
Seorang pria besar keluar dari salah satu ruangan yang ada di gudang tempat rena di kurung,ia berjalan mendekati Bian.
"Tuan Bian! Wanita itu tidak mau memakan makanan yang kami berikan,sejak semalam ia membuang semua makanan!?" salah satu anak buah bian melapor tentang kondisi Rena,yang terukurng di salah satu ruang kecil di gudang itu.
ia segera pergi untuk melihat apa yang di katakan anak buah nya.
"Ceklek" suara pintu terbuka.
dengan wajah datar bian hanya menatap lurus rena yang sedang terduduk lemas di atas ranjang kayu dengan kaki terikat rantai.
"Apa Nona Rena Akan bertahan dengan kondisi perut kosong!?" cetus Bian berjalan mendekat dengan kaki pincang.
Anak buah nya melarang bian untuk mendekati Rena karena kahwatir akan di serang oleh Rena.
"Tidak papa kalian tidak perlu kahwatir!" bian kembali melangkah.
"Nona Rena Apa kau yakin tidak ingin mengisi perut mu dengan makanan yang sudah di siapkan oleh anak buah ku ini?" ucap bian datar menjentikan tangan memberi isyarat pada anak buah nya untuk meletakan makanan di atas ranjang.
Rena melirik tajam pada anak buah bian,yang belum sempat meletakan makanan nya ia menarik kembali tangan nya,ia takut Rena mengamuk seperti saat pertama ia memberi makan dan membuat tangan nya terluka cakaran dari Rena.
"Ada Apa kenapa kau tidak meletakan makanan itu?" tanya dirga heran.
"Tuan Bian, Wanita ini sangat mengerikan jika ia mengamuk! Barusan ia melirik ku dengan tajam aku takut dia menyerang ku lagi!" Jawab nya ketakutan.
"Haisss, saat mengahajar para penjahat itu kau tidak takut tapi sekarang hanya berhadapan dengan seorang wanita Saja kau sampai gemetar!" Balas bian mengelauh pada anak buah nya.
anak buah nya meletakan makanan itu di samping rena.
Saat maknan sudah di letakan,Rena melempar piring ke Arah Bian dan hampir mengnai kaki nya yang terluka.
"Singkirkan semua makanan itu aku tidak membutuh kan nya, Aku akan mati dengan cara tidak Makan,jika aku mati maka aku tidak perlu bersusah payah hidup di penjara! Hahahaha," seru Rena tertawa seperti orang gila.
mendengar ucapan Rena bian tersenyum sinis membuat Rena tercengang.
"Apa maksud senyuman mu itu Bian?" rena menatap tajam bian.
"Nona Rena tenang saja kau tidak akan bisa mati,karena tuan dirga belum mengijinkan kau mati!" bian menjentikan jari nya kepada tiga anak buah nya yang sudah berada di satu ruangan, merek bergegas mendekati Rena dan memaksa nya untuk memakan maanan yang di bawa anak buah nya.
__ADS_1
Rena memberontak dan menolak namun ia tidak bisa ia menalan semua makanan yang ada di piring.
bian tertawa puas melihat Rena memakan semua makanan.
"Hahahah,Huff, padahal makan itu enak tapi kenapa kau tidak mau makan Nona Rena, " ucap bian dengan wajah polos,ia melangkah pergi.
"Brengsekk kau bian Breangsekk kalaian semua brengsek, Uhuk Uhuk uhuk," rena tersedak memukul mukul dada nya kesakitan.
" Kalian jaga dia baik'baik jika dia tidak mau makan Lagi maka lakukan seperti tadi,aku tidak mau sampai ia mati kelaparan! jika terjadi masalah segera Hubungi aku! " ucap bian datar dengan perintah nya, ia meninggalkan tempat itu Lalu pergi.
"Merepotkan sekali! sekarang saat nya aku menikmati layanan manis dari gadis'gadis cantik Heheh," Bian bercucur air liur saat memabyangkan dua perawat yang di utus oleh dirga.
"BRAKKK." sura keras dari bemper mobil belakang bian.
Hayalan bian hancur saat seseorang menabrak mobil nya.
"Sittt, coba lihat siapa yang menabrak!" seru Bian memrintah sopir nya untuk mengecek keluar.
tidak lama sang sopir mengecek ia kembali.
"Tuan, di dalam mobil itu ada seorang gadis sedang tidak sadarkan diri seperti nya ia mabuk dan pingsan saat menabrak mobil kita dan membentur kepala nya!" ucap sang sopir datar memberi informasi.
Bian dan sopir nya mendekati mobil gadis yang di katakan sopir nya tadi.
"Bawa dia ke mobil,kita akan bawa dia ke rumah sakit!" seru Bian datar melangakah ke mobil nya.
sang sopir sedikit ragu dengan perintah bian.namun ia tidak bisa melawan perintah,ia membawa gadis asing yang sedang pingsan itu masuk kedalam mobil dan melaju ke rumah sakit.
setelah sampai di rumah sakit gadis itu langsung dapat perwatan.
bian berjalan pincang kerungan dirga yang juga tidak jauh dari ruangan di mana gadis itu di Rawat.
"TOK TOK TOK," suara ketukan pintu.
Bian masuk kedalam dengan pincang.
"Tuan aku sudah melaksanakan tugas ku,hari ini aku sangat Lelah hayalan ku hancur seharus nya aku sudah bersantai di rumah dengan gadis'gadis cantik di rumah," keluh bian melempar tubuh nya ke sofa dan merwgangkan tangan.
__ADS_1
dirga mengerut kan dahi.
"Jika ingin bersantai kenapa kau tidak langsung pulang? aku tidak menyuruh mu untuk datang ke sini!" balas Dirga dingin saat ia melihat bian masuk dan mengingat ancaman bian saat di telfon tadi.
"Bos kenapa kau menjawab dengan dingin apa aku melakukan kesalahan?" jawab bian canggung.
"Apa kau lupa saat di telfon tadi!" balas dirga acuh taidak mau menoleh ke arah bian.
"Haaha,Bos itu aku hanya bercanda aku tidak serius akan mengatakan itu pada nona Lili,"
"Mengatakan apa bian?" cetus Lili yang tiba'tiba sudah berada di dalam rungan tanpa di sadari dirga dan bian.
bian dan dirga tersentak melihat Lili.
"Sayang kenapa aku tidak bersuara saat masuk!" ucap dirga panik.
"Bukan tidak bersuara tapi kalian yang sangat serius berincang! oh iya tadi apa yang kau maksud, tidak akan mengatakan pada ku,apa kalian menyembunyikan sesuatu?" balas Lili datar ia kembali menoleh ke arah bian yang sudah keringat dingin.
"Eh,Kenapa kau berkeringat Bian?" tanya Lili bingung.
"Sayang sudah jangan pedulikan dia,Hari ini bian kelelahan karena terlalu banya berjalan pincang,Benarkan bian!" dirga memlototi bian.
"Ya ya, benar yang di katakan Bos,aku kelelahan,kalau begitu aku permisi nona Lili Bos semoga kau aman," balas bian bergegas keluar.
"Dirga,ada apa sebenar nya,kalian mencurigakan?" ucap Lili menikan alis dengan tatapan curiga.
"Hahaha,apa yang kau katakan sayang tidak ada yang aku sembunyikan! Sayang aku sudah menangkap Rena dan sekarang dia aku kurung di sebuah gudang tua yang berada di kebun tidak jauh dari rumah,"
"Gudang! apakah gudang yang berada di kebun kelapa itu? Ma..maksud ku" Lili tersadar saat salah bicara.
"Sayang kenapa kau bisa tau kalau gudang itu berada di kebun Kelapa?" dirga ngerutkan dahi dengan tatapan curiga.
"I..itu aku,aku hanya menebak saja, ya Hahah aku hanya asal menebak,tidak aku sangka bisa kebetulan benar,Oh iya Dirga tadi aku? aaahh," Dirga menarik tangan Lili sampai ia jatuh ke pelukan nya.
"Sayang ada yang kau sembunyikan? Katakan kenapa kau bisa tau letak gudang di mana rena di sekap? gudang itu hanya aku bian dan anak buah bian yang tau letak gudang itu?" ucap dirga mulai mengluarkan aura kemarahan.
Lili panik dan bingung dengan apa yang akan ia jawab,jika ia mengatakan saat itu peranah mengikuti dirga sampai kegudang tua itu,maka dirga akan sangat marah.tapi jika ia terus menutupi itu juga tidak mungkin karena dirga tidak mudah di bodohi.
__ADS_1
BERSAMBUNG....