AKHIR NYA JATUH CINTA

AKHIR NYA JATUH CINTA
eps 33


__ADS_3

para pengawal kantor mendekati Lili untuk membawanya keluar.


"berhenti, kalian di sana! aku bisa keluar sendiri, aku masih memiliki kaki untuk berjalan!" bentak Lili, pada para pengawal.


staf wanita yang sejak tadi meluap amrahnya, ia semakin kesal melihat reaksi para pengawal kantor, yang ciut.


" wanita sialan! cepat pergi dari sini. kau mengotori kantor ini dengan kakimu!"maki, staf wanita, mengusir Lili.


Lili, tidak menghiraukan makian sang staf dan pergi begitu saja dengan acuh.


melihat reaksi Lili, yang acuh, sang staf semakin kesal karena merasa terhina. ia melepas salah satu sepatu hak nya dan melempar sepatu itu pada, Lili yang sedang berjalan hingga mengenai punggungnya.


terkejut karena merasa sakit terhantam benda keras, Lili pun menghentikan langkahnya dan berbalik mengambil sepatu milik, sang staf dan melemparnya kembali tepat mengenai kening staf wanita itu.


"oh tidak, maafkan aku nona! sepertinya sepatu itu memiliki sayap hingga ia tau harus kembali ke pemiliknya!" Lili, tersenyum sinis mengejek dengan puas.


"k-kau.. wanita kampung beraninya.. kurang ajar! aku akan memberim? heyy.. berhenti di sana mau kemana kau!" sang staf berteriak kencang mengocehi Lili yang kabur begitu saja.


Lili, berlari cukup jauh dari gedung kantor. dengan nafas tersengal ia berhenti berlari untuk mencari nafas.


"apa wanita itu gila? ketika marah ia sangat menyeramkan.


ahh.. punggungku terasa sakit! sepertinya sedikit terluka, lebih baik aku istirahat saja di taman dan menunggu pria itu keluar kantor!" gumam lili, berjalan menuju taman kantor.

__ADS_1


"mungkin sebaiknya aku menelfon nya, agar ia tidak marah! hmm.." Lili, merogoh tasnya untuk mengambil ponsel yang tertinggal di rumah.


"ah, sial, kenapa ponselnya tidak ada, aaaaa.. kenapa aku sangat sial hari ini,"


putus asa dengan ke sialannya, Lili, siap menerima hukuman lagi dari suami kejamnya.


"Hah.. terserah jika dia marah, ini semua juga karena pegawai angkuhnya, kan, huh." gumamnya kesal, mengingat saat Dirga, marah dan menghukumnya setiap ia melakukan ke salahan.


lima belas menit, berlalu.


ia menunggu Dirgantara, cukup lama dan tidak kunjung keluar kantor.


jenuh menunggu terlalu lama, ia mulai mengantuk karena udara pagi yang dingin membuatnya mengantuk.


tidak lama ia terlelap.


seorang pria dengan tubuh tinggi berambut coklat tua, mendekatinya dan berdiri tepat di samping Lili.


pria itu manatap lembut dan tersenyum. pada Lili yang sedang tertidur.


"siapa wanita ini? aku belum pernah melihat sebelumnya, kenapa ia tertidur di sini? hmmm.. dia sangat cantik dan imut bukankah sangat berbahaya jika tidur di tempat umum seperti ini," pria itu terus menatap dan tak lepas pandangannya dari Lili yang belum sadar jika ia di perhatikan oleh seorang pria asing.


di sisi lain.

__ADS_1


Dirgantara, yang baru keluar dari kantor bersama bian tidak menyadari, bahwa Lili berada di taman kantor.


namun Bian, tidak sengaja melihat Lili di kursi taman, dengan kondisi tertidur dan di sampingnya ada seorang pria asing.


panik dengan apa yang ia lihat, ia samakin panik ketika mereka melewati taman, Bian menoleh pelan ke arah Dirga, yang saat itu sudah dengan expresi dinginnya.


"pr-preadir.."


"bawa wanita itu keruanganku!" sentak Dirga, dingin.


ia kembali ke kantor dengan aura suram di wajah nya.


sedangkan, Bian, berjalan menghampiri Lili, yang masih terlelap di kurai taman.


"permisi, tuan! maaf nona ini adalah pegawai kantor kami! saya akan membawa nona ini.." kalimatnya terputus ketia pria asing itu menoleh ke arahnya.


bian, sedikit terkejut melihat pria asing itu ternyata Direktur dari prusahaan Han, yang akan bekerja sama dengan perusahaan nya.


"Direktur rey, maaf, jika tidak mengenali anda direktur rey!" sapa Bian, merasa tidak enak hati.


"hahah.. tidak maslah, kau tidak perlu sungkan, apakah kau mengenal nona imut ini sekertaris Bian!?" tanya pria asing itu yang di sebut direktur rey oleh Bian.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2