AKHIR NYA JATUH CINTA

AKHIR NYA JATUH CINTA
eps 156


__ADS_3

Jeni terpaku diam menatap rena yang berdiri di hadapan nya,ia tidak menyangka akan semudah itu membuat Rena muncul di hadapan nya.


Rena mengacau lamunan jeni dengan tangan nya.


"Jeni apa yang kau lamunkan? apa kau tidak menyangka kalau aku bisa menampakan diri di sini! atau mungkin kau dan dirga memang sudah tau kalau aku berada di sini dan masuk dalam rencana kalian!?" seru Rena sinis.


Jeni tersentak mendengar ucapan Rena yang ternyata bisa menebak semua,jeni juga tidak sengaja melihat rena menggengam sebuah pisau lipat di tangan nya yang membuat jeni panik,tapi jeni kembali berfikir dengan tenang dan waspada.


"K..ka Rena apa yang kau katakan? aku sangat terkejut melihat kau berada di sini,aku juga sangat senang aku bisa melihat mu lagi!" jeni memeluk Rena dengan hangat.


"Cukup jeni! jangan berpura'pura baik dengan ku,aku mengenal mu sejak dulu,jika kau membenci seseorang maka selama nya kau akan membenci orang itu! kau pasti heran jika aku tau kau berakting lalu kenapa aku masih mau menunjukan diri di hadapan mu!? ya aku akan memberi tau mu alasan nya! Karena aku ingin menculik mu untuk mengancam dirga agar ia membuat perjanjian dengan ku untuk tidak melaporkan aku ke polisi! ah itu yang pertama dan yang ke dua ia harus menceraikan Lili dan membuang nya jauh dari kota ini! ya hanya itu, permintaan yang mudah bukan aku tidak memaksa nya untuk menikahi ku,karena jika aku tidak bisa mendapatkan dirga maka wanita kampung itu juga tidak bisa mendapat kan dirga! Hahahaha itu sangat bagus bukan, oh ada lagi aku memang mencintai dirga tapi aku juga tidak setega itu membiarkan ia hidup sendiri selama nya, aku tidak akan menggangu nya jika ia mau menikah lagi dengan wanita lain tapi bukan wanita kampung itu! aku sangat membnci nya karena ia sangat di cintai oleh pria dan keluarga yang dulu mencintai ku, maka aku juga harus sedikit memberi pelajaran pada dirga agar ia merasakan hidup menderita tidak bisa memiliki orang yang ia cintai seumur hidup nya! Hahaha,benarkan mantan calon adik ipar ku!" cetus rena tertawa puas dengan rencana nya.ia seperti sudah gila karena cinta yang ia miliki,jeni tidak bisa berkutik dengan semua ucapan wanita yang ada di hadapan nya itu.


jeni menggengam erat tangan nya dengan sangat marah namun ia tidak bisa menunjukan kekesalan nya sekarang ia tetap harus berakting,melihat kondisi nya yang terpepet dan tidak ada seorang pun di ruangan itu ia bisa mati jika rena nekat menikam nya.


"Ka Rena apa yang kau katakan aku tidak mengerti? dulu aku memang membenci kaka karena kejadian kake waktu itu, tapi aku sudah melupakan masa lalu! aku menyesal saat di jepang aku membela wanita itu yang ternyata seorang penggoda! ka Rena pecaya pada ku,aku sunguh'sungguh mengatakan ini!?" ucap Jeni meraih tangan rena dan meyakinkan nya.


Rena menarik tangan nya kembali,ia memainkan pisau yang ada di tangan nya.


jeni semakin panik saat pisau di tangan rena berputar'putar.


ia kebingungan apa yang harus di laukan,jeni menarik nafas dalam'dalam dan mendekatkan diri nya menarik menarik tangan rena,hingga rena tersentak dan mencengkram erat pisau yang ada ditangan nya,

__ADS_1


"Ka rena jika kau masih meragukan aku, aku akan membuktikan kalau apa yang aku ucapkan saat ini adalah benar! lihat sebagai bukti ucapan ku aku akan melukai tangan ku untuk ka Rena!" jeni memejamkan mata dan mencengkram pisau yang ada di tangan rena.


Rena sanga terkejut dengan apa yang di laukan jeni,ia berusaha melepaskan tangan jeni yang sudah mengluarkan darah sangat banyak.


"Jeni apa yang kau lakukan cepat Lepaskan pisau nya darah nya mengalir deras cepat lepaskan jeni!" Rena termakan oleh akting jeni yang sangat menjiwai itu,hingga membuat diri nya panik dan kahwatir pada jeni,Rena membuang pisau yang ada di tangan jeni.


"Ka apa kau percaya sekarang kalau aku sungguh menyesal telah membenci mu! " jeni merintih menahan luka yang cukup besar dan sakit di telapak tangan nya hingga membuat jeni menenteskan air mata,


Rena yang melihat jeni menangis ia langsung memeluk jeni dengan erat ia mengira jeni menangis untuk nya.


tanpa rena sadari jeni mengambil ponsel nya yang sengaja ia jatuh kan ke lantai untuk mengirim pesan pada dirga.


"Tidak ka ini bukan salah mu! aku pantas mendapatkan ini untuk membalas kebencian ku dulu terhadap ka Rena!" jeni terisak ia merasa sangat kesakitan menahan luka nya.


"Ka dirga di mana kau ka,cepat datang posisi ini sangat pas untuk memukul siluman ini, cepat ka dirga kau harus segera datang aku tidak kuat menahan sakit di tangan ku ini," ucap jeni dalam hati,ia mulai merasa pusing banyak mengeluarkan darah,jeni menunggu dirga yang tak kunjung datang sejak ia mengirim pesan.


"Jeni kita akan kerumah sakit oke! aku akan membawa mu lewat pintu belakang kau tenang saja kita akan segera mengobati luka mu!" seru Rena sangat kahwatir pada Jeni.


jeni masih dalam posisi di pelukan rena ia terlihat sangat pucat dan lemah.


"Ka Rena Aku?" ucap jeni terhenti saat ia melihat dirga berjalan menghampiri nya ia tersnyum menang.

__ADS_1


"Ada apa jen apa yang ingin kau katakan?" jawab rena semakin kahwatir karena tubuh jeni terasa dingin.


"Ka rena aku hanya ingin mengatakan?


Selamat datang di penjara!" jeni tersenyum lebar dengan bibir pucat nya.ia melihat dirga sudah berada di belakang rena.


sedangkan rena terbelalak mendengar ucapan jeni yang mencurigakan,saat ia ingin mendorong tubuh lemah jeni,ia jatuh tak sadar kan diri akibat pukulan di tengkuk nya yang membuat nya pingsan,


Rena dan jeni jatuh bersaman ke lantai.


"Cepat bawa wanita ini!" dirga memmerintah dua pengawal nya yang juga sudah berada di rungan itu untuk membawa Rena.


dirga menghmpiri jeni yang juga tak sadar kan diri ia menggendong jeni untuk pergi kerumah sakit.


keluarga besar ane dan para pelayan juga sudah berkumpul di rungan itu mereka sangat terkejut melihat banyak darah bercecer di lantai.


" Tuan wisna kita akan membicarakan maslah ini nanti,anda bisa jelaskan apa alasan anda menyembunyikan buronan di dalam rumah anda sendiri!" cetus dirga dingin pada ayah ane.


orang tua ane pucat ketakutan melihat kemarahan dirga,ane yang juga berda di tempat itu gemetar sampai kaki nya lemas, ia tidak menyangka kalau hari ulang tahun nya yang 23 tahun akan menjadi hari keterpurukan dalam keluarga nya.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2