AKHIR NYA JATUH CINTA

AKHIR NYA JATUH CINTA
eps159


__ADS_3

Setelah kejadian malam itu,beberapa anak buah Dirgantara mengamankan orang suruhan Ren,ia sengaja tidak langsung membawa para penjahat itu ke kantor polisi.


paman han dan bi tuti langsung membawa Dirga dan Bian kerumah sakit di mana tempat Jeni juga dirawat.


Lili terus berada di samaping dirga dan tidak sedikit pun meninggalkan nya sejengkal pun.


Di Rumah sakit...


"Sayang aku sudah baik'baik saja,kau menangis terus selama dua jam lihatlah mata mu sampai merah dan bengkak seperti bisul,itu sangat jelek!" goda dirga yang saat itu sedang berada di ruang rawat rumah sakit,dengan perban di kepala nya.


"Dirgaa,jangan menggoda ku,aku Sangat takut saat melihat banyak darah di kepala mu tadi,aku takut kau meninggalkan aku," lili menatap sayu dengan wajah sembab,ia sangat ketakutan dengan apa yang ia bayangkan.


"Aku tidak akan pernah meninggalkan mu sayang," dirga memeluk Lili dengan hangat ia membelai rambut istri nya dengan lembut unntuk menenang kan ketakutan nya.


"Apa luka nya Sakit," Lili mendongakan kepala nya dalam kedaan masih di pelukan dirga.


"Hmm,Tidak ini tidak sakit,aku merasa sakit jika melihat mu menangis, jadi Bisakah istri ku tidak menangis lagi agar suami tampan mu ini tidak merasa sakit di sini," Rayu dirga sambil menunjuk dada nya sendiri.


Lili mengangukan kepala, lalu kembali memeluk Dirga dengan Erat.


"Sayang,Apa kau bisa membantu ku?" ucap Dirga datar.


Lili melepas pelukan nya.


"Ya,Apa kau ingin ke kamar Mandi!" Jawab Lili.


"Tidak,Aku ingin Kau melihat bagai mana keadaan Bian dan jeni," ucap dirga,sambil membenarkan posisi tidur nya.


Lili agak sedikit terkejut saat dirga menyuruh nya melihat jeni.


"Jeni? Apa Dia,"

__ADS_1


"Ya sayang,Jeni terluka ia menyayat tangan nya sendiri dengan pisau,Haah, aku tau itu sangat bahaya, Tapi ia mengatakan Kalau itu adalah sesuatu yang keren bisa menangkap seorang penjahat dan dia melakukan itu untuk Kaka ipar nya, ya dia melaukak itu untuk mu sayang. Jeni sangat menyayangi mu!" dirga menjelaskan apa yang terjadi dengan Jeni,ia sangat menyesal karena tidak bisa menjaga adik satu'satu nya itu.


"Sayang,kenapa kau diam saja,apa kau dengar yang ku katakan?" dirga kebingungan melihat Reaksi Lili yang tertunduk diam.


"Dirga," seru Lili menatap tajam suami nya.


"eh? A..ada Apa sayang?" jawab dirga panik.


"Di ruang mana Jeni Berada!" ucap Lili datar terlihat mata nya berkaca.


"Dia berada di sebelah kiri kamar bian," balas dirga canggung,


mendengar jawaban Dirga ia langsung pergi untuk menemui Jeni.


"Eh? Apa aku salah bicara? istri ku terlihat mau menangis tadi?" gumam dirga kebingungan.


Lili berjalan cepat ke ruang di mana jeni di Rawat,Saat ia sudah berada di luar pintu ia melihat jeni sadang mengupas buah dengan satu tangan ia terlihat sangat kesulitan membuat Lili merasa sangat bersalah.


Ia masuk dengan langkah kecil mendekati jeni,yang sibuk dengan buah jeruk nya sampai tidak menyadari kedatangan Lili.


"Eh? Ka Lili Kapan Kaka masuk aku tidak melihat nya?" jawab jeni terkejut melihat Lili tiba'tiba sudah ada di hadapan nya.


"Jangan panggil aku kaka jika kau belum menjelaskan petanyaan ku tadi!" cetus Lili marah melihat tangan kiri Jeni di perban.


"Pertnyaan? pertanyaan yang mana ka?" jeni kebingungan dan panik melihat Lili terlihat sedang amrah.


Lili menatap lurus ketangan jeni yang di peban,dan membuat jeni mengerti dengan sikap kaka ipar nya yang tiba'tiba marah.


"Ah,ini? Hahah, Tadi saat jalan pulang aku,"


"Jangan berbohong Kaka mu sudah mengatakan nya pada ku,kau melukai tangan mu Hanya untuk menangkap rena, kenapa kau melakukan itu! jen jika meleset sedikit saja kau mengenai urat nadi mu kau tau apa yang akan terjadi pada mu setelah itu." timpal Lili menatap sedih jeni.

__ADS_1


"Ka aku tau apa yang ku lakukan sangat berbahaya,tapi aku melakukan ini demi kaka agar siluman itu cepat tertangkap dan tidak lagi bisa mnyakiti ka Lili!" Jawab jeni merasa bersalah melihat kesedihan kaka ipar nya.


"Aku tidak akan berterimaksih dengan apa yang kau lakukan kali ini jen,aku sangat marah aku tidak akan bicara pada kalian yang rela melukai diri sendiri hanya demi aku,aku akan mogok bicara selama seminggu dengan kalian," Lili meletakan buah yang sudah ia kupas ke nampan dan memutar tubuh nya memunggungi Jeni.


"Kaka tolong jangan laukan itu jika ka Lili tidak mau bicara dengan aku dan kaka makan rumah akan menjadi sangat kosong,Aku minta maaf aku tidak akan melakukan sesuatu yang membuat ka Lili marah," Ucap jeni memeluk kaka ipar nya dari belakang dan membujuk nya agar tidak marah lagi.


Lili tidak kuat lagi menahan air mata nya ia menajatuh kan butiran demi butiran air mata hingga menjadi deras,ia memutar tubuh nya dan memluk jeni dengan erat,ia sangat takut kehilangan orang'orang yang menyayangi nya selama ini.


"Jen tolong jangan pernah melakukan sesuatu yang bisa membahaya kan nyawa mu sendiri,kalian berdua kenapa melakukan itu demi aku,aku takut,bagai mana dengan aku jika kalian berdua meninggalkan aku sendiri di sini bagai mana aku menjalani hidup dengan penyesalan," Lili menangis deras ia terisak di pundak adik ipar nya,


jeni tidak bisa menahan kesedihan nya melihat kaka ipar nya sangat tertekan dengan apa yang ia lakukan.


"Maafkan aku ka,aku berjanji tidak akan melukan nya lagi,aku akan menjaga diri untuk kaka!" ucap jeni menenangkan kaka ipar nya.


saat suasan terasa haru semua nya buyar saat bian mengetuk pintu dan masuk kedalam ruang rawat jeni.


"Eh? Apa aku menggangu kalian?" ucap nya canggung,ia berdiri dengan menggunakan tongkat.


"Tidak bian,bagai mana dengan kaki mu,maafkan aku jika aku membuat mu seperti ini," tanya Lili merasa bersalah,ia menyeka air mata nya dengan tisyu."


"Aku baik'baik saja,tidak itu sudah tugas ku melindungi mu nona Lili kau tidak perlu merasa bersalah, oh ya jen aku sangat jenuh sendiriran temani aku bermain game!" jawab bian mengalihkan topik agar susana tidak canggung,ia berjalan pincang dan duduk di sofa.


"Ka bian kau meledek ku ya,tidak lihat perban sebsesar ini di tangan ku," cetus jeni kesal menunjukan tangan nya yang di perban pada bian.


Bian dan Lili tertawa bersamaan melihat expresi kesal jeni.


"Haaah,kita bertiga bisa terluka di tempat yang berbeda jika bisa saling membantu selama terluka mungkin itu sangat Lucu,jeni kau membantu mu makan dan presdir akan membantu ku berjalan Lalu aku akan membantu presdir berfikir bukankah itu sesuai dengan luka masing'masing,Hahahah," bian tertawa dengan hayalan nya sendiri, jeni dan Lili cekikikan melihat expersi bian terlihat sangat puas saat mengatakan ia akan membantu dirga berfikir karena luka di kepala nya.


"Sekertaris bian,suami ku hanya luka di kepala bukan terluka di otak dan membuat nya tidak bisa berfikir,Hmmm jika aku memberi tau dirga apa yang kau katakan tadi bagaimana ya reaxsi nya," balas Lili sengaja membuat bian panik.


"Tidak tidak nona Lili tolong jangan lakukan itu,Jika kau mengatakan pada suami mu maka aku akan hilang dari dunia ini,bahkan saat suami mu marah menatap pun aku tidak berani apa lagi dia mendengar apa yang ku katakan tadi,aku bahkan yakin aku akan mati" bian panik ketakutan dengan ancaman Lili ia melirik jeni memberi kode agar jeni meolong nya,namun jeni malah meldek menjulurkan lidah.

__ADS_1


suasana yang tadi sedih menjadi bahagia dengan canda tawa.


BERSAMBUNG...


__ADS_2