah di belakang pintu dan nanti saat seorang perawat masuk pukul tengkuk nya dengan tangan saja karena jika menggunakan benda keras aku merasa cukup kasiahan dengan perawat itu..! jadi apa kau paham dengan yang aku katakan.!?" ucap angga datar dan mengangkat bahu dengan santai..


rena menganggukan kepala nya bahwa diri nya paham dengan apa yang di arahkan oleh angga..


"oke..kau siap perawat itu akan masuk..!" ucap angga memberi arahan pada rena yang sudah siap untuk memukul..


saat rena sudah bersiap siap, seorang perawat wanita masuk kedalam dan saat perawat itu membalakangi rena ,


rena melangkah maju dan memukul perawat itu hingga tersungkur namun tidak pingsan..


perawat itu menatap rena dan membuat rena panik saat sang perawat hendak berteriak, namun dengan cepat angga memukul nya kembali hingga perawat itu jatuh pingsan..


"dasar bodoh bahkan memukul saja kau tidak bisa..! huftt.. hampir saja perawat ini berteriak..! baiklah aku akan meletakan perawat ini di ranjang mu dan kita harus segera pergi dari sini..!" ucap angga yang meletakan perawat wanita itu di ranjang dan mereka pun melangkah pergi keluar dari ruang rawat..


rena yang saat itu merasa senang kegirangan karena ia bisa bebas, membuat nya hampir ketahuan oleh pengawal dirga..

__ADS_1


"jaga sikap mu pengawal itu menatap ke sini jangan mengacau..!" bisik angga memarahi rena,


namun saat mereka sedang berjalan di lorong tiba tiba berpapasan dengan dirga dan bian yang baru keluar dari tikungan dan berjalan berlawan arah dengan mereka..


rena dan ngga sangat terkejut melihat dirga berjalan semakin dekat,rena yang melihat dirga membuat ia gemetar dan pucat hingga ia sejanak menghentikan langkah nya karena kaki nya lemas ketakutan..


angga yang panik melihat reaksi rena membuat nya mencubit tangan rena dengan sangat keras dan membuat rena sepontan berteriak hingga membuat dirga dan bian menatap mereka..


angga yang sudah panik saat dirga menatap ke arah mereka dan semakin berjalan mendekat ia mencari cara agar mengalih kan pandangan dirga..


"ehem suster arin bukan kah aku sudah katakan jika tangan mu masih sakit karena jatuh dari tangga saat itu,kau bisa istirahat dulu..!" kalau begitu aku akan antar ke ruang rawat dulu untuk mengobati luka nya..!? ucap angga bersandiwara dan berbalik badan berjalan kembali menuju ruang rawat pasien di ujung koridor yang juga ada tangga darurat untuk mereka melarikan diri agar tidak bertatap muka dengan dirga..


angga dan rena berjalan dengan tergesa gesa sebelum dirga dan bian sampai di ruang rawat di mana rena di jaga..


dirga yang sesaat menatap aneh pada dua orang yang ada di depan nya itu, ia berniat untuk menghentikan langkah angga dan rena yang sudah lumayan jauh dari dirga,


namun saat dirga baru saja ingin menghentikan angga dan rena tiba tiba terhalang oleh seorang dokter yang merawat rena,memanggil dirga dari kejauhan..


"tuann dirgantara..! tuan dirga anda sudah datang..! aku ingin memberi tahukan tentang ke adaan nona rena yang saat ini ke ada'an nya baik baik saja...jika anda ingin melihat nya silahkan tuan..!" ucap Sang dokter menghampiri dirga yang juga baru keluar dari ruang rawat lain nya yang hanya berjarak tiga pintu dari ruang rawat rena..


dirga hanya diam acuh tak acuh mendengar kabar yang tidak penting menurut nya ia hanya diam dan berexpresi dingin..


bian yang paham dengan sifat dirga ia menggantikan dirga untuk menjawab ucapan sang dokter yang sejak tadi merasa gugup..


"ah..baiklah dokter terimaksih atas perawatan nya..!kalau begitu saya dan tuan dirgantara akan melihat keadaan nona rena.!" ucap bian yang tersenyum canggung..


,,BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2