AKHIR NYA JATUH CINTA

AKHIR NYA JATUH CINTA
eps 168


__ADS_3

3 bulan kemudian.


terlihat dirga sedang mondar'mandir di depan pintu ruang oprasi dengan gelisah.


ibu ayah nenek dan jeni, juga sedang terduduk di depan ruang oprasi dengan gelish.


menunggu oprasi persalinan Lili.


sang ibu beranjak dari duduk nya menghampiri Dirga yang tidak bisa tenang.


"Dirga,kau bisa duduk dulu dan tenangkan diri,ibu yakin Lili dan bayi nya akan selamat." ucap sang ibu menenangkan dirga.


"Tidak bu,bagaimana aku bisa tenang,ini sudah hampir 30 menit tapi aku belum mendengar bayi nya menangis,aku kahwtir dengan Lili dan anak ku,ibu aku tidak ingin kehilangan Lili dan anak ku," Dirga semakin gelisah ia memeluk ibu nya,ia tidak kuat jika menerima kenyataan yang pahit.


sang ibu memeluk hangat putra nya ia menepuk'nepuk punggung Dirga agar ia tenang.


setelah 10 menit,mereka mendengar sura tangis bayi yang sangat nyaring,dirga sangat bahagia mendengar suara tangis anak nya.


terdengar suara pintu terbuka,dirga langsung mendekati sang dokter.


"Dokter,bagaimana istri ku dan anak ku?!" dirga masih terlihat kahwatir sebelum mendengar kondisi Lili dan anak nya.


"Selamat Tuan,istri dan anak anda sehat, tidak ada yang kurang satu pun dari mereka.Sekali lagi saya ucapkan selamat atas kelahiran putra pertama anda, selamat untuk kalian,"sang dokter dengan ramah memberi kabar bahagia pada dirga dan keluaraga besar nya.


Dirga langsung berlari kedalam dengan rasa bahagia yang tidak bisa di jelaskan dengan kata'kata,ia memeluk cium Lili.


"Sayang,kau sangat hebat,kau melahirkan putra di keluaraga kita,Lihat bibir dan mata nya mirip dengan mu," Dirga memeluk erat Lili


"Ya,hidung dan wajah nya sangat mirip dengan mu,dia sangat tampan seperti pangeranku," Lili tersnyum kecil dengan bibir pucatnya,ia mengusap lembut Pipi dirga.


dirga menggedong bayi nya dengan hati'hati.


ia sangat bahagia dengan anugrah yang di berikan tuhan pada keuaraga kecilnya.


setelah Lili dan bayi nya di pindahkan keruang rawat,keluarag yang lain nya bisa melihat kedaannya dan calon penerus keluaraga Tara.


"Dirga,Lili, akan di beri nama siapa cucuku ini," sang ibu menggendong cucunya dengan sangat ahagia, mendapatkan cucu pertama,ia terus memandangi wajah cucunya yang sangat mirip dengan dirga kecil yang sangat tampan.


"Kami sudah menyiapkan nama untuk putra kami bu.

__ADS_1


.Aryantara Wijaya. itu nama putra cucu dan penerus keluarga Tara.


Tara dalah nama besar keluaraga kita dan Wijaya nama besar keluarag Lili,aku sengaja menggabungkan nama besar keluaraga kita,agar,kita tetap bersatu selamanya,"Dirga mengengam erat tangan Lili dan memeluk nya.


satu minggu berlalu, Lili sudah kembali ke rumah.


ayah dan jeni juga sudah kembali lebih dulu ke jepang karena tidak bisa meninggalkan pekerjaan dan ujian nya.


sedangkan ibu dan nenek masih menjaga Lili samapi ia benar'benar pulih.


Dirga yang biasanya selalu lembur pulang malam,semnjak anak nya lahir ia pualng kantor lebih cepat dan tepat waktu, ia tidak lagi lembur sampai malam.hanya karena ingin melihat bayi kecilnya yang selalu membuatnya rindu untuk menggendong.


sore hari.


"Sayang,aku pulang dia mana Aryan, aku ingin menciumnya," Dirga berteriak dari ruang tamu memanggil Lili yang sedang berada di dapur membuat salad buah.


"Dirga,mandi dan bersihkan dulu tubuhmu,jangan mendekati putraku dengan keringat mu itu,"seru Lili mendorong dirga untuk pergi mandi.


"cepat madi, aku sudah siapkan baju di ranjang,setalah itu,turun untuk makan salad buah di ruang tengah,Aryan dan ibu juga ada di sana,ingat jangan meroko,nanti malam saja merokonya." teriak Lili pada Dirga yang sedang bergegas menaiki anak tangga.


setelah beberapa menit dirga melngkah cepat menuruni anak tangga.


Dirga tidak menghiraukan ocehan Lili ia berjalan cepat menghampiri anak nya.


"Aryan sayang,mana sini putra ayah yang tampan,ciluk baa," dirga tertawa menggoda anaknya yang menggemaskan.


"Dirga, tiga hari lagi ibu dan Nenek akan kembali ke jepang,ibu lihat Lili sudah mulai sehat,jadi ibu akan pulang lebih cepat."


"hmm,baik bu,aku akan memesan tiket untuk ibu dan nenek,terimaksih selama ini ibu sudah merawat Lili dan Aryan dengan baik."ucap Dirga bicara sambil mengajak main Aryan.


"Bu! Kenapa setelah Lili melahirkan dia jadi sangat cerewet,aku terus di marahinya,aku harus mandi dulu, tidak beoleh meroko,saat akan bertemu dengan putraku, apa dia sudah tidak mencintai aku lagi ,"keluh Dirga dengan wajah sedih.


sang ibu tersenyum melihat expresi Dirga.


"Lili melakukan itu karena ia sangat mencintai kalian berdua,seorang ibu tidak akan bisa jika melihat anaknya terluka! percaya pada ibu,apapun yang di katakan istrimu setiap hari kau harus dengarkan itu,karena ia cerewet demi kesehatan dan kebaikanmu Dirga.apa kau dengar ibu,istri mu tidak berubah ia hanya lebih extra mengurusmu dan Aryan," seru sang ibu memberi nasehat pada anaknya.


dirga mengangguk mendengarkan semua perintah ibu nya,ia merasa lega karena Lili tetap mencintainya.


Satu tahun berlalu.

__ADS_1


"Selamat datang para tamu undangan,terimaksih karena kalian semua hadir di acara ulang tahun Aryantara Wijaya pewaris keluarga besar Tara dan sekaligus ulang tahun pernikahan tuan Dirgantara dan Nyonya Lili Wijaya,Beri tepuk tangan yang meriah pada keluaraga besar Tuan tara," dengan sangat meriah pembawa acra pesta ualng tahun Aryantara wijaya putra pertama Dirga dan Lili,menyambut para tamu undangan yang datang.


perayaan Ulang tahun putra mereka di satukan dengan hari ulang tahun pernikahan mereka yang ke 3 tahun.


acara berlangsung dengan meriah.


semua orang datang menghadiri acara besar mereka.


"Selamat Lili, semoga kalian bahgaia hingga akhir,Aryan ini kado untuk pangeran kecil.


kado ini dari Om Rey dan tante Silvi,doakan om dan tante semoga cepat dapat malaikat kecil sepeti Aryan," seru Rey mengampiri Lili memberi selamat dan memberikan kado pada Aryan yang sedang di gendong oleh Dirga.


"Terimaksih,Tuan rey,semoga Tuhan cepat memberi kalian keturunan," jawab Dirga tersenyum ramah.


rey membalas senyum dirga,ia kembali berbaur dengan tamu undangan lainnya.


ia merangkul pinggul istrinya dan berjalan pergi meninggalkan Mereka.


Bian yang baru datang,cukup mendapat perhatian dari para tamu karena ia membawa kotak hadiah yang cukup besar untuk Aryan.


"Selamat ulang tahun tuan muda kecil,semoga menjadi anak yang berbakti dan pintar,jangan seperti ayah mu yang galak ini ya,dia galak seperti batu es," Bian mengampiri Aryan dan meletakan kado besar itu di meja.ia berbisik pada aryan kecil mengejek ayah nya.


"Bian,kau bicara seperti itu pada putraku sekali lagi aku akan menggantung mu di pagar rumah ini,"dirga geram menarik kuping bian.


semua tamu undangan tertawa lepas melihat kelakuan bos dan sekertaris yang tidak pernah akur.


langit sangat cerah bintang dan bulan saling berdampingan menatap kebahagian keluarga besar mereka.


gelak tawa terus terdengar.


pesta berlangsung dengan meriah.


Dirga dan Lili menatap masadepan yang cerah bersama.


TAMAT


Terima kasih buat teman-teman yang udah setia mengikuti kisah Dirga dan Lili,trimaksih juga untuk semangat dari kalian,semoga kalain semua bahagaia selalu dan mencapai cita-cita kalian.


sekali lagi terimakasih,Author hanya bisa mengucapkan terimasksih dan terimaksih,atas dukungan dan semngat kalian,hingga membuat novel ini sampai tamat.

__ADS_1


Terima kasih semua nya..


__ADS_2