AKHIR NYA JATUH CINTA

AKHIR NYA JATUH CINTA
eps 52


__ADS_3

Bian yang sudah berada di kantor bergegas menuju ruang CCTV.


" Erik cepat cek rekaman CCTV di lantai 10! " seru bian tiba-tiba masuk mengejutkan erik si pegawai keamanan.


"Ya tuhan kau mengejutkan ku sekertaris Bian?! ada apa kau sangat tergesa-gesa seperti itu?" tanya erik.


"Sudah cepat cek saja apa yang ku minta tadi..kau cerewet sekali." balas Bian terus mendesak erik.


"baiklah-baiklah aku segera mengecek nya!" erik jadi ikut panik dengan desakan bian.


"Sudah, kau bisa melihat nya sendiri!" Erik menunjukan rekaman CCTV yang di minta lelah Bian.


"Coba kau percepat ke pukul setengah enam sore!?"


Erik mengikuti perintah Bian dengan patuh


"Stop!! "pekik Bian dengan nyaring di telinga Erik.


"Kau mengejutkan ku lagi sekertaris Bian!" ucap erik dengan nada kesal.


namun bian tidak memperdulikan Erik.


tunggu, bukankah itu nona diva? kenapa dia ada di depan ruangan presedir? astaga berani sekali pengawal nona diva menyakiti nona Lili.


"Apa sudah selesai?! jika sudah aku akan pulang karna ini sudah waktu nya aku pulang, sekertaris Bian!" ucap erik dengan wajah datar..

__ADS_1


"Tunggu..coba cek ke ruang nona Lili,"


"Hais..baiklah!" keluh erik sambil mengikuti perintah bian tanpa berani menolak.


"oke cukup, maaf telah menggangu mu erik!ucap bian sambil menepuk pelan pundak erik.


"Oke!" jawab erik sambil mematikan komputer nya.


mereka berdua keluar bersama dan berpisah saat di luar kantor.


Bian masuk kedalam mobil mengambil ponsel lalu mengirim pesan pada dirgantara.


Hah...seoerti nya besok aku akan mendapat masalah! ya ampun direktur ami kenapa kau menyuruh istri bos mu sendiri tanpa seijin nya? kau juga akan dapat masalah besok.


Bian bersandar setres di kursi sambil memijit kening.


Dirga duduk menunggu Lili kembali dengan wajah suram ia terus melihat arloji nya dengan gelisah. ia terkesiap ketika para pelayan menyambut kedatangan lili yang baru saja datang.


"Selamat datang nyonya!!" sambut para pelayan yang di balas dengan senyum hangat dari lili.


Lili berjalan menuju tangga tidak menyadari dirga yang sudah menunggu nya di ruang tamu sejak tadi.


"Dari mana mana saja selrut ini baru kabli?!" ucap dirga dengan nada dingin.


langkah lili terhenti menacari asal suar Dirga yang ia kira berada di lantai atas

__ADS_1


"Bodoh aku di sini," seru dirga kesal melihat expresi Lili yang bodoh yang tidak menyadari diri nya duduk di ruang tamu.


"Oh kau di situ rupa nya! maaf aku sungguh tidak melihat mu karna terlalu lelah!" ucap Lili menggaruk pelipis nya dengan canggung.


"Kemarilah.. duduk di samping ku!" pinta Dirga menpuk kursi di sebelah nya dengan expresi datar.


Lili mendekat dengan patuh lalu duduk di samping dirga dengan sedikit canggung "ada apa?!" tanya Lili.


"Kenapa kau pulang selarut ini?" tanya dirga datar.


"Aku baru saja menemui direktur rey untuk menyerahkan dokumen kerja sama perusaha'an! bukankah kau yang memeberikan tugas ini? kenapa kau bertanya lagi??" balas Lili bingung.


Dirga terdiam berpikir membuat lili semakin bingung tanpa sadar tangan lili tidak terkontrol menyentuh dahi Dirga "Apa kau sedang tidak enak badan? atau kau sedang pusing?" ucap lili nampak peduli.


Dirga termangu melihat Lili yang tiba-tiba menyentuh dahi nya. wajah Dirga memerah saat tangan kecil Lili menyentuh dahi nya hingga bisa merasakan suhu hangat di telapak tangan nya.


Dirga meraih tangan Lili dengan lembut lalu menggengam. kemarahan nya seketika luluh saat melihat expresi dan sikap peduli Lili terhadap nya.


"Apa kau khawatir pada suami mu ini hm!?' dirga menggoda lili sambil mencium punggung tangan nya sampai membuat nya salah tingkah dengan wajah ngeblus.


"A..aku... me..memang kenapa jika aku khawatir pada mu? bukankah itu wajar seorang istri menghawatirkan suami nya sendiri." balas Lili tersipu gugup memlingkan wajah dari tatapan genit Dirga.


dirga yang melihat reaksi Lili saat di goda begitu lucu membuatnya terkeh kecil.


"Jadi nona Lili yang keras kepala ini sudah mau mengakui aku sebagai suami nya!" goda dirga. wajah Lili semakin memerah malu dengan ucapan yang terdengar manis di telinga nya.

__ADS_1


BERSAMBUNG..


__ADS_2