
Di kediaman dirgantara.
bian dan tiga anak buah nya baru sampai di rumah dirgantara,ia datang tepat waktu sebelum anak orang suruhan Rena beraksi.
Bian dan anak buah nya bergegas masuk menemui paman han dan dua pengawal di rumah dirga yang sudah menunggu nya.
"Paman Han, apa masih belum ada pergerakan dari pelayan itu?" tanya Bian datar sambil mengawasi sekitar.
"Belum tuan bian aku dan Tuti terus mengawasi nya diam'diam! pelayan itu belum menunjukan pergerakan papun, tapi tuan gerak gerik nya terlihat mencurigakan ia selalu memegangi kantong baju milik nya, aku hanya kahwatir kalau pelayan itu membawa senjata tajam untuk melukai nyonya!" ucap paman han sangat menghawtirkan istri dari tuan nya itu.
"Lalu di mana nona Lili sekarang!?" tanya bian serius.
"Nyonya berda di kamar tuan!" ucap paman han datar.
"Hmm baiklah itu bagus! Tenang Saja paman han selama aku ada di sini para serangga liar itu tidak akan bisa menyentuh Nona Lili setitikpun itu! sekarang lebih baik kita jalankan rencana yang sudah aku beri tau tadi,paman han dan bi tuti kalian bisa bersikap seperti biasa, dan para pengawal di rumah ini jika pelayan itu memberi minum maka kalian harus menerima nya dan berpura'pura terkena efek obat yang ia beri ke dalam minuman kalian,paman han Bi tuti kalian bisa memberi arahan pada pelayan yang lain nya! ingat jangan membuat pelayan itu mengetahui semua rencana ini,oke kalian berdua cepat kalian masuk lewat jendela kamar nona Lili sebelum orang suruhan Rena datang,kalian semua hati'hati aku kahwatir kalau mereka membawa senjata api!" tegas Bian dengan sangat serius memberi arahan pada semua orang yang ada dir rumah dirga untuk mengikuti rencana nya,
ia juga memerintahkan anak buah nya untuk berjaga di dalam kamar Lili.
Setelah diskusi selesai Bian menyusul kedua anak buah nya untuk pergi ke kamar Lili Lewat jendela,karena jika lewat pintu maka pelayan suruhan Rena akan melihat mereka dan ia akan gagal menangkap para penjahat itu.
"Haisss benar'Benar merepotkan! aku lupa Kalau kamar presdir di lantai dua Haah?" keluh bian menatap bingung ke arah kamar Lili yang berada di Lantai dua,namun tiba'tiba muncul ide di benak nya ia mengmbil ponsel nya dan menelfon Lili.
di sisi lain Lili yang berada di kamar nya sedang bermain laptop di atas ranjang.
__ADS_1
"Haaah jenuh sekali di dalam kamar terus, dirga belum juga pulang,sayangg aku rindu cepat pulang!" keluh Lili berteriak sendiri di dalam kamar nya,ia merasa jenuh berada di dalam kamar ia beranjak dari ranjang mengambil ponsel nya yang ada di atas meja ia keluar dari kamar pergi ke ruang tv untuk menghilangkan kejenuhan nya.
saat ia sedang berjalan ke ruang tv tiba'tiba ponsel nya berdering.
"RING RING RING." suara dering ponsel milik Lili berbunyi.
Lili menghntikan langkah nya untuk melihat siapa yang menelfon nya malam'malam.
"Eh? sekertaris bian, tumben sekali dia menelfon!" gumam Lili terkejut melihat bian tiba'tiba menelfon nya,
ia langsung menjawab telfon dari bian sambil melanjutkan langkah nya.
"Ada apa bian tumben sekali kau menelfon ku,apa terjadi sesuatu!?" jawab Lili datar.
" Aku sedang tidak di kamar baru saja aku dari kamar! ada apa dengan mu bian kau seper"
"Gawat, Nona Lili sebaik nya kau segera kembali ke kamar!" timpal bian panik mendengar Lili keluar dari kamar nya.
"Eh? me.memang nya kenapa aku harus ke kamar? dan kenapa kau terlihat gelisah bian?" tanya Lili bingung yang tidak tau apapun.
"Nona Lili dengarkan aku,aku akan menjelaskan inti dari permesalahan nya! bla bla bla.. jadi sebaik nya kau segera kembali ke kamar mu dan hat'hati dengan pelayan yang selalu meletakan tangan nya di saku! sekarang aku akan tutup telpon nya dan menunggu mu di bawah nona Lili!" ucap bian menjelas kan semua tentang penjahat dan rencana nya.
"Ya baiklah aku akan ke kamar sekarang!?" jawab Lili terpaku diam pucat saat mendengar apa yang di katakan bian.
__ADS_1
Lili bergegas kembali ke kamar nya dengan panik tanpa sengaja saat ia berbalik untuk kembali ia menabrak seorang pelayan wanita suruhan Rena.
"BUK." suara benturan.
" Nyonya maafkan aku,apa anda terluka!?" ucap pelayan wanita itu meraih tangan Lili dan memrikasa tubuh Lili untuk mengcek terluka atau tidak.
Lili terpaku diam melihat pelayan itu yang salah satu tangan nya berda di saku baju nya,Lili pucat dan panik tapi ia menangkan diri agar tidak terlihat panik di depan pelayan itu.
"Ehem, aku tidak papa! kau bisa kembali bekerja!" jawa. Lili datar dan kembali melangkah,tapi pelayan itu menghentikan Lili.
"Nyonya apa terjadi sesuatu dengan anda?" tanya pelayan itu merubah expresi nya menjadi berbeda dari biasa nya,kali ini ia terlihat seperti hewan buas yang ingin memangsa buruan nya,ia curiga dengan reaksi Lili saat melihat nya,pelayan itu berjalan mendekati Lili dengan langkah kecil.
" Haah, aku tidak papa hanya saja aku sedang merasa sangat pusing akhir'akhir ini dengan suami ku! ia tiba'tiba berubah menjadi sering marah, aku tidak mengerti pria! apa kau punya pacar kau terlihat masih muda kau pasti punya pacar,kalau begitu Beri aku solusi aku harus bagaimana menghadapi suami ku! jujur aku belum pernah berpacaran dan aku dulu menikah dengan suami ku karena terpaksa jadi aku tidak memahami tentang pria!" jawab Lili dengan raut wajah kesal bercerita panjang Lebar mengalihkan kecurigaan pelayan itu.
pelayan itu merasa canggung mendengar majikan nya bercerita tentang rumah tangga nya ia,
"Ah,maaf nyonya saya tidak berani memberi solusi untuk anda, saya hanya pelayan tidak pantas memberi solusi pada nyonya! dan Lagi aku tidak punya pacar tapi aku punya seseorang yang aku sukai! kalau begitu saya permisi nyonya masih banyak pekerjaan yang belum di selesaikan! sekali maafkan saya tidak bisa membantu masalah percintaan nyonya! saya permisi nyonya!" ucap pelayan itu tersipu malu saat ia menyinggung tentang pacar. ia bergegasa pergi meninggalkan Lili dengan wajah merah padam.
"Haah,sayang sekali padahal aku berharap kau bisa memberi solusi tentang suami ku yang pemarah itu! tapi tidak papa kalau kau tidak bisa,kalau begitu semoga kau mendapatkan orang yang kau sukai! dahhh, pelayan kecil! Hihihi orang suruhan Rena ternyata bodoh mudah sekali terbawa perasaan!" seru Lili dengan lantang bicara pada pelayang yang sedang melangkah pergi.
setelah pelayan itu menghilang dari pandangan nya, Lili kembali bergegas pergi ke kamar nya dan langsung mengambil beberapa kain untuk di turunkan ke bawah agar bian dan anak buah nya bisa memanjat.
BERSAMBUNG..
__ADS_1