AKHIR NYA JATUH CINTA

AKHIR NYA JATUH CINTA
eps 51


__ADS_3

sedangkan Lili masih berada di restoran.


"ehem, baiklah nona Lili. ini sudah malam sebaiknya kau segera pulang dan maaf sudah membuatmu menunngu lama! bagaimana jika aku mengantarmu pulang? untuk menebus kesalahanku karena datang terlambat," Rey, menawarkan diri untuk mengantar Lili pulang.


"T-tidak perlu, direktur rey. terimakasih atas tawaran anda, tapi aku akan pulang menggunakan taxi saja anda tidak perlu repot-repot. kalau begitu saya pamit dulu direktur rey, permisi." tolak Lili, panik dan segera pergi meninggalkan, rey.


"Tunggu, nona Lili!" panggil Rey, menahan Lili yang terburu buru pergi.


"Ya, a-ada apa, direktur rey?" tanya Lili, menghntikan langkahnya dan menoleh.


"tidak, aku hanya ingin mengatakan. apakah kita masih bisa bertemu lagi," seru rey. tersenyum lembut pada Lili.


wajah Lili, memerah melihat senyum manis rey.


"Ah, eh, i-itu.. emm.. t-tentu saja direktur rey, jika tuhan mengijinkan! kalau begitu saya permisi." lili menjawab dengan gugup. ia kembali melangkah cepat.


rey tersenyum menatap Lili hingga tak terlihat lagi.


gadis yang imut! wajahnya sangat cantik saat merona, membuat aku semakin ingin mengejarnya.

__ADS_1


rey tersenyum-senyum sendiri membayangkan expresi Lili.


di tempat lain.


dirga yang sudah sampai di kediaman nya, berajaln masuk. seprti biasa para pelayan menyambut.


"Selamat datang, tuan!" sambut para pelayan.


dirga berjalan ke ruang tamu lalu menjatuhkan tubuhnya ke sofa.


"Tuan, ini kopi untuk anda!" bi tuti, meletakan kopi di meja sperti biasa saat dirga pulang kantor. ia selalu minum kopi untuk menghilangkan lelah nya.


"Bi, panggil nyonya! suruh dia temui aku," seru Dirga, sambil melepas jas dan melonggarkan dasinya.


dirga tersentak mendengar jawaban bi tuti. expresi nya berubah dingin, ia mengambil ponsel, untuk menghubungi Bisan.


Bian, mengehntikan mobilnya di pinggir jalan saat mendengar ponselnya berbunyi.


eh tuan Dirga? kenapa dia menelfon?

__ADS_1


Bian langsung menjawab telfon dari sang bos.


"ada apa, Presdir?" jawab bian, datar.


"Bian Aryaguna!" panggil Dirga dengan suara menekan.


Bian tersentak, mendengar nama lengkapnya di sebut. ia sudah sangat paham pada bosnya. jika sudah meneybut nama lengkap seseorang maka, ia sedang dalam emosi tingkat tinggi.


"P-presdir, a-apa ada maslah?" jawab Bian, panik.


" Apa kau sedang menipuku, Bian! kenapa kau tadi mengatakan kalau Lili sudah keluar kantor? dia tidak ada di rumah! jangan mempermain kan aku Bian!" Dengan sangat geram, Dirga menahan emosinya saat bicara di telfon pada Bian.


"Ti-tidak, tidak presdir, mana berani aku menipumu, aku juga tidak tahu kenapa nyonya belum kembali? tadi aku dengar dari satpam kantor, jika nona lili sudah keluar kantor sejak sore," jawab bian kebakan.


"CARI DAN CEK CCTV KANTO!" bentak Dirga langsung mematikan telfonnya.


"Astaga, kenap saat bosaku marah, ia sangat mengerikan meski hanya lewat telefon! nona lili. kemana dimana kau? kenapa kau sangat nakal selalu membuat bosku marah dan juga membuatku dalam maslah. apa kau sangat dendam padaku. seharusnya, aku sudah menikmati kasur empuk yang nyaman di rumah, hah." keluh bian.


"sebaiknya aku harus cepat ke kantor! semoga nona Lili dalam ke adaan aman!" guamam Bian, mulai kahwatir.

__ADS_1


ia memutar mobilnya kembali ke kantor untuk mengecek cctv, kantor.


BERSAMBUNG..


__ADS_2