
Setelah hampir 30 menit Lili pingsan akhirnya ia sadarkan diri.
ia perlahan membuka mata pandangan nya masih kabur ia sedikit bingung melihat langit'langit yang asing. pandangan nya mulai terlihat jelas ia menoleh kesamping karena terasa tangan nya keram seperti tertindih ia terkejut melihat Dirga tidur dengan posisi duduk di samping ranjang sambil menggengam erat tangannya.
"Dirgaa," Lili membangunkan Dirga namun ia tak bergeming dan terus tertidur lelap,Lili mencoba kembali membangunkan suami nya,namun ia teringat kembali apa yang terjadi saat itu ia menarik tangan nya,Lili menyibakan selimut untuk dirga.
"Aku tau maksud setiap kata yang kau tanyakan pada ku Dirga,aku tau kau ingin mengatakan kebohongan mu selama ini kalau kau pernah tidur satu ranjang dengan Rena,sejak pertama kau berucap aku sudah mengerti maksud mu,aku mencoba tenang tapi aku tidak bisa,maafkan aku,kali ini maafkan aku,aku ingin menyendiri." gumamnya,Lili mencium lembut suami nya.
lalu ia perlahan pergi meninggalkan dirga yang masih dalam keadaan tidur.
Hari semakin larut Lili dengan nekat pergi seorang diri,ia takut namun ia tetap berdoa akan keselamatan yang ia dapat setelah 15 menit,ia sampai ke tempat yang ia tuju Rumah peninggalan orang tuanya yang sudah di sita oleh Dirga dulu.
"Pak maaf bisa tunggu sebentar Di sini,saya tidak bawa uang,saya akan ambil di rumah dulu," Lili berjalan dengan langkah cepat menuju rumah namun ia tidak pergi ke pintu tpi ia mengangkat semua tanaman yang ada di samping rumah,ia mencari'cari sesuatu di sana setelah beberpa menit ia menemukan benda yang ia cari ya itu kunci cadangan rumah nya dulu.
Lili bergegas masuk dan ia kembali menggeledah setiap tempat setelah kembali menemukan apa yang ia cari,Lili keluar untuk membayar ongkos taxi.
"Pak maaf saya hanya bisa bayar dengan Ini," Lili menyerahkan anting'anting emas dengan ukuran kecil pada sang sopir.
"Wahhh,nona bukankah ini emas,jika saya mengambilnya nona akan rugi karena kemungkinan jika anting ini di jual bisa 10 kali lipat ongkos taxi.saya tidak bisa menerima tolong nona beri saya uang saja.
"Saya tidak punya uang pak,saya hanya punya anting ini! tidak papa anting ini bapak ambil untuk bayar ongkos saya,kalau bapak masih keberatan menerima nya,bagai mana jika bapak membeli anting ini dari saya,sya hany cukup minta 5% dari 30% harga anting ini," ucap Lili tegas memberi saran agar sang sopir mau menerima.
"Hmmm, baiklah,tapi 5%itu sedikit bagai mana kalau kita bagi rata,agar terlihat adil," balas sang sopir memeprtimbangkan,namun Lili tetap menolak dan pada akhir nya sang sopir mau menerima saran dari Lili atas pembagian nya.
setelah sopir yang mengantar nya pergi Lili langsung masuk kedalam rumahnya.
"Sudah lama sejak saat itu aku tidak ke sini,rumah ini tidak ada yang berubah,ternyata dirga tidak mengacak atau membongkar ia masih menjaga rumah ini, untung nya aku ingat dulu saat tante mengunci ku di luar rumah setalah itu aku diam'diam mencuri kunci cadangan dan menyimpan nya di bawag pot tanaman, terimakasih Tuhan kau tidak menyulitkan ku," gumam nya termenung sendiri di dalam kamar yang hampir semua nya di tutupi debu dan sawang.
malam itu Lili bekerja keras membersihkan Rumah dan hampir jam 11 malam ia baru sekesai memebrsihkan seluruh ruangan.
__ADS_1
"Aku lapar tapi ini sudah malam,aku tahan sampai besok saja,lebih baik aku istirahat. nak sementara kita tinggal di rumah nenek dan kake ya,ibu sedang marah dengan ayah mu karena ayah mu berbohong terlalu lama dengan ibu.kali ini kita hidup mandiri dulu berdua ya sayang ibu pasti menjaga mu dengan baik," Lili mengusap'usap lembut perut nya yang usia nya sudah 6 bulan.
setelah lelah bersih'bersih Lili terlelap dalam kantuk nya,ia tertidur pulas di kamar kenangan milik nya saat masih kecil.
di sisi lain Dirga mengamuk di rumah sakit saat ia terbangun tidak melihat istri nya di tempat,dan saat melihat CCTV rumah sakit yang menunjukan Lili pergi sendiri meninggalkan rumah sakit.
bian dan anak buah nya yang juga sudah berada di rumah sakit karena di beritahukan oleh salah satu dokter wanita yang mengenal Dirga.
Dirga mengamuk sejadi'jadinya sampai melukai diri sendiri,bian dan anak buah nya kualahan menghentikan amukan dirga,dengan terpaksa dokter wanita sekaligus teman dari dirga memebir suntikan obat tidur pada Dirga Agar ia tenang.
setelah ia terkena obat tidur ia masih kuat menahan mata nya untuk berjaga,ia terduduk di kursi dengan sorot mata yang tajam ia,memlototi Bian dan dokter wanita itu.
hingga membuat mereka merinding.
"Kalian berani membiusku,maka kalian siap mati," Dirga terjatuh setelah mengucap kata'kata sadis untuk bian dan dokter wanita.
"Rinda,kenapa kau memberi nya obat tidur,dia tidak akan pernah main'main dengan ucapan nya,Astaga aku belum menikah bagai mana ini jika bos ku sadarkan diri,maka ia akan langsung membunuh ku," Bian panik kebingungan ia meondar'mandir sendiri.
"Lebih baik kita bawa Dirga kembali kerumah nya,dan kita ikat dia sebelum sadar,nanti kalau dia sudah sadar kita buat surat perjanjian dengan dia agar tidak membunuh kita," ucap rinda dokter wanita,dengan ide aneh nya ia membawa dirga ke mobil.
bian menyetujui rencana Rinda dan mengikuti nya dari belakang dengan kondisi masih terpincang'pincang akibat luka tembak di kaki nya.
"Heyy, Rinda kenapa kau jalan nya cepat sekali kaki ku ini sedang sakit apa tidak bisa pelan sedikit."Seru bian mengoceh karena tertinggal jauh oleh yang lainnya.
rinda berjalan balik ke arah bian Lalu menyeret nya agar jalan lebih cepat.
"Rindaa, kenapa kau malah menarik ku,"
"Berisikk,gara'gara Bos mu aku jadi terlibat maslah kalian dan belum lagi aku akan di marahi atasan karena ijin tidak praktek harri ini! Ini semua karena mu,kau harus membayar uang gaji bulanan ku yang di potong," cetus Rinda emosi nya meningkat.
__ADS_1
"Dia jugakan teman mu,tega sekali kau tidak menganggap bos ku lagi,bukannya Dulu kau juga tergila'gila dengan ketampanan nya, Aduhhh,kenapa kau memukul ku?" bian mengusap'usap kepala nya yang di tempeleng oleh Rinda.
"Kau pantas mendapatkan itu,lain kali jika kau berani mengatakan itu lagi aku akan menggantung mu tanpa sedikitpun kain yang menempel di tubuh mu," Ancam rinda ia sengaja memepercepat langkah nya.
"Baiklah,baiklah,aku minta maaf,lagipula aku mengatakan ini juga bukan di depan suami dan anak mu,kenapa harus marah sempai segitu nya,"
"Kalau masih terus mengoceh,aku akan menyuntikmu sama seperti Dirga,dan akan aku ikat kau dekat dengan dia agar kau habis di gigiti oleh bos pemarah mu itu," cetus rinda semakin kesal.
ia mendumal sepanjang jalan.
Setelah sampai di kediaman Dirgantara mereka bergegas masuk membawa dirga ke kamar tamu yang lebih dekat.
paman han bi tuti dan seisi rumah lain nya bingung melihat tuan mereka di gotong'gotong.
"Tuan Bian ini?"
"Tidak tidak papa paman han bi tuti kalaian para hadirin sekalian,anggap kalian tidak pernah melihat ini, kalian bisa kembali istirahat dan jika besok mendengar raungan singa kalian bisa menutup kuping kalian dangan kain kapas earphone dll! oke tuan kalian malam ini biar kami yang urus," bian membubarkan kerumunan para pelayan dan pengawal di rumah itu yang sangat penasaran.
" Nona Rinda,sudah lama tidak melihat mu sejak kau masih sekolah dulu! kau masih tetap cantik dan muda tidak berubah," seru bi tuti yang baru sadar kehadiran rinda.
"Haha,terima kasih bi atas pujian nya," jawab Rinda canggung.
"Cantik apa,dia sudah menajdi nenek sihir beranak 3 hais tidak aku sangaka suami nya sangat sangar,ckckck"
" berisikkk," rinda menendang kaki bian dengan keras samapi ia loncat'loncat kesakitan.
"Hahah ternyata kalian masih sama seperti dulu tidak pernah akur,kalau begitu Bibi akan buatkan lemon hangat dan susu coklat hangat untuk kalian," bi tuti berlalu pergi meninggalkan bian dan Rinda.
Mereka segera masuk kedalam kamar di mana dirga tertidur.rinda dan bian sibuk mencari tali dan mengikat dirga di atas tempat tidur.
__ADS_1
BERSAMBUNG...