AKHIR NYA JATUH CINTA

AKHIR NYA JATUH CINTA
eps 162


__ADS_3

Satu minggu kemudian. dirga yang sudah pulih pergi menemui Rena.


sedangkan Lili ia masih di hukum tinggal di rumah selama 10 hari Karena kesalahan yang pernah ia dan jeni lakukan saat mengikuti dirga diam'diam ke gudang Tua.


pagi itu di dalam kamar, terlihat Lili terduduk di sofa dengan wajah cemberut menatap Dirga yang bersiap untuk pergi ke kantor,ia kesal karena masih ada tiga Hari untuk hukuman di kurung dalam Rumah,


Dirga melirik Lili dengan senyum genit menggoda istri nya yang terus menekuk wajah nya setelah mendapat hukuman dari nya. Lili membuang muka saat dirga melirik nya.


"Sayang sampai kapan kau mau menunjukan expresi jelek ini pada ku," dirga menarik pipi Lili untuk membuat senyum di wajah nya.


"Sampai hukuman nya selesai," balas Lili kembali membuang muka lagi.


Dirga menghela nafas panjang ia bersanjak dari sofa dan berjalan menjauh.


Lili sedikit tercengang melihat dirga hanya dengan helaan nafas panjang tanpa bicara Membuat Lili kahwatir karena tidak melihat expresi apa yang di tunjukan suami nya saat menghela nafas panjang.


"Dirga, Aku?"


"Kalau begitu Hukuman nya selesai sampai sekarang, jadi bisakah aku melihat senyum manis di Bibir istri ku Sekarang!" Dirga berbalik dengan senyum kecil.


Lili terpaku jantung nya hampir copot ia fikir dirga akan marah pada nya,Lili berlari kepelukan Dirga.


"Tadi aku fikir kau akan marah," dengan suara kecil Lili bicara.


"Untuk apa aku marah! jadi karena hukuman nya sudah selesai maka sekarang beri aku senyuman di bibir mungil mu ini," dirga menepuk bibir Lili dengan jari.

__ADS_1


Dengan senyum lebar ia tunjukan pada suami nya,dengan arti ia sangat senang hukuman nya selesai.


"Aihhh, kau sangat manis sayang saat tersenyum Boleh aku mencicipi sedikit Bibir manis mu ini," ucap dirga mengedip mata dengan genit.


"Jika Suami ku ingin mencicip bibir ku maka ia juga boleh mencicip yang lain nya," balas Lili juga mengedip kan mata dengan genit pada suami nya.


Wajah dirga memerah tubuh nya bereaksi saat melihat Lili dengan expresi genit nya .


"Sayang kau memancing belut kecil,Lihat sekarang ia sudah menjadi belut besar yang perkasa maka istri ku yang menggairahkan ini harus menerima serangan dari nya," Dirga menerakam bibir Lili sesaat ia menikmati ciuman nya tangan nya mulai berjalan'jalan,ia membawa Lili ke ranjang.


"Dirga kau sudah mandi dan sebentar lagi Harus pergi ke kantor," Lili yang awal nya hanya bercanda ia jadi panik saat suami nya menginginkan itu pagi'pagi.


Dirga menghentikan permainan nya dan mengambil ponsel yang ada di meja ia mengetik sebuah pesan pada bian untuk memberi tau nya kalu ia akan datar terlambat.


"Sudah sekarang kita bisa lanjutkan," Dirga melepas semua pakaian nya yang baru ia pakai tadi.


"Maka aku bisa mandi lagi nanti,Sayang jangan beralsan kau yang memncing belut kecil maka kau yang harus memebres kan semua nya hingga tuntas,oke aku sudah tidak tahan," Dirga kembali menerkam Lili ia lebih bernafsu dari sebelum nya,sekujur tubuh Lili di nikmati semua oleh nya.


Satu jam kemudian,Lili masih berada di ranjang dengan selimut menutupi tubuh nya yang tidak memakai apapun.


Sedangkan Dirga ia berada di kamar mandi untuk membersihkan Diri.


"Haaah,Dirga benar'benar kenapa ia kuat sekali bertahan sampai satu jam,bahakan saat dulu pertama aku melakukan nya ia bisa bertahan lebih dari satu jam hmmm tapi dia sangat perkasa tubuh perut yang sxsi,Aaaa kenapa ia tampaan sekali saat sedang melakukan itu," Lili bergumam dalam hati nya wajah nya memerah air liur nya menetes membayangkan suami nya sedang bermain dengan nya.


"Sayang kau kenapa air liur mu menetes!" dirga keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk di tubuh nya,ia mengacau lamunan Lili.

__ADS_1


"Eh,ehemm tidak papa sayang,oh iya nanti aku tidak bisa mengantar mu sampai depan sayang aku lelah,tidak papa kan," ucap Lili menjatuhkan tubuh nya keranjang.


"Baiklah,kalau begitu aku akan berangkat sekarang ingat untuk mandi dan segeralah turun untuk sarapan,aku akan sarapan di kantor nanti," dirga mengecup kening Lilu dan berlalu pergi meninggalkan Lili yang masih berbaring di ranjang.


Sore hari nya,dirga dan jeni pergi ke gudang tua tempat Rena berada.


"Ka besok aku sudah harus pulang,ibu dan ayah sudah sangat marah karena aku seminggu lebih tidak sekolah,aku ijin sehari ini lagi karena aku ingin melihat terakhir kali nya siluman ini," jeni bicara sambil menatap Luka tangan nya yang sudah mulai membaik namun meninggalkan bekas yang cukup besar di tangan nya.


"Oh ya,ka Dirga tau tidak kalau ka bian menymbunyikan seorang gadis di rumah nya,dua hari yang Lalu aku pergi ke rumah nya,aku sangat terkejut saat yang membuka pintu seorang gadis hmmm gadis itu lumayan cantik dan pebapilan nya cukup sederhana namun kekinian! aku fikir ia salah satu perawat yang biasa mengurus nya tapi saat aku masuk kedalam aku melihat dua perwat itu ada,ka bian juga terlihat sangat aneh? apa kaka juga berpikir kalau gadis itu di culik oleh ka bian karena ka bian frustasi seudah setua itu tidak punya pasangan? hmmm ini teka teki?" jeni terus bicara tanpa henti,ucapan nya sedikit membuat Dirga berfikir keras tentang bian.


"Tidak mungkin kan bian mengikuti cara ku,buruk sekali contoh yang ku berikan pada sekertaris ku ini! tapi kenapa bian menculik seorang gadis yang ia sukai? tentu ini berbeda bukan dengan ku, dulu aku tidak menculik Lili aku membawa Lili pulang karena ia sudah menjadi istri ku?" dirga bergumam dalam hati ia melamun menatap luar jendela yang sudah berhenti.


Jeni mengacau lamunan Dirga dengan tangan nya.


"Ka kita sudah sampai ayo,kenapa kaka terus melamun?" ucap Jeni menggoyangkan lengan kaka nya.


"Oh,tidak papa kaka hanya kelelahan saja,pak An kau tunggu di sini aku dan Jeni akan masuk kedalam," Seru dirga datar,ia keluar dari mobil di ikuti Jeni.


mereka berjalan masuk kedalam gudang tua,saat mereka masuk kedalam ruangan di mana Rena di kurung,Dirga dan jeni sedikit terkjut melihat kondisi Rena yang baik dan terurus meski kaki dan tangan nya di rantai namun mental nya masih baik.


anak buah bian yang menjaga di dalam memberi hormat pada Dirga.


"Lumayan!ternyata Bian mengurus Wanita ini dengan sepenuh Hati." ucap Dirga tersenyum dingin.


Suara nya membangunkan Rena yang saat itu terlelap dalam tidur nya di ranjang kayu yang sudah di alasi kasur dan selimut tebal.

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2