AKHIR NYA JATUH CINTA

AKHIR NYA JATUH CINTA
eps 127


__ADS_3

setengah jam lili di dapur ia akhir nya selesai membuat kue bersama para pelayan,


"Hahh..akhir nya selesai juga dirga pasti sangat senang dengan kue buatan ku,hemm oh ya kau panggil kan tuan ke sini..!" ucap Lili dengan senang seraya mememerintah salah satu pelayan rumah untuk memanggil dirga,


tidak lama pelayan itu kembali,


"nyonya saya sudah mengetuk pintu kamar tuan tapi tuan tidak juga menjawab,seperti nya tuan dirgantara tertidur..!" ucap sang pelayan dengan hati'hati.


"hmmm..ya sudah aku akan memanggil nya ke atas,kau simpan kue itu nanti malam saat makan malam kalian siap kan di meja makan untuk pencuci mulut.." ucap Lili dengan santai seraya memerintah,


ia pun pergi meninggal kan dapur untuk melihat dirga,


saat ia sudah berada di kamar ia meliahat dirga tertidur pulas di sofa,dengan ke adaan laptop jya masib menyala,


Lili mengambil selimut untuk menutupi tubuh dirga,ia terduduk di samping dirga sambil memberes kan meja yang berantakan,


namun tiba'tiba ponsel milik dirga berbunyi,


"Ringgg ringgg ringgg" suara telfon berdering.


Lili mengambil ponsel milik dirga dan melihat sebuah pangilan tanpa nama,ia sedikit ragu untuk menjawab panggilan dari ponsel milik dirga,


" nomer baru! emm jawab tidak ya.? jika tidak di jawab kemungkinan ini telfon penting tapii...ah sudahlah aku jawab saja,mungkin ini panggilan dari kantor.."gumam Lili sedikit ragu untuk menjawab panggilan dari ponsel dirga tanpa se'pengtahuan dirga..


namun saat Lili ingin membuka suara,dengan lantang seorang pria berbicara dengan panik,

__ADS_1


"tu..tuan ini gawat sekrang saya berada di kediaman non..?" ucap nya terhenti saat Lili menjawab dari balik ponsel.


"sekertaris bian apa itu kau.!?kenapa kau sangat panik ada apa..?" jawab Lili penasaran dengan kepanikan pria di balik tlfon yang ternyata adalah bian.


"no..nona Lili k..ke..kenapa kau yang menjawab.? t..tuan dirga.astaga akan ada bencana lagi kali ini..!" ucap bian panik dan mendumal dengan suara pelan.


"sekertaris bian ada apa sebenar nya,apa ada masalah dengan kantor jika iya aku akan membangun kan dirga ia sedang tidur saat ini..!?" ucap Lili bingung dengan tingkah bian yang mencurigakan..


"t..tidak tidak perlu.ini bukan maslah penting aku bisa menangani nya sendiri nona Lili,kau tidak perlu menggangu istirahat tuan dirga,kalau begitu aku akn tutp telfon nya nona Lili.!" ucap bian dengan cepat mengakhiri panggilan,


"ehh..kenapa di matikan..? ada apa ya seperti nya tdi bian sangat panik.seperti nya terjadi sesuaatu di kantor,tapi tadi bian mengatakan tidak terjadi apapun,ahhhhh bian kau membuat ku sakit kepala hah,sudah lah aku beres kan dulu ini..!" gumam Lili dengan bingung,ia pun tidak menghirau kan pangilan dri bian tadi.ia pergi untuk memberes kan gelas kotor yang ada di meja,


saat ia berjalan menuju dapur ia bertemu dengan ibu mertua nya,


"ah.ya ada apa bu..sebentar pelayan tolong bawakan gelas kotor ini ke dapaur..!" ucap Lili dnegan.seraya menyerah kan gelas kotor pada pelayan,


Lili berjalan mendekati sang ibu.


"ada apa bu..!" tanya Lili penasaran.


sang ibu hanya tersenyum dan membawa Lili ke kamar nya,


lili hanya mengikuti ibu mertua nya dengan bingung,


"duduk lah nak ibu punya sesuatu untuk mu,"ucap sang ibu sambil mengeluar kan sebuah kotak di dalam lemari milik nya,lalau menunjukan sebuah kalung giok bintang merah dari kotak,

__ADS_1


"wahhh ini sangat cantik bu..!" ucap Lili terpana melihat perhiasan milik ibu mertua nya yang sangat indah,


sang ibu tersenyum lembut menatap Lili dan segera memakai kan kalung milik nya ke leher Lili,


"eh..ibu kenapa,tidak.tidak bu aku tidak ingin meminta nya,sungguh aku hanya terpesona dengan kalung ibu..aku tidak bermaksud untuk memliki nya bu.."ucap Lili panik merasa tidak enak hati.


"ibu memberi kan kalung ini untuk mu Lili,kau cantik memakai nya,jaga baik'baik,


kalung ini adalah kalung turun temurun dari keluarga besar tara,


"tapi..bu aku tidak pantas memakai nya ini sangat berharga bu,aku tidak berhak memakai kalung ini.." ucap Lili mencoba menolak.


namun ibu mertua nya tetap memberikan dan memaksa Lili untuk menerima nya,


"Hah..akhir nya aku tidak bisa menolak pemberian ibu.."gumam Lili menghela nafas panjang,


Lili kembali ke kamar nya untuk melihat dirga,


saat ia melihat dirga masih tertidur,ia mendekati dirga dan mencium kening nya,


lalu ia berbaring di ranjang untuk istirahat,


tidak lama ia berbaring,Lili tertidur pulas ke lelahan,


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2