
tidak lama setelah Jeni dan Lili sampai di rumah,dirga pun tiba bersama bian,.
dirga berjalan masuk dan duduk di ruang tamu barsama bian membicara kan sesuatu yang bersangkutan dengan kejadian di gudang saat itu..
bi tuti keluar dari arah dapur membawa dua gelas kopi untuk tuan nya dan bian.
ia sudah paham dengan tuan nya jika pulang dari bepergian ia selalu minum kopi.
"Tuan ini kopi nya, tuan bian silahkan kopi nya..!" ucap bi tuti seraya menyapa bian yang tersenyum datar pada bi tuti..
"Bi apa bibi menelfon tadi..!?" tanya dirga datar.
saat bi tuti ingin menjawab pertanyaan dirga tiba'tiba jeni yang saat itu sudah menguping dari balik pintu kamar nya,ia berlari mendekati bi tuti,
"Kaka kau sudah pulang.. hay ka bian.!
bi aku mau susu hangat..!" ucap jeni mengalihkan topik,ia menyapa bian,dan memeluk bi tuti dengan hangat untuk menyuruh nya pergi,
bi tuti pun pergi untuk membuat kan jeni susu.
jeni yang saat itu sudah duduk di samping kaka,nya ia merasa sangan tidak nyaman saat bian terus mengamati nya,
"kenapa ka bian melihat ku terus,jangan'jangan ka bian melihat aku dan ka Lili saat di gudang tadi, tidakkk... ini gawat kalau sampai ka bian mengadu pada ka dirga." ucap jeni dalam hati tanpa sadar ia terus mengeluar kan expresi panik nya,dan terlihat oleh kaka nya.
dirga meanggil'manggil jeni namun jeni tidak mendnegar nya dan terus melamun,sampai akhir nya ia tersadar dengan dehaman dan bentakan dirga saat memanggil nya dengan keras..
"Ehmm JENI..!" panggil dirga dengan suara tinggi..
jeni tersentak langsung menoleh ke arah kaka nya..
"Ya ka ada apa..!" jawab jeni polos
sesaat dirga menatap jeni dan membuat nya pucat.
"Ada apa sejak tadi kaka Lihat kau terus melamun.apa kau punya masalah.!?" tanya dirga datar seraya meinum kopi yang ada di tangan nya,
"T..tidak ka aku baik'baik daja,aku hanya...
ah aku bingung harus memakai gaun apa untuk kepesta besok ya hahah besok aku akan kepesta menemani kaka..!" ucap jeni panik beralsan,
dirga dan bian menatap jeni secara bersamaan, semakin membuat jeni keringat dingin dan tak berkutik.
namun saat ketegangan yang sedang rasakan jeni,
__ADS_1
Lili yang saat itu baru selesai mandi ia turun dari tangga untuk ke dapur mengambil buah,
jeni yang melihat Lili ia dengan cepat mengambil langkah seribu mendekati Lili,
Lili terkejut saat tiba'tiba jeni sudah menggandeng tangan nya..
"Astaga jeni,kau muncul dari mana mengejut kan sekali..!" Lili terkejut seraya merapikan handuk yang ada di kepala nya, Lili yang belum sadar kalau dirga sudah kembali ia berjalan ke dapur di ikuti jeni yang tidak berani menengok ke belakang,
"Hehehe maafkan aku ka! kaka mau apa ke dapur.!?" tanya jeni yang masih rangkul tangan Lili..
"Kaka mau membuat salad buah,apa kau juga mau jen maka aku akan buat lebih banyak..!" ucap Lili,
jeni menganggukan kepala nya dan ia sudah melupakan kaka nya dan bian yang masih berada di ruang tamu.
"Oh ya jen apa kaka mu belum pulang.!?" tanya Lili sambil memotong'motong buah,
"kaka sudah pulang sejak tadi,tuh sedang duduk di ruang tamu bersama ka bian,!" ucap jeni datar.
"eh benarkah kenapa aku tidak melihat nya tadi,oh ya jen apa bi tuti memebri tahu dirga kalau kita tadi keluar.!?" tanya Lili dengan suara kecil.
"Tenang ka aman,sebelum bi tuti memberi tahukan, aku sudah mengahalngin nya heheh...
tapi ka aku curiga kalau ka bian melihat kita di gudang tua itu..!?" ucap jeni waspada jika ada orang lain yang mendengar percakapan mereka.
"tidak'tidak ka bukan itu maksud ku,aku hanya menebak nya saja,karna sejak tadi ka bian terlihat aneh saat melihat ku,jadi aku curiga kalau dia tahu sesuatu..!" jawab jeni meyakin kan kata'kata nya.
"mungkin itu hanya perasaan mu saja jen,tidak mungkin bian tau kalau kita berda di gudang tua itu tadi,dan lagi saat aku mengintip aku hanya melihat dirga dan pria yang sedang di pukul nya!huft aku bahkan sangat penasaran siapa pria yang membuat dirga sangat marah...
apa mungkin ada kaitan nya dengan rena..!?" ucap Lili yang terus sibuk mengadon buah'buahan .
jeni hanya mengangkat kedua bahu nya dan mengeluh.
"Haaah..sudahlah semoga saja kaka tidak tahu kalau kita mengikuti nya tadi!" ucap jeni seraya membawkan salad buah yang di buat Lili.
mereka pun berjalan menghampiri dirga dan bian yang terlihat serius membicarakan sesuatu,
saat jeni dan Lili sudah di antara mereka dirga pun mengganti topik obroaln nya,
"Ehemm..apa aku menggangu kalian..!
sayang kau sudah pulang kenapa tidak memebri tahu ku.!" ucap Lili seraya meletakan salad buah yang sengaja ia buat lebih banyak..
"aku baru saja kembali..! apa kau baru selesai mandi..!" ucap dirga sambil mencium rambut Lili yang masih basah..
__ADS_1
Bian dan jeni merasa diri nya seperti nyamuk dengan pemandangan yang selalu romantis saat dirga dan Lili bersama,
jeni memecah suasan,
"uhuk uhuk...ahh silahkan kalian boba ini salad buah yang di buat sendiri oleh ka Lili..!" ucap jeni mengambil kan seporsi untuk bian yang masih terlihat canggung.
"Ah benar silahkan di coba tuan bian..
dirga apa kau juga mau..!" ucap Lili canggung,
saat mereka asik menikmati salad buah yang di buat Lili..paman han mengahmpiri dirga.
"Maaf menggangu kalian,
tuan dirga di luar ada nona Ane ia mengatakan ingin menjenguk nyonya..!" ucap paman han soapan memberi kabar.
Lili yang saat itu asik menikmati buah bersama jeni,ia tersedak saat mendengar kabar dari paman han..
"Uhuk uhuk...baruasan apa yang kau katakan paman han uhuk Ane berada di luar sekarang.!?" ucap Lili terkejut..
"Ya nyonya..!" jawab paman han datar.
"Biarkan dia masuk..!
bian rencana besok kau yang urus..kau bisa kembali sekarang..!" ucap dirga datar.
paman han berjalan pergi untuk membawa ane masuk,dan bian pun mengikuti paman han dari baelakang..
saat mereka sampai di pintu bian melihat ane dengan tampilan yang berbeda dan biasa tidak mencolok seperti biayasa nya..
"tumben sekali nona Ane berpenampilan biasa dan tidak mencolok,seperti nya dia masih melanjut kan akting nya Haisss merepot kan sekali..!" gumam bian kesal
"Nona ane silahkan tuan dan nyonya menunggu di dalam..!" ucap paman han sopan memeprsilahkan ane untuk masuk.
ane hanya tersenyum ramah dengan wajah polos nya,saat ia melihat bian berjaln mendekat ia bersikap dengan soapan menyapa bian.
"Tuan bian apa kabar senang bisa bertemu kembali dengan mu ini kedua kali nya kita bertemu,maaf jika aku belum bisa mengingat mu sepenuh nya tuan bian..!" sapa Ane ramah dan sopan.
"haha ya senang bertmu dengan mu nona ane..kelak jika watu nya kau mengingat maka akan mengingta ku nanti! kalau begitu aku permisi nona ane paman han..!" sindir bian tersenyum kecut pada ane.
ane sedikit tercengan saat mendengar kata'kata bian yang menyindir nya.tapi ia tetepa bersikap seakan tidak mengerti apa yang di katakan bian.ia hanya tersenyum ramah pada bian..
BERSAMBUNG....
__ADS_1