AKHIR NYA JATUH CINTA

AKHIR NYA JATUH CINTA
eps 158


__ADS_3

tidak perlu waktu lama bian dan anak buah nya sudah berada di dalam kamar.


Lili menarik kembali kain yang ia turun kan untuk menjadi pijakan bian.


"Haah, akhir nya kita berhasil sampai atas! kalian liahat apakah orang suruhan rena sudah tiba!" ucap bian sambil mengibas'ibas kemeja nya.


"Oke nona Lili, nanti aku sembunyik di kamar mandi dan dua pengawal ku akan sembunyi di luar dan salah satu dari mereka akan bersembunyi di belakang pintu jadi saat orang suruhan rena datang ia bisa langsung menyerang ! Nona Lili hanya perlu berhati'Hati berusahalah mengulur waktu agar tidak sampai meminum,minuman yang di bawa oleh pelayan itu sampai orang suruhan rena datang,yang aku perkirakan hanya 3 orang yang akan datang semoga aku tidak salah tebak,mereka pasti akan ke kamar ini saat semua orang di sini sudah di bius dengan obat tidur! aku percayakan waktu pada mu Nona Lili!" jelas bian bergegas masuk kedalam kamar mandi saat mendengar langkah kaki menuju kamar Lili.


Lili bergegas duduk di sofa yang jarak antara kamar mandi lumayan dekat,ia berpura'pura memainkan ponsel nya.tapi ia sangat terkejut saat mendengar suara gedoran pintu kamar nya terdengar lebih keras,Lili tersentak kaget dan panik,bian membuka sedikit pintu kamar mandi memberi isyarat agar Lili membuka pintu dengan bersikap tenang,namun bian tidak menyangka kalau rencana nya akan gagal,pelayan itu terus menggedor kamar Lili dan mengancam kalau ia aka melukai bi tuti yang saat itu bersama nya dalam keadaan terukat kedua tangan nya,


Bian keluar dari kamar mandi dan mmebuka pintu kamar Lili dengan kesal mendengar ancama pelayan wanita itu,


"Bian tunggu mungkin pelayan itu hanya mengancam Saja,jika kau membuka pintu nya aku takut dia akan langsung menyerang mu!?" ucap Lili menahan bian untuk tidak membuka pintu.


"Jangan kahwatirkan aku Nona Lili aku akan melawan mereka,lebih baik Nona Lili mundur!" balas bian meyakinkan Lili.


Lili berjalan mundur terpojok ke meja lampu di samping ranjang.


Saat bian membuka pintu, benar apa yang di pikirkan Lili kalau bian langsung di pukul oleh seorang pria dengan tubuh besar,Lili terkejut melihat bian tersungkur, tubuh Lili gemetar ketakutan, dengan tangan gemetar Lili membuka ponsel nya dan menelfon dirga,tapi saat ia akan menekan tombol memanggil ponsel nya di tepis hingga terjatuh oleh pelayan wanita itu yang sudah berada di hadapan Lili,ponsel Lili terjatuh ke kolong ranjang dengan kondisi memanggil karena saat pelayan wanita itu menepis tangan Lili ponsel nya sudah dalam kedaan memanggil.


"Nyonya Lili anda ingin menelfon siapa! apa anda ingin menelfon tuan! sayang sekali ponsel nya sudah rusak, sekarang nyonya sudah waktu nya minum susu agar anak di dalam kandungan nyonya sehat,ayo nyonya silahkan minum!" pelayan itu menyodorkan satu gelas susu pada Lili yang sudah di beri racun.


"Tidak! aku tau kau sudah memberi nya racun, aku tidak Akan meminum nya!" cetus Lili sinis


pelayan itu memaksa Lili hingga semua susu tumpah ke baju nya,Lili menepis tangan pelayan itu hingga gelas yang ada di tangan nya jatuh.


"PRANG." suara pecahan gelas terdengar sangat nyaring,


Pelayan itu sangat kesal melihat gelas susu yang sudah ia beri racun terbuang sia sia, ia menampar Pipi Lili dengan keras sampai terdengar oleh


dirga yang sedang dalam perjalanan kerumah, ia terus mengaktifkan panggilan dari Lili dan mendengar keributan dari ponsel nya,ia sangat maraah saat mendengar suara tamparan kencang dari pipi Lili sampai membuat nya merintih.


"Kau,kau berani sekali menampar ku?" cetus Lili sambil memegangi pipi nya,ia terpojok ke tembok.


"Hahaha, kenapa aku harus takut dengan mu toh sebntar Lagi kau akan mati, apa kau berancana membalas dendam saat kau menjadi Hantu,Hahaha lucu sekali, ternyata istri dari tuan dirgantara tidak Hanya ******* tapi Juga Bodoh, Hahaha," pelayan itu tertawa keras menghina Lili.


"PLAKK." suara tamparan keras melayang di pipi pelayan itu .


"Kau berani menampar ku,"

__ADS_1


"Kenapa aku tidak berani menampar seorang bawahan yang tidak tau diri seperti mu! kau pantas mendapat tamparan itu bahkan lebih dari itu kau sangat pantas menerima nya!" cetus Lili dingin.ia kembali menampar pelayan itu berkalo kali.


"PLAK,PLAK,PLAK." sura tamparan berturut'turut terdengar di pipi pelayan itu hingga wajah nya menjadi bengkak.


pelayan itu merasa terpojok dan panik ia ingin merogoh saku baju nya namun di tahan oleh Lili.ia menepis tangan pelayan itu dengan kuat dan menjambak rambut nya dan di pepetkan ketembok,Lalu Lili merogoh saku pelayan itu ia sangat terkejut karena ia tidak hanya menemukan satu senjata tajam melainkan ada lebih dari satu,Lili membuang senjata tajam itu keluar jendela.


Bian sangat terkejut saat melihat kemarahan Lili yang belum pernah ia lihat sebelum nya,ia tidak menyangka wanita yang ada hadapan nya itu menjadi sangat menyeram kan seperti ia melihat bayangan bos nya sendiri.


Bian melamun sampai ia tidak melihat musuh nya menyerang,hingga ia terpukul di bagian kepala sampai tersungkur.


"Brengsek, dasar penggangu aku sedang mengagumi istri bos ku tapi kau dengan curang memukul ku dari belakang,maka kau harus di lumpuhkan!" cetus bian kembali berdiri dan meregangkan ototo'otot nya sampai terdengar suara tulang otot nya.


"Bian meninju pria itu dan menendang yang satu nya lagi, ia terus menghantam kedua musuh nya tanpa ampun hingga membuat kedua penjahat itu tergeletak takberdaya dengan luka parah.


" Ini akibat nya jika kalian menggangu ku sedang mengagumi tuan ku!" cetus bian menginjak salah satu kepala musuh nya dengan puas.


"Hey nona Lili! bagai mana dengan mu apa wanita tidak tau diri itu sudah menyerah dengan kehebatan kita!" ucap bian sumringah berjalan mendekati Lili yang sedang mengikat pelayan wanita itu.


tapi langkah nya terhenti saat salah satu teman penjahat itu datang dengan menodong kan pistol ke arah bian dan Lili.


"Jika kalian berani bergerak aku akan menembak kalian !" ancam pria itu melangkah maju dan membangun kan teman nya yang pingsan.


" Bian," seru Lili bergerak ingin mendekati Bian.


Lili tersentak pucat.


pelayan wanita yang terbaring dengan kondisi terikat menertawakan Lili yang sedang terpojok tidak berkutik.


"Hahaha,jika aku tidak bisa membunuh mu maka dia yang akan membu?"


PLAKK.. pelayan itu kembali menerima tamparan dari Lili.


"KAU,cuih. sudah ketakutan setengah mati saja masih berlaga kuat, Heh," cetus pelayan itu meludahi Kaki Lili.


membuat Lili semakin kesal, dan akhir nya ia memukul tengkuk pelayan itu hingga tak sadar kan diri.


"Kau wanita sialan, berani sekali tidak memandang ku di sini dan bermain'main dengan pistol ku,kalau begitu aku akan menembak mu saja langsung tepat di kepala mu, maka Nona kami akan senang mendengar berita kematian mu,Hahaha,bersiaplah!" seru pria itu mengarahkan pistol tepat di bagian kepala Lili.


Lili terpaku diam kaki nya lemas pucat hingga ia tidak lagi sanggup berdiri.

__ADS_1


bian juga semakin panik melihat penjahat itu nekat.


"Tuan,kita bisa bicarakan ini baik'baik!" bujuk bian mencoba mengalihkan perhatian penjahat itu.


"DORR." suara tembakan menmbus di kaki bian.


"ARGGhhhhh." rintih bian kesakitan.


"Biannn!" triak Lili


dirga yang sudah berda di lantai bawah, ia bergegas masuk saat mendengar suara tembakan dari lantai atas.


"LILI,,!" teriak dirga sudah berada di depan pintu.


penjahat itu memutar tubuh nya saat mendengat suara dirga dari arah pintu,ia menodongkan pistol ke arah dirga,penjahat itu kembali menembakan pistol nya ke arah dirga namun meleset karena dirga dengan cepat menghindar.


"DIRGAAAA!"


Lili menjerit histeris melihat penjahat itu menembak dirga.


Lili sanga marah, ia mengambil sebuah asbak giok yang berada di meja dan melempar asbak yang ada ditangan nya tepat mengenai kepala penjahat itu hinga berdarah,saat penjatat itu lengah


dirga berlari mendekat menjatuhkan dan merampas pistol yang ada di tangan nya.


"Dirgaaa,dirga!" Lili berlari memeluk dirga yang sedang menodongkan pistol kearah penjahat itu.


Lili memerikasa semua bagian tubuh dirga untuk mengecek bagian mana yang tertembak oleh penjahat itu.


"Dirgaa! kenapa aku tidak bisa menemukan luka mu? katakan bagian mana yang terluka jangan membuat ku takut," Lili panik dan takut ia meraba kepala dirga alhasil tangan nya berlumuran darah saat menyntuh bagian belakang kepala dirga.


"Tidak,tidak mungkin dirga kepala mu? Tidak dirga jangan tinggalkan aku,


tidakkk aku tidak mau? tidak Sayang jangan tinggalkan aku,aku tidak bisa kehilangan mu, jangan tinggalkan aku dirga," wajah Lili pucat pasi melihat begitu banya darah di tangan nya ia histris dan panik airmata nya mengalir sangat deras ia terus menyentuh bagian kepala dirga untuk menahan darah yang keluar dari kepla dirga.


Lili mengira dirga terkena tembakan di bagian kepala.


Melihat Lili histris ketakutan dirga memeluk Lili dengan erat menenangkan nya.


"Sayang apa yang kau katakan,aku tidak akan mati hanya terkena benturan kecil seperti ini! tenanglah aku tidak akan pernah meninggalkan mu!" ucap dirga mengusap kepala dan memeluk Lili agar ia tenang.

__ADS_1


Lili terbelalak mendengar ucap dirga yang terlihat santai dan baik'baik saja,Lili menyntuh kedua pipi dirga dengan senyum lirih, ia sanga lega dan kembali memeluk dirga dengan erat.


BERSAMBUNG..


__ADS_2