
Dirga, menghela nafas panjang.
"jika tidak cepat membuka baju, maka aku.."
"aku buka, aku buka lihatlah aku sudah membukanya!" wajah Lili, memerah ketiika ia membuka semua kancing kemejanya miliknya.
bgeitu pun, Dirga, wajahnya memerah ketika melihat tubuh indah sang istri, namun ia tidak bisa berfikir jauh karena niatnya untuk mengobati Lili, yang terluka.
"Sudah, aku sudah melepasnya apa lagi yang kau inginkan!"ucap Lili, kesal dan tertunduk malau.
"Berbalik!"
"Apa! apa maksudmu?" lili terdiam bingung.
"bodoh aku mnyuruhmu berbalik, memutar tubuhmu!" dirga, kesal meliahat expresi bodoh Lili.
Lili yang tidak tahu, niat dirga sebenarnya. ia terlihat kebingungan.
"Eh? b-baiklah," ia memutar tubuhnya.
Dirga, sangat terkejut melihat punggung Lili, yang memar.
ia menyentuh luka memar Lili, dan sedikit menekan luka memar pada punggung Lili dengan lembut.
"Ahhh. sakit, apa yang kau lakukan?" rintihnya kesakitan saat luka nya di sentuh oleh Dirga.
__ADS_1
sedikit terangsang dengan rintihan Lili, ia mengalihka pilirannya sebisa mungkin.
"Kenapa kau tidak mengatakan padaku jika kau terluka?" tanya Dirga, menahan kekesal, melihat Lili terluka.
"u-untuk apa aku memberitahumu? ini bukan luka yang serius!" jawabnya santai.
melihat Lili, sangt santai dengan luka yang cukup besar di punggungnya, Dirga, sangat kesal lalu menarik Lili ke ruang istirahat dan melemparnya ke ranjang.
"Ahh.. a-apa yang kau lakukan? ada apa denganmu, kenapa kau marah?" Lili, panik melihat expresi Dirga yang tiba-tiba marah padanya.
dirga yang tidak menjawab pertanyaan Lili, ia melepas jas dan kemejanya.
Lili semakin bingung dan takut meliahat dirga melepas pakaiannya,
Dirga, menatap Lili dengan sangat marah.
Lili tertunduk takut melihat Dirga. ia sangat ke bingungan sebanarnya ada apa dengan pria yang ada di depan nya itu.
"k-kau! kau sangat aneh, kenapa tiba-tiba marah padaku? jika aku melakukan kesalahan, kenapa kau tidak mengatakannya langsung. kenapa kau selalu bertindak seperti ini saat kau kesal denganku, kau sangat kasar!" Lili terisak menangis ketakutan melihat sikap Dirga.
Dirga, terkejut meliahat Lili menangis. ia tersadar dan merasa bersalah mendekati Lili dan memeluknya.
"Maaf, jika aku kasar padamu! aku kesal, ketika kau terluka kau diam tidak mengatakannya padaku! aku sangat kesal akan itu, bukankah aku suamimu!" keluh Dirga dengan suara pelan ia memeluk Lili.
terkejut mendengar ucapan Dirga, Lili terpaku diam, ia sedikit terheran dengan sikap dirga, yang menurutnya tidak seperti biasanya.
__ADS_1
jantungnya berdegup kencang. ia mendorong tubuh Dirga. dengan wajah memerah.
"a-aku, akan kembali bekerja lagi," Lili menghindar dengan gugup.
"aku tidak mengijinkanmu, berbaringlah aku akan mengobati lukamu!" ucap dirga dengan lembut.
Lili, menolak perintah Dirga.
"Lili, aku bilang berbaring! kau ingin membuatku kesal"
melihat tatapan dingin Dirga. ia mengehela nafas panjang dan menuruti perintah Dirga.
berbaring telungkup, menunggu Dirga, mengoles obat dengan lembut kepunggungnya.
merasa nyaman dengan sentuhan lembut Dirga, membuatnya tanpa sadar tertidur pulas.
"Sudah! pakailah bajumu dan kau boleh kembali bekerja!" seru dirga dengan lembut.
tidak mendapat jawaban dari Lili, dirga mengintip dan melihat Lili tertidur pulas.
"hah.. wanita bodoh ini, kenpa ia suka sekali tidur!" gumam, Dirga, membalikan tubuh Lili dan memakaikan bajunya kembali.
meliahat Lili tertidur sangat pulas ia tidak tega mebangunkan Lili, ia kembali lagi ke ruang kantor dan meninggalkan Lili di ruang istirahat.
BERSAMBUNG..
__ADS_1