
"Rinda,kau jaga dulu Bos ku di sini,Aku akan mencari Nona Lili bersama anak buah ku," seru Bian beralasan untuk kabur.
"Kau kira aku bodoh,kau perintah saja semua anak buah mu untuk mencari Lili,dan kau tetap di sini sampai besok pagi.aku akan pulang suami dan anak'anakku pasti menunggu di rumah," balas Rindah judes.
bian tertawa terbahak'bahak,entah apa yang lucu hingga ia tertawa menunjuk Rinda.sampai membuat rinda naik darah.
"Jika kau tertawa Lagi aku akan benar'benar menyuntik mu," Rinda mengeluarkan suntikan bekas ia menyuntik dirga di rumah sakit.
" Oke,oke,aku diam.
kau ini juga mau kaburkan,Licik sekali.
yasudah aku akan keluar sebentar untuk menyuruh anak buah ku mencari Nona Lili," bian berjalan meninggalkan Rinda sendiri bersama Dirga.
"Kalau kau meninggalkan aku sendiri di sini,aku bersumpah seumur hidupmu akan menjomblo," Seru Rinda menyumpahi bian.
Bian tidak menghiraukan ancaman Rinda ia keluar dari kamar dan tanpa sengaja menutup pintu dengan kencang hingga menyadarkan dirga.
Rinda yang melihat Dirga bergerak dan perlahan sadar ia pucat dan panik,sambil memaki Bian.
"Berengsek kau bian.
kenapa dia sadar sekarang,lebih baik aku keluar diam'diam sebelum ia sadar aku di sini," gumam Rinda memaki bian,ia berjalan pelan menuju pintu,saat tangan nya akan meraih gagang pintu dirga sudah tersadar dan duduk bersandar di ranjang dengan kaki terikat menghentikan Rinda.
"Mau kemana Rinda." seru dirga mengekuarkan aura dingin,membuat Rinda merinding ia menoleh perlahan.
"Ah,haha,kau sudah sadar Dirga!? aku baru saja mau ambilkan minum untuk mu, kau pasti haus,aku akan ambil minum untuk mu?" jawab rinda beralasan.
"Jika kau berani melangkah,"
"Tidak akan melangkah! Lihat aku tetap di sini." cetus Rinda kesal melipat tangan.
"Lepaskan ikatan ku!" ucap dirga dingin.
"Tidak,tunggu bian,biar dia yang melepasnya."
"Rinda,"
"Tidak."
"kalian,membuatku?"
__ADS_1
ucap dirga terhnti mendengar suara pintu terbuka.
"Hey Rinda, kenapa kau berdiri di depan pintu,awas kau menghalangi jalan ku,aku tidak bisa masuk," seru bian mendorong'dorong pintu,dan tidak bisa masuk karena Rinda tidak menyingkir dari tempat nya.
melihat kelakuan konyol dua orang itu Dirga semakin geram,ia menatap tajam Rinda yang tidak juga menyingkir.
"Kenapa kau menatap ku seperti itu,bukankah kau yang menyuruh aku tidak melangkah dan tetap di sini,aku mengikuti perintah mu kan." ucap Rinda membela diri.
"Rindaa," dirga menghela nafas dalam menahan emosi nya.
Bian yang mendengar teriakan dirga ia kaget dan mencoba kabur.
"Biann,jika kau juga berani kabur,akan ku laporkan kau ke polisi karena telah menyembunyikan seorang gadis di rumahmu." ancam dirga geram.
bian mengurungkan niatnya ia terkejut bagai mana dirga tau kalau di rumahnya ada seorang gadis.
"Ataga,kenapa Bos bisa tau,gawat kalau sampai kethuan aku menyembunyikan gadis yang sudah bertunangan." pikir bian bingun.
ia lansung masuk mendorong pintu dengan keras sampai rinda bergeser.
"Bos,apa ada yang bisa aku bantu." seru bian bersiakap baik.
" Lepas ikatan ini," balas dirga dingin.
"omong kosong,cepat lepas tali ini,aku tidak ada waktu meladeni kalian." cetus dirga kesal.
Bian langsung membuka ikatan tali di kaki dan tangan Dirga.setelah membuka ia dan rinda mengambil jarak yang cukup jauh dengan dirga.
Dirga yang sudah bebas dari tali ia segera beranjak dari ranjang menatap tajam Bian dan Rinda.
"Lihat saja kalian nanti!" ancam dirga sinis.ia pergi meninggalkan mereka berdua dalam kondisi kaki gemetar.
ke esokan harinya,dirga tidak datang ke kantor bahkan ia membatalkan meeting yang sudah di tetapkan.
ia sibuk mencari Lili sejak semalam ia hanya tidur sebentar di mobil saat sedang mencari Lili.
pagi nya ia melanjutkan mencari Lili,ia tidak terpikir akan rumah peninggalan orang tua Lili karena pikir nya tidak mungkin istri nya di sana,sedangkan kunci masih ada di tangan nya.
sudah hampir dua hari ia mencari Lili namun tidak menemukan keberadaan nya.
semua temapat sudah ia telusuri,bahkan rumah impian nya dengan Lili, yang berada di jepang juga di telusuri oleh anak buahnya.tapi tetap tidak menemukan Lili.
__ADS_1
ia teringat akan rumah kedua orang tua Lili. pada akhirnya ia pun pergi ke sana, tanpa sadar ia sudah berada di depan rumah orang tua Lily ia melihat semua lampu menyala Ia berpikir sangat tepat kalau ia datang ke rumah mertuanya.
Dirga perlahan melangkah mendekati Rumah sederhana itu.
langkahnya terhenti di depan pintu yang sedikit terbuka,ia sangat yakin kalau di yang di dalam adalah istrinya.ia berjalan masuk tanpa suara,ia sedikit mengenang saat pertama ia masuk kedalam rumah itu dan pertama kali nya juga ia terpesona melihat Lili meski hanya dalam bentuk foto.
" Dirga! kenapa kau bisa di sini?! " Lili terkejut melihat suami nya berdiri di depan meja hias sedang memandangi foto kecil Lili seperti dulu.
Dirga terkejut lamunannya buyar ia langsung menoleh saat mendengar suara Lili.
"Sayang! kenapa kau pergi meninggalkan aku.
Aku sungguh minta maaf telah menyakiti dan membohongi mu," Dirga memeluk erat Lili,ia sangat merindukan dan kahwatir pada istrinya.
"Dirga,aku, aku kecewa denganmu,aku ingin ber?"
"Tidak,Lili, jangan katakan itu aku mohon maafkan aku,aku tau aku salah telah berbohong padamu.
tapi sejujurnya aku sudah lupa akan kejadian itu.
dan baru teringat lagi saat dia mengingatkan nya pada ku,Lili aku mohon jangan tinggalkan aku,aku bersalah,aku tidak benar'benar melakukan itu pada Rena,aku hanya melakukannya dengan mu,aku jujur aku berani bersumpah atas nama Tuhan," Dirga jatuh berlutut di hadapan Lili ia mengenggam erat tangan istrinya dan tertunduk mengeluarkan semua kata'kata yang memang harus ia katakan sejak dulu.
Lili sangat terkejut melihat Seorang Dirgantara yang kejam dan dingin berlutut hanya untuk permohonan maaf dari seorang wanita biasa sepertinya.
Lili mengangkat Dirga untuk berdiri.
"Dirga,kau salah paham maksudku, aku ingin tinggal beberapa hari lagi di sini,aku belum mau pulang!
Kau bodoh Dirga,siapa yang akan meninggalkan mu.
aku tidak akan pernah meninggalkanmu! meski kesalahan mu besar aku tidak akan meninggalkan mu,aku akan selalu di sisimu apapun yang terjadi.
Jika tuhan maha pemaaf kenapa aku tidak bisa menjadi pemaaf seperti Tuhan memaafkan setiap keslahan hambanya.
Aku mencintaimu aku akan menerima semua masa lalu mu,bukankah ini ujian dalam setiap rumah tangga,aku bisa melewati semua ujian ini sampai benar'benar Tuhan memisahkan kita di hari Tua." Dengan senyum hangatnya Lili berlapang dada menerima semua masa Lalau suami nya.
dirga sangat terharu dengan kebaikan hati istrinya.
bahkan ia tidak seperti istrinya saat mendengar andaian dari Lili ia langsung marah dan bersikap kasar ia semakin merasa bersalah.
Dirga memeluk Lili dan terus mengucapkan kata maaf.
__ADS_1
BERSAMBUNG.