
Ane yang masih terduduk dan memegangi pipi nya ia mentap dirga dengan tatapan tertindas agar dirga menolong diri nya..
dirga hanya diam tak menghirau kan Ane membuat ane semakin kesal pada Lili ia mengepal tangan nya untuk menahan kesal,namun Jeni yang melihat expresi Ane terlihat sangat kesal..
jeni pun mendekati ane dan membantu nya untuk membela diri agar rencana kaka nya untuk menangkap rena di hari ulang tahun Ane tidak gagal..
"Ka ane apa kau tidak papa..
coba aku lihat ya tuhan ka pipi mu jadi bengkak..!" ucap jeni bertingkah seakan ia perduli dan panik..ia membantu Ane untuk berdiri..
"terimaksih jeni..
ini terasa pedih huhuh sakit sekali..! kenapa kaka ipar mu sangat kasar!" ucap Ane merintih kesakitan agar dirga iba pada nya
"kaka Lihat lah apa yang di lakukan ka Lili ia menyakiti ka jeni..
aku sangat tidak suka siakap nya yang kasar. lebih baik kaka bawa dia ke kamar,
ia hanya mengacau di sini.!" bentak jeni dengan keras memusuhi Lili..
Lili yang saat itu masih dalam keadaan marah pada Ane ia tidak memperdulikan ucapan jeni..
Lili menarik tangan Ane dan menyeret nya untuk keluar..
Ane sangat terkejut dan menahan diri namun ia tetap tersert karna Lili menarik nya dengan kuat..
"Heyy lepas kan aku mau kau bawa kemana aku.!?
Digaaa tolong aku!" teriak jeni mencoba melepas cengkraman tangan Lili,dan meminta pertolongan pada dirga..
tapi Lili semakin keasal saat ada wanita lain berani memohon pada suami nya di hadapan nya
"Tidak tahu malu kau bahkan masih sempat meminta pertolongan pada suami orang..!" ucap Lili kesal
Lili terus menarik tangan ane yang berusaha melepas kan diri..
"Lepas kan aku..
aku belum mau pergi dan dirgantara saja tidak mengusir ku apa hak mu mengusir ku..!" bantah Ane yang masih dalam ke adaan terseret oleh Lili..
saat tepat di dekat pintu Lili mendorong Ane keluar dan hampir membuat ane terjatuh..
"Aku berhak melakukan apapun di kediaman Dirgantara karna aku adalah nyonya di rumah ini.!
,dan kau aku sudah memperingati mu untuk tidak mencoba mendekati dirga Lagi tapi peringatan ku tidak kau dengarkan..
bahkan kau berani menghina ku di hadapan suami dan adik ipar ku..
nona ane tidak kah kau sadar kalau sikap mu sekarang ini mencermin kan diri sebagai wanita murahan,apa kau tidak bisa mencari pria yang belum menikah untuk kau dekati..!
atau kau paling suka menjadi perusak rumah tangga orang dan menjadi simpanan pria yang sudah beristri..!
kau dengar ini nona Ane aku akan memberi penghargaan untuk mu menyandang nama sebagai ******* ya itu sangat cocok untuk mu..
Pengawal.! antar nona ane keluar dari sini dan jangan biar kan dia menginjak tempat ini lagi meski hanya di pintu gerbang..!" bentak Lili membalas penghinaan Ane,
__ADS_1
ia berjalan masuk dan mengabai kan ane yang sedang di bawa paksa oleh dua pengawal di rumah itu..
"Lepas kan aku..
aku bisa jalan sendiri..!" bentak ane pada dua pengawal itu,yang langsung melepas kan tangan mereka..
"Silahkan nona Ane pergi dari sini karna ini adalah perintah dari nyonya dan jangan mempersulit pekerjaan kami..!" ucap salah satu pengawal dengan sopan memeprsilah kan Ane untuk pergi..
ane yang meras sangat kesal karna seorang pengawal bahkan berani mengusir nya juga,ia berjalan dengan angkuh meninggal kan kediaman dirgantara..
"Sialan belum selesai aku bicara sudah di usir Heh lihat saja nanti aku akan membalas nya dua kali lipat dari ini! seperti nya Jeni tidak menyukai wanita murahan itu.aku bisa memanfaatkan jeni untuk memisah kan wanita itu dari dirga Hahaha dan untuk rena si ******* bodoh itu jika bukan karna ayah masih saudara dengan ibu nya mungkin aku sudah membuang nya jauh'jauh..
Haaah hari ini menyebal kan sekali si Lili itu huh sombong sekali dia sebntar lagi posisi nyonya dirgantara akan menjadi milik ku,aku akan menendang nya jauh'jauh dari rumah ini Hahah..!" gumam ane terus memaki dan berhayal dengan hayalan nya.
di sisi Lain Lili kembali ke ruang tamu yang saat itu dirga dan jeni tidak mencampuri urusan Lili saat ia menyeret Ane keluar..
"Jen..!?" ucap nya terhenti saat tiba'tiba jeni berlari dan langsung memeluk nya dan membuat Lili jadi semain bingung dengan apa yang terjadi pada jeni..
"A..ada apa ini sebenar nya? jen kau..baiklah tolong kalian jelas kan sebenar nya apa yang terjadi pada kau jen..!?" ucap Lili tegas seraya menyentuh kening nya sendiri dan terduduk di sofa..
"Ehem ka Lili maafkan aku ya karna tadi saat ada wanita penggangu tadi aku bicara kasar pada kaka..! tapi aku bersumpah itu hanya akting ka.!" ucap jeni sambil mengangkat tangan nya dan menunjukan dua jari pada Lili..
Lili terkejut dengan ucapan jeni ia melirik ke arah dirga yang sengaja bersikap tidak tahu apapun,
tapi Lili sudah mengtahui apa alasan jeni berakting di hadapan nya tadi..
"Haisss kenapa kalian tidak mengatakan nya dari awal jika kalian ingin berakting jadi aku juga bisa berakting untuk menindas Ane..!" Lili menghela nafas panjang dan meltakan kepala nya untuk bersandar..
"Eh bagai mana aku bisa mengatakan pada kaka kalau penggangu itu tiba'tiba datang tanpa di undang aku saja kesal harus berakting baik pada nya..!" ucap jeni dengan kesal..
Lili dan jeni saling bertatap muka,
jeni mengangkat kedua bahu nya.
"yasudah kak juga akan kembali ke kamar..!" ucap Lili menghela nafas.
"hmmm baiklah ka..kalau begitu salad buah akan aku habis kan..!" jawab jeni datar dan kembali memakan salad buah yang masih tersisa banyak.
Lili hanya tersenyum dan pergi meninggal kan jeni..
saat ia sudah di kamar ia melihat dirga sedang terlungkap sambil memain kan ponsel tanpa mengenakan baju..
"dirga apa kau besok jadi pergi ke pesta ulang tahun Ane..!" tanya Lili datar seraya memijat'mijat punggung dirga..
"hmmm..!" jawab dirga yang fokus bermain dengan ponsel nya..
"Apa kau juga sudah mendapat rencana untuk menangkap rena..!" tanya Lili lagi dengan serius ia masih terus memijat punggung dirga..
"hmmm..!" jawab dirga yang tidak memperduli kan Lili..
Lili semakin kesal dengan jawaban dirga.ia menekan keras punggung dirga,
tapi dirga malah semakin menikmati pijatan Lili dan membuat Lili semakin kesal..
"Dirgaaaa..!" Lili mencubit perut dirga dengan kesal ia memunggungi dirga..
__ADS_1
"aduh..!sayang kenapa kau mecubit ku..
!" dirga terduduk dan memeluk Lili yang sedang kesa..
"Kau menyebalkan dirga..!" ucap Lili marah mendorong dirga dengan siku nya..
"Hahaha istri ku sangat imut saat marah sini aku akan mencium mu untuk permintaan maaf..!" dirga menggoda lili dan menarik lili hingga terbaring ke ranjang..
saat dirga sedang menggoda Lili tiba'tiba ada yg mengetuk pintu..
"TOK TOK TOK..!" suara ketukan pintu
Lili segera beranjak dari ranjang dan merapih kan diri,
"Dirga aku akan buka pintu dulu..!" ucap Lili datar seraya mkangkah ke pintu..
"nonya maaf menggangu..!" ucap paman han yang sudah berdiri di depan pintu..
"Ada apa paman han.!?" tanya Lili datar.
"Maaf nyonya di luar ada tamu untuk tuan..!" jawab paman han datar.
"oh tunggu sebentar paman han aku akan memberitahu dirga..!" ucap Lili,ia kembali masuk dan duduk di samping dirga yang sedang mentapan nya..
"Ada apa sayang siapa yang berani menggangu istirahat ku.." tanya dirga datar.
"dirga paman han mengatakan kalau di luar ada tamu yang datang untuk mu..!?" jawab Lili menyampai kan pesan dari paman han,yang saat itu masih berada di luar.
saat dirga mendengar ucapan Lili ia segera bangkit dari ranjang dan merapih kan baju nya,
dan melangkah ke pintu..
"Siapa yang ingin menemui ku paman han..!?" tanya dirga dingin..
"Tuan Ardiaz dan tuan muda reyhan yang ingin menemui anda tuan..!" ucap paman han datar.
dirga menerengit kan dahi nya saat mendengar dua pria penggemar istri nya tiba'tiba datang ke kediaman nya..
"Baiklah kau katakan pada mereka untuk menunggu..!" ucap dirga dingin dan kembali masuk ke kamar..
dirga melepas baju nya dan mengganti pakaian nya,
"dirga siapa yang ingin menemui mu..!?" tanya Lili penasaran..
"Orang yang tidak penting..! sayang kau istirahat saja ya dan jangan keluar aku akan menemui tamu ku dulu..!" ucap dirga dengan lembut, dan segera keluar meninggal kan kamar..
Lili yang tidak terlalu menghirau kan tamu yang datang ia berjalan ke sofa dan mengambil laptop nya...
waktu berlalu dengan cepat tidak terasa sudah tiga puluh menit dirga menemui tamu nya,
dan belum juga kembali ke kamar
Lili meregang kan tubuh nya dan merebahkan diri ke ranjang, tanpa sadar ia tertidur karna kelelahan mentapa layar laptop terlalu lama..
BERSAMBUNG...
__ADS_1