AKHIR NYA JATUH CINTA

AKHIR NYA JATUH CINTA
eps 35


__ADS_3

anak laki-laki itu tidak juga pergi.


" ada apa lagi dik? bukankah aku sudah berterima kasih!?" tanya Lili, sedikit bingung dengan maksud sang anak.


"Kaka, belum berterimakasih pada pacar kaka!", ucap sang anak dengan polosnya ia menunjuk bian.


Bian, tersentak kelabakan saat anak itu menunjuk dirinya.


"Hey, nak, sudah kukatakan aku bukan.." kalimatnya terhenti dengan tawa Lili.


"oke, baiklah dik, kaka lupa bereterimakasih dengan paman itu!" dengan ramahnya Lili tidak menolak apa pun yang di katakan anak kecil itu.


ia mengucapkan terimkasih pada bian dengan riang.


melihat Lili sudah berterimaksih pada bian, sang anak pergi dengan wajah berbunga.


Lili, menatap senyum pungung anak itu dengan damai, seketika di benaknya terlintas kalau ia juga akan memiliki anak dengan Dirga.


namun pikirannya segera ia kacau.


"Hah, ada-ada saja! kenapa berfikir jauh sekali," gumamnya tersenyum kecut.


ia teringat akan apa yang terjadi pagi ini.

__ADS_1


"Oh, ya, kenapa kau sendiri skertaris bian! di mana Dirgantara?" tanya Lili.


"Astaga! nona ayo cepat kau harus segera ke ruangan presdir, ia sudah menunggumu sejak tadi," ucap, bian. bergegas kembali ke kantor, menjalankan tugaanya yang hampir ia lupakan.


melihat Bian, panik Lili, juga menjadi panik karena ia sejak pagi belum menemui Dirga.


mereka, berjalan memasuki kantor. ketika baru saja masuk, seorang staf wanita menghentikan langkah lili dan bian.


melihat sang staf berjalan menghampirinya, Lili bersembunyi di belakang punggung, Bian.


Bian, mengerutkan kening melihat reaksi Lili ketika bertemu Sina, staf yang pagi tadi bertengakar dengan Lili.


"Hey.. kau, berani sekali datang lagi.." sina terkejut ketika Bian, menatap sinis padanya. "ehem.. Maaf, skertaria Bian, wanita kampung itu.."


"tapi, skeryaris Bian, wanita ini adalah wanita kampung yang tergila-gila dengan presdir dan ia mengarang cerita jika ia mengenal presdir!"


jelas Sina staf wanita yang membela diri.


Bian sedikit tercengang dengan apa yang di ucapkan, Sina.


ia berfikir. apanya yang mengarang apa dia tidak tahu kalau nona Lili adalah nyonya di prusahaan ini.


"Nona sina, lancang sekali kau bicara sperti itu! kau tau siapa dia. dia adalah is.. ehem asisten barus presedir! jaga sikapmu mulai saat ini," tegas, Bian. membuat para pegawai yang ada di sana terkejut dan saling berbisik.

__ADS_1


Sina, tercengang mendengar posisi. wanita yang pagi tadi, posisinya di kantor lebih tinggi darinya. ia tertunduk pucat mengrutuk gigi menahan malu.


Bian tidak memperdulikan para pegawai di kantor, ia langsung membawa Lili, pergi menemui Dirga.


" sikahkan nona Lili, aku akan mengantarmu ke ruangan prsedir,"


Lili, menghela nafas panjang, lalu. berjalan mengikuti Bian masuk ke dalam lift.


"Astaga, skertaris Bian, kau lihat tadi. kau hampir saja mengatakan kalau aku adalah istri, Dirgantara! ya tuhan jika sampai mereka tau, aku benar-benar akan di buat bisu dan di asingkan di hutan belantara.." Lili mengkridik membayangkan apa yang ada di pikirannya.


"lain kali, kau harus hati-hati, skertaris Bian, nyawaku ada di tanganmu oke, Bos mu bisa membunuhku, jika sampai seluruh pegawainya tau kalu aku istrinya! Hah.. malang sekali nasibku ini," keluhnya, tertunduk lemas.


Bian, terdiam menatap Lili, yang terlihat sedikit kecwa.


Aku rasa.. presdir, tidak akan melakukan itu pada nona Lili, meski setatusnya di ketahui oleh publik! presdir tidak akan marah dan juga aku merasa presdir menyukai nona Lili, haaah.. bahkan presdir tidak pernah membiarkan nona lisa dan nona erlin berada di dekatnya, padahl mereka cukup lama tinggal di kediaman presdir. dan tidak ada yang bisa mendapatkan hatinya.


mungkin nona Lili suatu pengcualian untuk presdir, ia sangat sibuk akhir-akhir ini hanya untuk mesalah nona Lili, bukan.


bian terdiam dalam pikirannya yang menebak-nebak sendiri.


melihat Bian, melamun dengan expresi yang berubah-ubah, Lili mengerutkan kening mengacau lamunan Bian.


"Hey.. skertaris Bian, apa yang kau lamunkan? sampai membuatmu mengeluarkan berbagai expresi di wajahmu?" tanya Lili, penasaran.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2