
"tidak lama dirga menunggu bian,ia yang menyadari bahwa Lili yang saat itu mengikuti nya keluar,
Lili yang sedang bersembunyi di balik tembok untuk mendengar pembicaraan dirga dan bian..
ia tidak menyadari bahwa dirga sudah mengetahui keberadaan nya,
dirga yang merasa Lili yang sangat keras kepala ia menghela nafas panjang dan bersandar di kusri besi yang ada di taman..
dirga sengaja membiar kan Lili tetap di tmpat nya,
dan tidak lama bian pun datang mengahmpiri dirga dengan membawa dua gelas jus jeruk..
"tuan aku membawa kan jus,
jadi apa kita akan menangkap nona rena dan tuan erlangga saat..eh..?" ucap bian terhenti saat melihat dirga mengisyarat kan tangan nya..
bian yang saat itu tidak tahu bahwa di antara mereka ada Lili yang sedang mencuri dengar pembicaraan nya ia marasa bingung dan diam tak berani bersuara seblum di perintahkan oleh dirga...
"sayang apa kau tidak merasa pegal terus berdiri di situ..!? kemari lah duduk di sebelah ku jika kau ingin dengar pembicaran ku dengan bian..!" ucap dirga datar seraya menghidup kan sebatang roko yang ada di tangan nya..
Lili sangat terkejut melihat dirga meroko ia sangat paham dengan dirga ia tidak akan meroko jika bukan di saat ia memiliki banyak beban fikiran..
Lili melangkah mendekati dirga dengan rasa takut karna ke pergok dirga saat ia menguping..
__ADS_1
"kemari lah duduk jangan takut aku tidak akan marah..
kenapa kau ingin mencuri dengar pembicaraan ku dengan bian..!?" ucap dirga datar,
ia mematikan roko yang ada di tangan nya saat Lili sudah berada dekat dengan nya,ia mengahkwatirkan Lili dan bayi nya jika terkena asap roko yag bisa membahyakan mereka..
"dirga aku..aku hanya ingin kau jangan menyakiti erlangga aku..!?" ucap nya terhenti saat dirga menimpali kata kata nya..
"kenapa aku tidak boleh menyakiti nya,apa kau sangat menghawatir kan pria itu sayang apa kau masih menyimpan cinta mu pada nya JELAS KAN..!?" ucap dirga datar lalu membentak dengan suara keras hingga membuat Lili dan bian terpaku diam melihat expresi dingin dirga..
Lili terdiam kaku tertunduk tidak berani menatap dirga saat ia di bentak..
dirga menghela nafas melihat reaksi Lili yang ketakutan.
bian yang merasa lega saat dirga menyuruh nya pergi ia bergegas pergi dengan langkah cepat..
dirga menatap Lili beberpa detik dengan tatapan datar..
"maafkan aku..aku mengejut kan mu,aku merasa bebrpa hari ini sangat lelah hingga sulit mengontrol emosi ku..!
duduklah dan jelas kan kenapa kau sanga berusaha melindungi si brengsek itu,eham maaf maksud ku erlangga..!?" ucap dirga datar namun dengan cepat merubah expresi nya saat menyebut nama angga..
"dirga aku tidak bermaksud melindungi nya.! aku hanya ingin membalas budi ku dengan nya karna dulu ia selalu menolong ku saat aku dalam ke sulitan,
__ADS_1
dan aku yakin erlangga tidak ada kaitan nya dengan penculikan yang rena Lakukan..!
dirga aku mohon kali ini saja..tolong percaya pada ku aku hanya membalas budi ku karna sejak dulu erlangga yang menjaga ku..!?" ucap Lili tertunduk sayu memohon pada dirga..
sesaat dirga hanya diam menatap Lili saat ia mengucap kata kata yang tidak ia suakai..
"hmmm..baiklah aku tidak akan menyakiti nya kau tenang saja..!
langit akan gelap segera lah masuk kedalam,dan dengar ngucapan ku setelah hari ini kau tidak di ijin kan menyebut atau menyinggung nama pria itu lagi...
masuk kedalam di luar sangat dingin..!"
ucap dirga datar dan mengantar Lili masuk kedalam Lalu ia kembali lagi ke taman..
"dirga..kenapa kau tidak ikut masuk kedalam..!?" ucap Lili lirih menatap sayu dirga yang sudah melangkah pergi menjaub dari nya tidak mendengar ucapan Lili..
Lili mengengagm tangan nya dengan erat melihat dirga acuh pada nya..
ia pun melangkah masuk dan duduk di ruang tamu termenung sendiri..
"dirga maaf kan aku jika permintaan ku ini menyakiti mu,tapi aku sangat mengenal ka angga ia tidak akan menyakiti ku dan juga aku yang membuat nya menajdi orang yang berbeda sekarang.." gumam Lili yang menangis saat melihat sikap dirga yang acuh pada nya ia terisak sedih tertunduk menangis menyembunyikan wajah nya di antara dua kaki nya..
di sisi lain dirga yang berada di taman ia duduk bersandar di kursi melipat salah satu kaki nya sambil menghisap roko, dan menatap langit yang saat itu langit sangat cerah namun tidak secerah hati nya..
__ADS_1
"BERSAMBUNG..