
setelah bian pergi paman han membawa Ane ke ruang tamu untuk menemui Lili dan dirga..
"Silahkan nona Ane..!" ucap paman han mempersilahkan ane duduk..
Ane terlihat canggung saat Lili menatap nya dengan tajam.
"ehem.. ya paman han terimaksih.," jawab nya datar.
"ah apa kabar dirga nona Lili dan..!" sapa nya terhenti saat melihat jeni yang tidak menghirau kan ke hadiran nya sejak ia datang..
"ehem dia jeni adik permpuan ku..!" jawab dirga yang juga ikut berakting..
"ah benarkah dirga aku lupa kemarin kau memberi tahu ku kalau kau punya adik permpuan yang tinggal di jepang..
hay jeni apa kau mengingat ku..
dirga mengatakan kalau dulu kita pernah belanja bersama saat di jepang,maafkan aku jika aku tidak bisa mengenali mu. semenjak kecelakaan aku kehilangan ingatan ku..!?" ucap ane bersikap polos menyapa jeni.
namun ia terus di abaikan oleh jeni dan merasa canggung.
Lili hanya tertawa cekikikan melihat expresi Ane yang sangat malu,
namun dirga memperingatkan jeni demi rencana nya..
"JENII..!" ucap dirga dengan nada tinggi.
jeni tersentak dan menaruh ponsel nya,
"Ah maafakan aku ka ane aku tidak mendengar apa yang kau katakan barusan..!" jawab jeni tersenyum paksa.
"Eh t.tidak papa..aku tadi bilang kalau kita dulu cukup dekat tapi aku tidak mengingat nya karna mengalami hilang ingatan..!" ucap ane canggung.
"ehem ya kaka sudah memberi tahu ku tentang ka ane aku sangat sedih saat mendengar kabar tentang ka ane..sampai aku datang jauh'jauh ke jepang untuk melihat ka ane..!" jeni berakting peduli pada ane dan memebuat ane terlihat senang dan mulai bangga.
"Ah benarkah jen terimaksih kau sangat peduli pada ku..aku senang sekali selain dirga masih ada kau yang perduli pada ku di saat aku tidak ingat apa'apa..!"ucap ane dengan expresi malang.
Lili yang saat itu terus memeprhatikan sikap jeni yang terlihat aneh namun ia tidak terlalu memperdulikan nya,
"jenn apa kau ingin memakan buah lagi kaka akan ambil kan untuk mu..nona ane apa kau juga mau mencicipi salad buah yang aku buat..!" ucap Lili seraya menuang buah dan di beri kan pada ane,namun saat ia ingin menuang buah ke mangkuk jenu tiba'tiba ia terkejut dengan sikap jeni yang tiba'tiba berubah..
__ADS_1
"Tidak perlu aku tidak ingin makan buah..jangan bersikap baik pada ku..aku tetap tidak akan suka kau menikah dengan kaka ku..singkir kan itu..!" bentak jeni mendorong tangan Lili menjauh..
tidak hanya Lili yang terkejut dengan sikap jeni,ane yang melihat sikap tidak suka jeni pada Lili membuat nya tercengang,ia sejenak terpaku melihat nya namun ia tersenyum senang melihat sikap jeni yang tidak suka pada Lili..
"j..jen ada apa dengan mu kenapa kau bicara seperti itu pada kaka..?" ucap Lili masih bingung dangan apa yang terjadi..
"sudahlah jangan bersikap seakan kau teraniaya di depan kaka ku..apa kau sengaja agar aku di marahi lagi oleh kaka ku..Huh Licik sekali..!" jawab jeni sins dengan sangat terpaksa ia bersikap kasar pada Lili,
Lili terpaku mendengar kata kasar dari mulut jeni ia gemetar menahan tangis nya,
"Jenn..!" Lili merasakan sakit di dada nya mata nya berkaca dan tidak sadar ia sudah menetes kan air mata nya.
dirga sangat terkejut melihat Lili menangis,ia tidak menyangka Lili sampai menangis dengan sikap jeni pada nya,
"sayang kenapa kau menangis..!" dirga mengusap air mata Lili dengan lembut,
jeni yang mendengar Lili sampai menangis ia merasa semakin tidak tega dan ingin pergi.
"ya ampun kenapa dengan mu nona Lili apa luka mu masih sakit,ah ya aku sampai luapa aku datang ke sini untuk melihat keadaan mu!" ucap Ane dengan cepat berpindah duduk di samping Lili..
"mengejut kan sekali tidak aku sangka jeni sangat membenci Lili ini kesempatan mendekati dirga bukan.!" ucap ane dalam hati merasa puas dengan apa yang ia lihat hari ini..
"Oh ya ka Ane saat kau mengalami hilang ingatan kenapa bisa langsung mengingat ka dirga tapi tidak bisa mengingat yang lain nya..!?" ucap jeni tersenyum kecut kesal melihat ane yang tersenyum licik pada Lili.
Ane seketika terpaku tak bisa menjawab pertanyaan jeni,ia keriangat dingin tertunduk,
jeni tersnyum puas namun ia kembali menyenang kan hati ane kembali,
"ehemm maksud ku ka ane terlihat punya ikatan batin yang sangat kuat dengan kaka ku,aku sampai terharu dengan itu..!" ucap jeni memecah ketegangan ane.
ane lagi'lagi terkejut dengan ucapan jeni ia terlihat bingung dengan sikap jeni yang sebntar'sebntar baik dan sinis pada diri nya,
"kenapa sikap jeni aneh sekali saat bicara pada ku terkadang baik dan sinis..bukankah ia tidak menyukai Lili..? apa mungkin yang di katakan Rena kalau jeni sangat menyukai Lili,tapi sikap nya tadi Aaaaaa sialan apa aku sedang di permain kan.. heh baiklah kita lihat saja aku akan bukti kan kalau jeni benar membenci wanita itu atau hanya sandiwara..!" ucap ane dalam hati dengan licik nya ia tersnyum pahit.
Dirga menyrengit kan kening nya saat melihat senyum jahat Ane.
"Ah benar yang kau katakan jeni aku memiliki ikatan batin yang kuat dengan dirga,aku juga tidak tahu kenapa saat aku sadar hanya dirga yang aku ingat..dan sebenar nya aku tidak hanya mengingat dirga tapi aku juga mengingat tuan muda erlangga,karna ia yang pertama kali menemui ku..!" ucap nya dengan polos tak berdosa.
dirga dan Lili tekejut saat ane menyebut nama angga..
__ADS_1
"Kapan dia menemui mu.!?" tanya dirga dingin
"dua hari yang lalu seblum kau datang ia menemui ku..ia menceritakan kalau ayah adalah teman bisnis nya kami lumayan dekat! tapi tuan erlangga juga bercerita kalau ia sangat mengenal nona Lili apakah itu benar nona Lili..!?" ucap ane dengan lantang dan wajah polos nya sengaja menyinggung erlangga di hadapan Lili.
tapi Lili masih terlihat biasa denga tanggapan nya.
"ya aku mengenal nya tuan erlangga adalah bos di mana tempat ku bekerja..apa nona Ane puas dengan jawaban ku..!" ucap Lili sinis seraya menyeka air mata nya,ia yang sejak tadi sudah menyadari kalau ane sedang mencari masalah dengan nya,
"Apa yang kau katakan nona Lili..apa kah aku salah bicara kenapa kau terlihat tidak suka dengan ucapan ku..!" jawab ane tersenyum senang saat ia mulai berhasil memojokan Lili dan ia ingin melihat reaksi jeni saat Lili terpojok..
dirga yang masih di antara mereka ia hanya diam dan menperhatikan Ane yang mulai tidak tahu batasan nya di hadapan dirga,
jeni pun hanya diam tetap bersikap seolah ia tidak perduli meski ia rasa nya ingin memukul Ane yang sejak tadi besar kepala..
"Oh benarkah apa aku terlihat seperti itu..tapi aku merasa aku biasa saja..!" balas Lili dengan santai ia bersandar pada dirga untuk memanas'manasi Ane.
jeni menahan senyum nya saat melihat kaka ipar nya pintar saat mengahdapi seorang penggangu..
Ane terlihat kesal karna ia belum bisa membukti kan kalau jeni dan yang lain nya sedang bersandiwara di depan nya,ia pun kembali memancing dengan ucapan nya.
" ah nona Lili aku hanya ingin bertanya tapi ini sedikit menyinggung mu tapi aku merasa kepikikiran sejak tadi ada yang membicara kan mu di kantor tuan erlang saat aku menemani ayah ku menemui klien! mereka mengatakan kalau kau memliki hubungan dengan para tuan muda dari keluarga terpandang!! tapi kau tenang saja nona Lili aku tidak percaya jika semua itu tidak benar..!" ucap ane dengan lantang mengejek Lili.
Dirga dan jeni mulai merasa jengkel dan geram,
"Oh benarkah menurut ku itu hanya omong kosong orang'orang yang iri dengan ku karna aku bisa menjadi istri seorang Dirgantara pengusaha sukses di negara ini...!" ucap Lili bersikap angkuh di hadapan Ane yang terlihat kesal dengan kesombongan yang ia tunjukan.
dirga dan jeni kembali mereda amarah nya karna Lili bisa melawan Ane,mereka hanya menjadi penonton perdebatan antra wanita dewasa..
"haha ya ya kau benar nona Lili itu hanya omong kosong orang yang iri dengan mu..Haaah tapi yang membuat ku kesal dengan kata'kata mereka saat ia mengatakan kalau nona Lili adalah wanita *******..!" ucap Ane dengan sengaja menegaskan suuara nya saat menghina Lili..
sontak Lili dirga dan jeni sangat terkejut dengan ucapan Ane dengan lantang nya berucap sesuatu yang tidak pantas..jeni semakin geram dan tidak bisa menahan sandiwara nya saat ia ingin beranjak dari duduk nya Lili yang sudah berjalan mendekati Ane dengan sangat marah ia menampar Ane dengan keras..
"PLAK.." suara tamparan di pipi ane terdengar sangat keras..
ane kesakitan sampai keluar air mata..
"Silahkan nona ane keluar dari rumah ini karna di rumah ini hanya menerima tamu yang mengerti apa itu sopan santun dan bisa menjaga tutur kata nya..!" ucap Lili dengan tegas mengusir ane yang masih terduduk memegangi pipi nya yang tersa panas..
dirga dan jeni serntak berdiri dan terkejut melihat lili menampar Ane.
__ADS_1
BERSAMBUNG...