
"haisss..sudahlah kau bisa kembali bekerja aku tidak akan memaksa mu untuk mengatakan nya,tapi aku juga tidak bisa menjamin aku akan membujuk dirga atau tidak..!"ucap Lili mengancam.
risi terkejut saat Lili mengancam nya,ia menjadi semakin bimbang pada akhir nya ia pun mengatakan siapa yang telah memprovokasi nya,untuk menjelekan Lili..
"nyo..nyonya aku akan mengatakan nya tapi,aku takut jika aku mengatakan nya akan merusak hubungan mu dengan presdir..!" ucap risi dengan ragu.
Lili mengerut kan kening nya ia pun merasa seperti nya ada sesuatu yang menusuk hati nya saat risi mengucap kan sesuatu yang mengejut kan..
"hAaa..apa yang kau katakan ada hubungan apa dengan dirga,katakan dan jangn ada yang di sembunyikan.." ucap Lili menatap dingin risi.
"B..begini nyonya sebenar nya aku sudah dua kali melihat presdir di kediaman nona Ane, dan juga saat aku pertama melihat nyonya di depan kantor aku bertemu nona ane,ia mengatakan bahwa nona menggoda presdir dan merusak hubungan nona ane dengan presdir..
awal nya aku tidak menghirau kan ucapan nya,tapi kedua kali nya aku bertemu nona ane ia mengatakan kalau...k..kalau nyonya juga menggoda ka erlangga..saat itu lah aku merasa sangat marah dan menyerang mu saat ada peluang,aku sungguh bodoh..!" ucap risi menjelas kan dengan rasa penyesalan.
namun saat risi melihat Lili yang terdiam dengan mata berkaca,ia merasa semakin bersalah.
"nyo..nyonya..!" risi merasa bingung dengan reaksi Lili..
"Risi apa kau yakin bahwa yang kau lihat itu dirgantara..!"ucap Lili sayu..
risi hanya menggukan kepala..
Lili menghela nafas panjang dan menyuruh risi untuk kembali bekeraja.
Lili terus meremas dada nya yang terasa menyakit kan..
__ADS_1
"Apa dirga berbohong lagi pada ku,tapi kenapa bukankah dia berjanji hanya aku wanita satu'satu nya..
ya tuhan apakah ini sebenar nya takdir ku!sesaat untuk merasa kan kebahgian."keluh Lili dalam lamunan nya,tanpa sadar ia menetes kan air mata ..
Lili yang belum bisa membukti kan kalau dirga membohongi nya,ia berencana mencari tahu kebenaran nya..!
saat pulang kantor Lili pergi ke ruangan dirga yang saat itu sedang bersama bian mereka berbincang,
namun mereka terlihat panik saat Lili tiba'tiba masuk kedalam tanpa mengetuk pintu,
"ah..ehemm nyo.nyoya anda di sini..kalau begitu saya permisi presdir..!" ucap bian gugup dan segera pergi saat melihat Lili berjalan masuk,
Lili mulai curiga dengan sikap bian dan dirga yang terlihat canggung saat meliahat nya.namun Lili berusaha terlihat normal..
"ehem.. baiklah sayang besok aku akan menemani mu,aku akan memberi mu ijin hingga siang..!" jawab dirga dengan lembut megusap pipi Lili..
" terimaksi dirga..kalau begitu apa kita bisa pulang sekarang..! aku sangat lapar ingin makan sup jamur buatan bi tuti.." ucap Lili dengan manja bersandar di dada dirga..
"sayang maaf aku tidak bisa kembali bersama mu,aku ada pertemuan dengan klien..! kemungkinan aku akan pulang sangat larut.."ucap dirga dengan lembut..
Lili merasa dada nya kembali terasa sakit saat mengingat ucapan risi..
dirga mengerut kan dahi melihat wajah Lili terlihat murung..
"sayang ada apa kenapa kau terlihat sedih..!" ucap dirga menyentuh kedu pipi Lili..
__ADS_1
"ah..a..aku tidak papa hanya merasa sangat lapar..baiklah aku akan pulang,aku akan menunggu mu kembali.." ucap Lili kembali terliha ceria..
"Baiklah hati'hati di jalan..ingat untuk makan lebih banyak akan kau adan anak kita sehat,aku mencintak mu..!" ucap dirga mencium kening Lili
"hmmm ya aku juga mencintai mu..!" jawab Lili dengan senyum paksa,ia berajalan keluar dengan berat hati,ia menoleh untuk melihat dirga yang sudah sibuk dengan laptop nya,
Lili terlihat sangat bingung dengan kelembutan dirga,apa kah ia harus percaya dengan apa yang di katakan risi,namun ia juga melihat risi bicara dengan jujur..
Lili semakin bingung dan terjebak dengan kecurigaan nya..
ia berhenti sejenak dan kembali lagi untuk mempertanya kan kebimbangan nya..
namun saat ia sudah di depan pintu ruangan dirga,ia sangat terkejut saat bian menyinggung nama ane.
Lili juga melihat raut wajah dirga yang terlihat kahwatir,ia belum pernah melihat dirga sangat kahwatir selain dengan diri nya,
Lili tergolek lemas di lantai ia menepuk nepuk dada nya yag semakin terasa sakit..ia tidak tahan menahan air mata nya ia menangis air mata nya mengalir dengan deras,
ia berlari keluar kantor tanpa ia sdarai seluruh pegawai kantor melihat nya berlari sambil menangis..
tidak lama Lili berlari keluar kantor,dirga dan bian berjalan dengan tergesa'gesa, para pegawai yang saat itu sedang membicara kan Lili seketika mereka diam membisu saat melihat bos mereka keluar..
di sisi lain,Lili yang sedang dalam perjalanan pulang ia terus melamun melihat keluar jendela, pak an yang terlihat bingung dengan keadaan Lili , tidak seperti biasa nya,ia hanya menghela nafas dan fokus menyetir dan tidak ingin menggangu suasana hati Lili yang sedang tidak baik..
BERSAMBUNG...
__ADS_1