
"Sialan, apa wanita kampung itu sengaja membiarkan aku mengantar Kopi Hanya untuk memamerkan ini." gumam Lisa menggertakan gigi.
ia sangat kesal melihat Dirga berada di kamar Lili, namun ia tidak peduli akan hal itu, yang ia pikirkan saat itu hanya mengambil Hati dirga.
Lisa mengtuk pintu kamar Lili dan melangkan pelan masuk kedalam.
"Tuan dirga, aku membawa kopi untuk mu." lisa meletakan kopi di atas meja.
lalu mengahmpiri dirga yang sudah terduduk di ranjang dengan wajah suram.
"Dimana Lili," tanya Dirga, ketus.
ia beranjak dari Ranjang dan menjauhi Lisa dengan kesal.
"Eh, emm Lili? aku tidak tau dia di mana, tadi dia yang menyuruhku membuat kopi untuk tuan dan mengantarnya ke sini," jawab lisa panik dan berbohong saat melihat expresi jengkel, Dirga.
"Kau bisa keluar sekarang," Cetus Dirga dingin.
Lisa tercengang ia tidak mendengarkan ucapan dirga, ia mendekti dirga dan memeluk manja.
"Tapi tuan, bukankah tuan Lelah! biar aku memijat tubuhmu," Lisa menggoda dengan menyentuh tubuh dirga.
"Aku tidak suka berkata dua kali, KELUAR!" bentak Dirga mendorong lisa.
Lisa tesentak kaget, ia menangis kesal dengan perlakuan kasar Dirga.
"Tuan, kenapa kau sangat dingin padaku, dan kenapa kau bisa tidur di tempat wanita kampung itu.
sejak pertama aku masuk ke rumah ini, kau sama sekali tidak menyntuhku bukankah aku istri pertamamu, tapi kenapa wanita murahan itu.." PLAK" sebuah tamparan mrlayang di wajah Lisa Lisa tersentak saat
Dirga memukul wajahnya.
__ADS_1
ia terdiam memegangi pipi nya yang di tampar oleh Dirga. ia tidak menyangka bahwa dirga akan memukulnya.
"T-tuan.. kau memuku ku?" Lisa terisak dengan wajah menyedihkan.
"KELUAR," bentak Dirga, tanpa belaskasiahan ia kembali menyuruh Lisa keluar.
Lisa berlari keluar sambil menangis menahan sakit hati dan tamparan yang ia terima.
"tidak, tidak mungkin Dirgantara menyukai wanita kampung itu, aku tidak akan membiarkan itu terjadi, aku akan membuat wanita kampung itu keluar dari rumah ini dan Dirgantara sendirilah yang akan mengusirnya Hahaha.. Awww, sakit sekali."
"kurang ajar selama aku di sini Dirgantara tidak pernah memukulku, bahkan semarah apapun, dia tidak pernah sampai memukul ku seperti ini.
semua ini karena wanita kampung sialan itu,"
Lisa terus mengocah dan mengumpat Lili, ia tidak terima akan tamparan yang ia dapat dari Dirga.
Saat Lisa ingin kembali ke kamarnya ia tanpa sengaja melihat Lili sedang tertidur di kursi Teras.
ia tersenyum jahat berjalan mendekati Lili dan menarik rambut Lili yang sedang tertidur dan menyeretnya sampai terjatuh.
Lisa segera melepaskan tangannya saat Lili sudah terjatuh ke lantai.
"Apa yang kau lakukan?" bentak Lili yang masih tersungkur ke lantai dan memegngi kepalanya yang tersa sakit.
"Heh, itu pantas kau dapatkan!
kau wanita murahan, apa yang kau lakukan sampai tuan dirga memukulku hanya karena wanita kampung seperti mu,"oceh lisa memaki.
Lili tidak mendengarkan ocehan Lisa, ia beranjak dari jatuhnya, namun tiba-tiba tangannya yang memar yang tersiram kopi saat itu, di injak oleh lisa.
"AHHHH... sakitt lepaskan, tanganku sakitt," Lili bertriak kencang kesakitan saat tangannya di injak dengan kerasa.
__ADS_1
Sampai terdengar oleh pelayan yang sedang membersihkan Ruang tamu.
Lisa panik melihat Lili berteriak ia langsung membungkam mulut Lili.
"Sialan, jangan berteriak! dengar rasa sakit ini pantas kau terima, karna kau berani merebut Tuan Dirga dariku" ucap lisa semakin menekan kencang menginjak tangan lili,
sampai lili tidak tahan dengan rasa sakitnya ia menangis sejadi-jadinya.
"Sakittt.. tanganku sakit lepaskan,"
rintihnya kesakitan.
Seorang pelayan berlari mengahmpiri Lisa dan Lili saat mendengar suara rintihan.
"Nyo-nyonya Lili," pelayan itu pucat melihat Lisa menindas Lili dengan kejam.
"Kau, pelayan Rendah jika kau mengadukan ini pada Tuan, aku jamin kau akan angkat kaki dari Rumah ini, Pergi, anggap kau tidak melihat apapun," bentak Lisa mengancam pelayan itu.
Sang pelayan berlari ketakutan, ia berlari ke arah kamar Dirga untuk memberitau keadaan Lili, ia tidak peduli dengan ancaman Lisa, ia tidak tega terus-terusan melihat nyonya terbaiknya di sakiti.
Lisa tersenyum puas melihat pelayan itu lari ketakutan dengan ancamannya.
"Huh, pelayan bodoh.
dan kau, aku akan melepaskan mu, tapi kau bersujud ulu di kakiku maka aku akan melepas kan mu" Lisa tertawa puas dengan angkuh menyuruh Lili bersujud di kakinya.
mendengar ucapan lisa, ia menolak dengan keras karena itu suatu penghinan baginya.
"Aku tidak akan melakukan itu," Tegas Lili menolak permintaan lisa dengan lemas.
Mendengar jawaban Lili, ia kembali menekan tangannya dengan keras.
__ADS_1
Lili kembali merintih kesakitan, ia tidak punya tenaga lagi untuk melawan Lisa ia hanya terfokus dengan kesakitan yang luar biasa di jari-jari telapak tangannya.
BERSAMBUNG.