
setelah kejadian saat itu Lili mengurung diri Lagi di kamar.
ia sangat putus asa dengan apa yang terjadi di hidupnya, Dirga dan tante tirinya merenggut semua kebahgiaan yang ia miliki dan menghancurkan semua impian indah miliknya.
"Pria jahat, kejam, kenapa dia harus melakukan ini padaku.. ya tuhan apa salahku, kenapa pengalaman pertamaku harus di ambil oleh orang yang tidak aku cintai, meski ia adalah suamiku tapi aku tidak pernah mengingin kan pernikahan tidak resmi ini, " Lili tersedu meratapi kesedihannya sambil terus memaki Diirga.
di sisi lain Dirga yang berada di ruang tamu sedang duduk santai membaca koran pagi.
" Bi tuti, di mana nyonya muda kalian?! " tanya Dirga pada bi tuti yang sedang membersihkan meja ruang tamu.
"Nyonya masih berada di kamar tuan, saya akan panggilkan nyoya tuan! " jawab bi tuti patuh.
"tidak perlu, " Dirga meletakan koran yang ada di tangan dan beranjak dari duduknya meninggal kan ruang tamu menju kamar Lili.
sedangkan Lili masih terus menangis di dalam kamarnya, ia belum bisa menerima kenyataan kalau kesuciannya di renggut oleh pria yang saangat ia benci.
suara ketukan pintu membuatnya terkejut hingga terduduk di ranjang, ia melangkah mendekati pintu.
" Bi tuti, apa itu kau? " tanya Lili dari balik pintu. tapi tidak ada jawaban yang ia terima. sampai ia
kembali memnggil.
"Bi tuti? apa kau masih di sana? " tanya lili memanggil kembali.
__ADS_1
namun tetap tidak ada jawaban dari bi tuti, Melainkan jawaban Dari Dirga yang ia dapat.
Lili melngkah mundur saat mendengar suara Dirga.
"Buka pintu, jangan membuatku menunggu lama! " cetus Dirga, dingin.
"Kenapa dirgantara ke kamarku, mau apa dia? Tuhan apa yang harus aku lakukan, jika aku membuka pintu aku takut dia akan melakukan hal itu lagi padaku, tapi jika aku tidak membukanya dia akan marah, apa yang harus aku lakukan? "gumam lili bingung ketakutan .
Dirg, menggedor pintu lebih keras karna tidak ada jawaban dari Lili, setelah ia mendengar suara nya.
"Apa aku harus mendobrak pintu ini lagi setiap aku ingin masuk ke kamar mu?! " ancam Dirga dengan suara tinggi.
mendengar suara Dirga mulai meninggi Lili dengan cepat membuka pintu.
dirga berjalan masuk mengabaikan pertnyaan lili dan langsung menjatuhkan tubuhnya ke ranjang.
Lili terkejut meliaht Dirga berbaring di atas ranjangnya, ia langsung mengingat kejadian malam itu, saat Dirga melakukan padanya.
wajah Lili langsung berubah pucat.
" se-sedang apa kau di ranjangku? " tanya Lili panik.
Dirga hanya menoleh menatap datar Lili.
__ADS_1
Melihat reaksi Dirga, semakin membuat Lili pucat kebingungan.
" Apakah aku harus ijin dulu padamu saat aku ingin beristirahat di rumahku sendiri?! " balas dirga angkuh.
Lili merasa sedikit lega dengan jawaban dirga yang hanya ingin istirahat di kamarnya, meski pun ia tidak ingin Dirga tidur di ranjangnya.
" T-ternyata Begitu.. kalau begitu aku akan keluar dan tidak akan menggangu istirahat anda tuan! " Lili gugup dan malu karena telah salah paham terhadap Dirga.
"Baiklah, kalau begitu.. aku akan keluar silahkan anda beristirahat dengan tenang! "
jawab Lili bergegas keluar dari kamarnya.
tapi langkahnya di hentikan oleh Dirga.
"Tunggu! " panggil panggil nya.
Lili mengehntikan langkahnya dan menoleh.
"Ada apa tuan? " jawab Lili tersenyum masam.
"Buatkan aku kopi! " balas dirga datar.
" eh? baiklah aku akan buatkan kopi untukmu!" jawab Lili seperti orang bodoh.
__ADS_1
BERSAMBUNG..