
selama perjalanan jeni tidak bernai bicara atau pun menoleh,ia hanya menatap lurus melihat jalan sampai tiba di rumah.
jeni bergegas masuk ke kamar.
Sedangkan dirga ia tidak langsung pergi ke kamar melain kan ia duduk di taman,mernung sendiri ia terus teringat dengan kata'kata Rena yang mengingatkan nya akan masa lalu bersama nya,ia merasa sangat bersalah pada Lili,karena ia tidak jujur ia dan rena hampir pernah melakukan hubungan suami istri di hotel tempat nya berlibur,meski ia belum melakukan itu tapi ia tetap merasa bersalah karena ia pernah bersama dalam satu ranjang dengan Rena.
"Arggghh Siall,kenapa dia harus mengingatkan tentang saat itu,padahal aku sudah melupakan semua nya,bagai mana kalau Lili tau,dan aku juga tidak bisa berbohong pada nya tentang ini," gumam dirga kesal pada diri sendiri.
ia beranjak dari duduk nya dan pergi untuk melihat Lili yang berada di kamar nya.
saat ia masuk kedalam ia melihat Lili sedan memakan buah dan bermain laptop di sofa.
"Sayang kau sudah pulang,aku akan siapkan air untuk mandi," Lili mengahmpiri dirga dan mengambil jas yang ada di tangan suami nya,ia melepas dasi dan kemeja Dirga,lalu ia masuk kedalam kamar mandi menyiapkan air untuk suami nya yang barus saja pulang.
"Dirga apa kau ingin aku buatkan kopi," Lili duduk di sebelah dirga yang sedang berbaring tanpa baju di atas ranjang,dan meijat'mijat tangan nya.
"Tidak,aku tidak ingin minum kopi tapi aku ingin minum susu," jawab dirga datar.
"Kalau begitu aku akan buatkan susu untuk mu," baru saja ia beranjak dari duduk nya tapi dirga menarik nya lagi untuk tetap duduk.
"Ada apa?aku akan membuatkan susu untuk mu sayang,"
"Tidak aku tidak ingin susu,"
"bukannya tdi kau ingin minum susu?"Lili bingung dengan sikap dirga.
"Ya aku ingin minum susu tapi susu yang ada di melon kembar mu ini sayang," dirga meremas melon kembar milik Lili, dengan senyum genit nya ia menggoda Lili.
"Dirgaa,kau membuat ku kaget," Lili memukul dirga dengan bantal,dirga tertawa lepas melihat expresi malu istri nya.
"sayang apa kau mau membantu menggosok punggung ku? hari ini aku ingin istri ku memanjakan aku," ucap dirga sengan tatapan berharap.
" yasudah aku akan membantu mu mandi," jawab lili dengan hangata ia menarik dirga dari ranjang agar ia bangun dari tempat nya.
Lili menuntun Dirga kekamar mandi yang terlihat sangat malas saat di bawa untuk mandi.
__ADS_1
"Lepas celana," suruh Lili datar sambil menyiapkan peralatan mandi.
"Sayang bukankah tadi pagi kita sudah melakukan nya,"
"Jangan macam'macam Dirga,lepas celana mu dan cepat masuk kedalam bak mandi,Atau kau ingin aku yang melepas nya," tegas Lili memarahi suami nya yang Sejak tadi menjadi manja.
Lili menggulung lengan baju nya setelah selesai menyiapkan peralatan mandi untuk menggosok punggung Dirga,Ia menoleh ke arah dirga yang masih belum melepas celananya tapi malah bersandar melipat tangan sambil memperhatikan diri nya.
"Dirgaaaa,"
"Baik syang baik aku akan lepas celana ku," dirga langsung cepat'cepat melepas celana saat melihat Lili membawa sikat untuk menimpuk nya.
"Sayang aku ingin di kerimbat,"
"hmmm," jawab Lili hanya berdeham lalu membaringkan dirga di bak mandi dan memijat mijat kepala nya dengan lembut.
"Sayang Jika dulu aku pernah tidur dengan seorang wanita selain diri mu apa kau akan marah?" tanya dirga datar sambil memjam kan mata menikmati pijatan tangan Lili.
sejenak Lili menghentikan pijatan nya lalu melanjukan lagi memijat.
"Jika itu seandai nya,apa kau akan marah?" balas Dirga datar ia masih memejamkan mata menikmati pijatan lembut dari Lili.
"Jika itu seandai nya, maka Siapa wanita yang pernah tidur dengan suami ku?Apakah Lisa Erlin atau Rena? yang pernah mengisi kekosongan mu dulu," jawab Lili datar namun tegas.
mendengar jawaban tegas dari Lili ia tersentak membuka mata dan sejenak berfikir jawaban apa yang akan ia berikan pada Lili.
"Jika itu Lisa atau Erlin Atau mungkin Rena,apa kau akan marah," balas dirga kahwatir.
sekali lagi Lili menghentikan pijatan nya Lalu melanjutkan Lagi kali ini jantung nya sedikit lebih cepat berdetak.
dirga masih menunggu jawaban dari Lili yang belum juga bersuara.
"Jika itu Lisa Atau Erlin aku bisa menerima nya karena dulu ia memiliki setatus istri dari mu dan itu sudah kewajiban nya melayani kebutuhan suami,sejak aku mencintai mu aku sudah menerima semua itu jika kau pernah tidur dengan istri mu yang lain nya," jawab Lili datar meski sedikit sakit jika kenyataan itu benar bahwa dirga tidur dengan Lisa dan Erlin.
dirga terdiam selama beberapa detik ia belum mendapat jawaban dari Lili tentang Rena, ia hanya menjawab Lisa dan Erlin,saat dirga baru saja ingin kembali bertanya belum sempat berucap Lili mengguyur tubuh nya dengan air dingin hingga ia tersentak.
__ADS_1
"Sayang kenapa kau mnyiram ku dengan air dingin?" tanya dirga menggigil kedinginan.
Lili tidak menjawab namun ia langsung mengelap tubuh dirga dengan Handuk dan membawa nya keluar dari kamar mandi karena ia sudah selesai membantu nya mandi,Lili masih belum menjawab pertanyaan dirga kenapa ia menyiramnya dengan air dingin tadi.
Lili sibuk mencari piama untuk dirga di dalam lemari.
dengan Expresi datar dan tidak menunjukan kalau ia sedang marah.
"Sayang pakai ini, setelah itu aku akan buatkan kopi sebelum waktu makan malam," ucap Lili tersenyum kecil ia mengahmpiri meja dekat sofa dan mengambil piring bekas buah yang tadi ia makan,lalu berjalan untuk keluar kamar.
saat ia baru melangkah keluar pintu dirga menghentikan Lili dengan pertanyaan yang berlanjut saat di kamar mandi.
" Jika aku pernah tidur dengan Rena tapi tidak melakukan itu apa kau akan marah?" tanya dirga lagi,ia diam setalah bertanya sedikit gugup menunggu jawaban,Lili menatap penuh tanya dari kejauhan.
"Sayang, kenpa kau diam dan terus melihat ku?"
"Jika aku pernah tidur dengan seseorang tapi tidak melakukan hubungan,dan aku berbohong pada mu kalau aku tidak pernah tidur dengan siapapun selain diri mu! Apa kau akan marah?" jawab Lili mengulang pertanyaan yang sama dengan dirga,ia melangkah mendekati dirga yang sedang duduk di sofa.
dirga mengerutkan dahi dan langsung berdiri dari duduk nya mendekat pada Lili,ia merasa sangat kesal mendengar apa yang di katakan istri nya.
"Siapa yang pernah tidur dengan mu! kenapa kau tidak jujur pada ku sejak awal," dirga mencengkram kuat kedua tangan Lili, ia menatap tajam Lili yang masih menunjukan expresi santai nya bahkan ia tersenyum kecil meski merasa sedikit sakit dengan cengkraman kuat dirga,ia tidak takut atau pun gemetar.
dirga mengernyitkan kening melihat expresi Lili.
"Kenapa kau tertawa?aku sedang bertanya dengan mu,kenapa kau tidak jujur jika pernah tidur dengan pria lain," sorot mata nya mulai tajam menusuk jantung Lili.
"Kau marah dirga, kau kesal, kau sakit di hati,kalau begitu,itu yang akan ku tunjukan pada mu jika kau pernah tidur dengan Rena tapi kau tidak Jujur sejak awal dengan ku,Rena dan Lisa berbeda,Lisa memiliki setatus meski itu sirih tapi dia punya kewajiban itu! tapi tidak dengan Rena ia hanya kekasih mu yang belum memiliki ikatan resmi dengan mu,sejak awalpun aku sudah menerima kenyataan,meski aku tidak akan pernah mencintai mu seumur hidupku jika aku menjadi istri ketiga dan harus berbagi dengan istri lain nya,maka aku akan menrima semua itu,tapi tuhan berkehendak lain! Aku memiliki cinta untuk mu aku menjadi istri satu'satu nya untuk mu! berbeda dengan rena,tanpa aku jelaskan kau pasti mengerti apa yang aku maksud dirga," balas Lili dengan tegas,tanpa ia sadari tiba'tiba pandangannya kabur ia menjadi tidak seimbang hingga jatuh taksadarkan diri,Dirga panik saat melihat Lili pingsan ia segera membawa nya ke rumah sakit.
setelah beberapa menit.
"Tuan istri anda pingsan karena kaget dan tertekan itu buruk untuk janin yang ada di kandungan nya,saya harap tuan bisa menjaga istri anda dengan baik," Ucap sang dokter.
Dirga diam dengan penyesalannya ia tidak menjawab apa yang di katakan sang dokter hingga sang dokter meninggalkan nya sendiri,ia terduduk di kursi mengumpat diri sendiri yang tidak melihat keadaan kalau istri nya sedang hamil ia sangat menyesal beraikap kasar pada Lili tadi.
ia bergegas masuk saat mengingat saat itu ia mencengkram tangan Lili,dirga membuka lengan baju Lili dan melihat luka merah bekas tangan nya.ia terduduk lemas menatap Lili yang belum sadarkan diri.
__ADS_1
BERSAMBUNG....