
" Hah.. baiklah! kau boleh mengantarku ke kantor, tapi.. nanti turunkan aku di pinggir jalan saja, aku tidak ingin menarik perhatian orang banyak!" seru Lili, setuju untuk di antar oleh sang sopir.
"baik nyonya! silahkan kau akan terlambat nanti jika tidak segera pergi," ucap paman han, mempersilahkan, lili. untuk masuk mobil.
setelah sesampainya di kantor. ia menghentikan mobil. tidaj jauh dari gedung kantor.
"berhenti, aku akan turun di sini saja! aku akan berjalan dari sini, kau bisa kembali, pak"
"baik, nyonya!" jawab sang sopir dengan patuh, lalu pergi.
melihat sopir yang mengantarnya. sudah menjauh, ia menghela nafas panjang, untuk mempersiapkan diri masuk ke dalam gedung yang sangat besar di depannya itu. ia sedikit kaget melihat betapa kayanya pria yang menikahinya.
"besar sekali peursahaan milik dirgantara ini.. pantas banyak gadis-gadis mengejarnya! sudah sangat jelas karena ia begitu kaya raya! hah.. entahlah aku harus senang atau sedih menjadi istrinya!" gumam lili terkagum dengan kekayaan milik suami nya.
tidak ingin, melakukan ke salahan saat pertama kerja, ia langsung masuk ke dalam kantor. mengahmpiri dua staf yang sejak ia masuk menatap tidak suka dirinya.
"permisi, saya ingin bertemu dengan Dirgantara! di mana saya harus menemuinya?!" tanya Lili, dengan ramah pada dua staf wanita sinis itu.
__ADS_1
"maaf, apakah anda sudah memilik janji dengan presdir!" jawab salah satu staf wanita dengan pandangan menghina melihat Lili.
merasa bingung harus jawab apa. ia yang sejak awal tidak tau kalau akan sangat ketat masuk ke dalam kantor suaminya, jik belum ada janji.
ia berfikir. " apa perlu janji dulu? Dirgantara, kau menyulitkan ku, kenapa tidak memberiku janji temu."
"emmm.. Nona, aku sudah membuat janji langsung dengan tuan Dirga! jadi apa, aku bisa menmuinya?" ucap Lili, canggung.
" Haha.. kau lucu sekali, Nona! jika ingin bertemu dengan presdir Dirga. kau harus membuat janji dengan sekertris bian, terlebih dahulu!" tegas salah satu staf wanita, tertawa mengejek.
"eh? tapi, Dirgantara, sendiri yang menyuruhku untuk datang ke kantornya! bukankah itu sudah termaksud janji temu?" ucap lili dengan polos.
melihat expresi dua wanita itu, Lili semakin bingung. lalu tertegun saat dua wanita itu tiba-tiba tertawa serentak.
"mana mungkin, presdir Dirga, membuat janji langsung denganmu. nona! kau bahkan tidak pantas untuk bicara seperti itu! hahaha..
ehemm, oke, nona! mungkin kau sedang mengigau sebaiknya kau pulang dan teruskan igauanmu di rumah!" seru, salah satu setaf wanita itu, mengusir Lili keluar.
__ADS_1
merasa kesal sejak tadi di hian oleh 2 staf wanita di kantor suaminya, ia mulai jengkel menahan sabar.
"ehem, nona! apa kau sudah menikah?" tanya Lili, dengan sedikit berbisik pada salah satu staf yang sejak tadi yang banyak menghinanya.
bingung dengan pertanyaan Lili, staf itu menjawab acuh.
"Apa, maksud pertanyaanmu?"
"tidak-tidak, hanya saja jika belum menikah, lebih baik kau berhati-hati dengan sifatmu itu? kau sangat buruk dan angkuh, jika kau tidak merubah sifatmu! para pria tidak akan mau menikah denganmu dan kau akan menjadi perwan tua seumur hidupmu! hiiii.. itu sangat mengerikan bukan!" ucapnya mengejek sang staf, yang mulai geram dengan kata-kata, Lili.
sang staf. mulai merubah dan menekuk wajahnya dengan kesal.
"Lihatlah, kau sangat menakutkan tempramermu sangat tinggi.. jika pria yang ada di sini melihat! mereka akan lari melihat wajah tuamu itu!" cetus Lili, terus mengejek dengan puas.
"kau! wanita kampung, kurang ajar beraninya kau menyumpahiku. pengawal! seret wanita kampung ini keluar dari kantor," teriak staf itu dengan sangat marah dengan ejekan Lili.
para pengawal yang ada diluar segera masuk mendengar perintah sang staf.
__ADS_1
melihat reaksi Lili, sangat santai dan tidak takut melihat pengawal dengan tubuh besar mendektinya, membuat Staf itu semakin jengkel dan kesal dengannya.
BERSAMBUNG..