AKHIR NYA JATUH CINTA

AKHIR NYA JATUH CINTA
eps 152


__ADS_3

"sudah masuk waktu jam makan siang aku ingin memberi Dirga kejutan, Bi tuti! tolong siap kan makan siang untuk tuan aku akan membawa nya ke kantor! oh iya jangan lupa bungkus kan salad buah dan beberapa makanan manis lain nya," ucap Lili dari lantai atas,ia segera mengganti pakaian dan tidak lama ia turun.


"Bi apa sudah di siap kan semua!" tanya Lili yang sudah berdandan rapih dengan dres selutut berwarna biru berlengan panjang,Lili terlihat natural dan cantik tanpa menggunakan make up.


"Sudah nyonya ini makanan nya,nyonya hati'hati di jalan pak an sudah menunggu nyonya di depan," ucap bi tuti perhatian pada Lili.


"Iya bi terimkasih aku jalan dulu," jawab Lili datar,ia berjalan keluar menaiki mobil yang sudah menunggu nya.


pak an membawa mobil dengan kecepatan lambat demi keselamatan tuan nya.


setelah beberpa saat Lili sampai di perusahaan besar milik suami nya,ia keluar dengan hati senang karena ingin mengejut kan dirga dengan ke hadiran nya yang tiba'tiba datang ke kantor.


"Pak an aku akan masuk kedalam pak an pulang saja nanti sore aku akan telpon jika sudah ingin pulang," ucap Lili dengan ramah memerintahkan pak an untuk kembali ke rumah karena ia ingin tinggal lebih lama di kantor dirga.


"Baik nyonya saya pergi dulu nyonya Hati'hati saat di jalan," jawab pak an dengan patuh ia meninggal kan Lili yang sudah berjalan masuk ke kantor.


"Selamat datang nyonya,kami turut bersedih atas musibah yang menimpa nyonya beberpa waktu yang lalu,semoga nyonya Lili sehat selalu di berikan perlindungan oleh tuhan" serentak sambut dua pengawal yang berjaga di pintu masuk,dengan kompak memberi doa yang baik untuk Lili.


"Ah,terimaksih atas doa kalia,oh iya ini aku sengaja membawa pencuci mulut untuk kalian sebagian aku yang membuat nya sendiri,jika tidak enak jangan memaksa nya untuk makan,"Lili memberi kan salah satu kantung berisi makanan yang ia bawa dari rumah pada dua pengawal di kantor.


"Teimaksih nyonya anda baik sekali kami pasti akan memakan nya sampai habis,semua makanan yang di buat dengan tangan nyonya pasti sangat lezat,sekali lagi terimaksih nyonya,"ucap salah satu pengawal itu memuji Lili dengan senang hati.


"Hahaha,terimaksih atas pujian nya kalau begitu aku akan masuk kedalam,selamat makan," Lili melangkah pergi meninggal kan kedua pengawal itu yang sangat senang bisa dapat makanan dari nyonya pemilik perusahaan terbesar.


sepanjang jalan Lili di sambut dengan ramah oleh setiap pegawai.


"TING.." pintu lift terbuka Lili keluar dan berjalan keruangan dirga, saat ia membuka pintu dan bertabrakan dengan Ardiaz yang saat itu sedang berada di ruangan dirga untuk membicara kan bisnis kerja sama yang sudah berjalan dalam waktu setahun.

__ADS_1


keseimbangan Lili hilang dan ia hampir terjatuh tapi dengan cepat ardiaz menrik tangan Lili dan menahan tubuh Lili dengan tangan nya,posisi mereka sekarang sangat dekat bahakan merkea terlihat seperti berpelukan.


dirga bangkit dari duduk nya dan berjalan mendekti ardiaz, dirga belum menyadari kalau yang berada di pelukan ardiaz adalah istri nya,saat dirga berjalan semakin dekat ia melihat Lili dengan posisi tertahan oleh tangan Ardiaz.


"Kau,lepas kan istri ku!" dirga menatap tajam ardiaz dan menarik Lili dari tangan nya.


"Sayang kenapa kau bisa ada di sini!?" tanya dirga kesal.


"eh,dirga aku datang untuk memberi mu kejutan aku membawa kan makan siang untuk mu tapi.. makanan nya sudah jatuh," jawab Lili dengan sangat sedih karena makanan yang ia bawa untuk di berikan pada dirga jatuh berserakan di lantai karena bertabrakan dengan ardiaz.


ardiaz merasa sangat bersalah melihat wajah sedih Lili.


"Ehem maafkan aku Lili,baga mana kalau aku mengganti makanan yang jatuh ini dengan meneraktir mu makan di luar,"dengan sangat bersalah ardiaz meminta maaf dan menawar kan diri untuk meneraktir Lili.


"Tidak perlu,istri ku tidak butuh teraktiran dari mu lagi pula makanan itu untuk ku jadi sehrus nya tuan Ardiaz yang menganti pada ku bukan pada istri ku," cetus Dirga dingin menolak tawaran ardiaz untuk Lili.


"KAU."


"dirga sudah jangan pedulikan ucapan nya," Lili menahan dirga yang terlihat kesal dengan ucapan Ardiaz.


"Haduhh kenapa dua pria ini setiap bertemu selalu beradu mulut seprri anak kecil membuat ku pusing," keluh Lili dalam hati memijat'mijat kening nya melihat kelakuan dirga dan ardiaz.


"Baiklah begini saja sayang kita terima saja tawaran baik tuan Ardiaz,lagi pula kaliam kan rekan bisnis bukan maslah jika membuat janji makan bersama untuk mempererat ikatan saudara," ucap Lili memberi solusi pada dirga yang masih terlihat geram pada ardiaz.


"Siapa yang sudi bersaudara dengan dia," jawab dirga sinis.


"kau fikir aku sudi bersaudara dengan pria emosi tinggi seperti mu," cetus ardiaz menatap tajam dirga.

__ADS_1


merkea sling bertatap tajam.


dan membuat Lili semakin pusing.


"Kalian seprti anak kecil,kalau begitu begini saja tuan ardiaz kau bisa mengundang pacar mu untuk makan siang bersama,itu akan lebih baik jika kau juga membawa pasngan," ucap Lili kembali memisah kan dirga dan ardiaz dengan memberi solusi ke dua agar mereka bisa menjadi teman dekat.


"Lili aku tidak punya pacar,bagai mana aku bisa membawa wanita sedangkan aku tidak punya pacar," jawab ardiaz datar mengngkat kedua bahu nya.


"Heh,jangan percaya omong kosong nya sayang,dia itu pemain cinta sudah hampir seribu lebih wanita di kota ini yang ia permain kan,tidak mungkin sekarang ia tidak punya pacar," ucap dirga menatap sinis.


"hey tuan dirgantara jaga ucapan mu, kau fikir aku tidak tahu kalau ku dulu juga suka mempermain kan wanita,termasuk Lili ku ini," jawab Ardiaz tidak mau kalah.


Lili semakin geram melihat perdebatan dua pria keras kepala di hadapan nya.


" SUDAH CUKUP, aku akan pulang saja kepala ku sakit,haaah kemungkinan berteman kalian 0% aku tidak bisa menghadapai dua pria gunung es sekaligus," ucap lili dengan suara tinggi sampai dua pria di hadapan nya itu terpaku diam,Lili berjalan mengoceh sendiri meninggal kan dirga dan Ardiaz.


"Sayang,tunggu kenapa kau pulang kau baru sampai," dirga mengejar Lili dan menahan nya agar tidak pergi.


"dirga kalian Huff,apa kalian tidak bisa menjadi teman,"tanya Lili menghela nafas panjang.


" ya kami bisa menjadi teman,karena itu kita akan makan siang bersama dan tuan Ardiaz akan mengudang pacar nya untuk bergabung,bukan begitu tuan ardiaz yang terhormat," ucap dirga membujug Lili agar tidak pergi.


"ya itu benar aku akan membawa pacar ku untuk makan siang," jawab Ardiaz membuang muka saat dirga menatap nya.


Lili menghela nafas lega melihat suami nya dan teman nya itu mulai saling mengakrab kan diri,meski ia tau itu hanya pura'pura di depan nya, tapi Lili yankin suatu hari nanti Dirga dan Ardiaz akan menjadi teman dekat bahkan bisa menjadi sahabat.


BERSAMBUNG..

__ADS_1


__ADS_2