AKHIR NYA JATUH CINTA

AKHIR NYA JATUH CINTA
eps 150


__ADS_3

"TOK TOK TOK," suara ketukan pintu,


Lili tersentak kaget dan bangun dari tidur nya,


"eumm,siapa yang menegtuk pintu memebuat ku terkejut saja huahhh aku ketiduran,hmm dirga belum kembali ternyata," gumam Lili sambil meregang kan tubuh nya dan melangkah ke pintu,


"Maaf nyonya menggangu istirahat nyonya,saya ke sini untuk mengantar susu ibu hamil untuk nyonya," bi tuti yang berda di luar memberikan segelas susu yang ada di tangan nya untuk Lili,


"Bi tuti,aku fikir siapa,bibi taruh saja di meja! oh iya bi apa tuan masih menemani tamu di bawah,"tanya Lili sambil terus menguap karna masih terasa lelah.


"Tuan masih menemani tamu di bawah nyonya," jawab bi tuti dengan sopan.


"oh ya sudah bi,bibi bisa kembali," jawab Lili datar dan masuk kedalam kamar.


lili menagmbil susu yang di taruh di meja oleh bi tuti,ia terduduk di sofa dan meminum nya sampai habis,setealah meminum habis susu yang baru di buat oleh bi tuti,Lili menyandar kan tubuh nya ke sofa dan terbawa lamunan,


di sisi lain dirga yang sedang berada di ruang tamu ia masih menemani Reyhan dan ardiaz,


"tuan ardiaz dan tuan muda reyhan, ini sudah lebih dari sepuluh menit, apa kalian akan tetap di sini untuk menunggu istri orang yang sedang tertidur," ucap dirga dengan sinis dan cemburu lantaran ardiaz dan rey datang untuk menengok Lili,saat mereka mendapat kabar bahwa lili mengalami kecelaka'an,


"tuan dirga kenapa anda ingin sekali mengusir kami, kami hanya ingin melihat keadaan nona Lili, setealah itu baru kami akan pergi lagi pula kami adalah rekan kerja nona Lili jadi ini adalah hal wajar kami membesuk seorang rekan yang sedang sakit," jawab rey menegas kan pada dirga,


ardiaz tersenyum kecil mengejek dirga yang terkena panah dalam satu kali jawaban yang masuk akal dari adik nya,


dirga yang melihat ejekan ardiaz ia menjadi kesal,


"Apa yang di katakan tuan rey masuk akal,tapi apa tuan rey tidak bisa melihat tampang kaka mu itu sangat mengesal kan,dan aku tau tujuan nya datang bukan hanya untun membesuk istri ku,melain kan untuk menarik perhatian istri ku," dirga berdir dan menegas kan pada rey,


ardiaz merasa tersinggung dengan ucapan dirga,meski memang kenyataan nya ia masih menyimpan perasaan nya pada Lili, tapi ia juga tidak ingin terejek oleh saingan cinta nya itu,

__ADS_1


"Tebakan mu jitu sekali tuan dirgantara, tapi sebenar nya apa yang di katakan adik ku tadi benar,aku ke sini hanya untuk melihat ke adaan Lili dan hanya mengagap nya sebagai rekan,tapi melihat sikap tuan dirgantara seperti ini,aku jadi tidak bisa menutupi niat hati ku ke sini untuk melihat wanita yang aku cintai!" ardiaz berdiri dan menantang dirga,dua pria dingin itu saling bertatap tajam,sampai rey memisah kan mereka,


"Sudah,sudah kaka kenapa kau memperpanas suasana, tuan dirga maafkan kaka ku kata,kata nya tadi semua hanya omong kosong itu tidak benar,mungkin lain kali kami akan datang lagi jika ada kesempatan kami permisi," rey memisah kan dua gunung es dengan kehangatan yang ia miliki,rey mendorong ardiaz untuk pergi ,namun aridaz menepis tangan rey,


"Apa yang kau katakan rey,itu semua kenyataan aku masih menyimpan perasaan ku pada Lili dan selama nya itu tidak akan pernah ku hapus, mungkin aku akan menunggu wanita yang aku cintai itu menjadi janda dan membawa nya pergi bersama ku," ucap ardiaz dengan sinis,


dirga menarik baju ardiaz dan memukul nya sampai terpelanting,dan di tahan oleh rey,


rey semakin pusing menghadapi dua pria keras kepala di hadapan nya itu,


saat keributan terjadi, Lili yang merasa terganggu akhir nya keluar dari kamar untuk melihat apa yang terjadi,


"Sayang apa yang terjadi kenapa ribut sekali," tanya Lili sambil berjalan pelan menuruni anak tangga,saat Lili sudah mendekati dirga ia terkejut melihat rey dan ardiaz yang berada di rumah nya,


"Eh? kenapa kalian bisa ada di sini." tanya Lili terkejut,


dirga menarik Lili dan menyembunyikan nya di belakng punggung,


Lili yang tidak tau apa yang terjadi ia hanya melongo dan bingung,menatap kedua pria itu keluar,tapi ia sangat terkejut saat melihat ardiaz berbalik dan memberi isyarat tangan dengan bentuk love pada Lili,


dan membuat dirga menggila ingin mengejar ardiaz,


"ah?apa,apan pria itu," gumam Lili pasi,


"Bersngsek berani sekali dia memebri tanada cinta pada istri ku,akan aku bunuh pria itu,"maoi dirga dan ingin menegjar ardiaz yang sudah tak terlihat,


"ettt sayang kau mau kemana,biar kan saja dia orang gila, lagi pula aku hanya mencintai dirgantara si batu es seorang," Lili menahan dirga agar tidak mengejar ardiaz dan mendingin kan hati nya yang sedang panas,


"benarkah,kalau begitu beri aku ciuman sebagai tanda bukti," dirga menunjuk bibir nya sendiri untuk mendapat ciuman dari Lili,

__ADS_1


"Emuachh, apa ini cukup sebagai bukti," Lili mengecup bibir dirga,


"itu cukup untuk pembuktian tapi tidak cukup untuk suami mu ini!" balas dirga meraih pinggang Lili dan kembali mencium Lili,


sepuluh detik mereka berciuman,Lili pun mendorong dirga,


"dirga kau sangat buas,"ucap Lili menyeka bibir nya,


dirga sejenak menatap Lili dan ia mendekati telinga Lili dan menggigit nya,


"Sayang aku mengingin kan nya," bisik dirga terdengar berat dan terasa hembusan nafas nya di telinga Lili,


wajah lili seketika merah padam,


"hmm,baiklah kita ke kamar sekarang," jawab Lili tersnyum kecil,


dirga sangat girang saat mendengar jawaban dri Lili,ia langsung menggendong Lili untuk kekamar,


tanpa mereka sadari, para pelayan yang ada di ruangan itu,wajah mereka memerah mlihat ke romnatiasan dirga dan Lili,


"astga tuan dan nyonya romantis sekali,ah aku sampai berdebar,debar," ucap salah satu pelayan wanita itu dengan wajah merah,


tidak hanya pelayan wanita yang terpengaruh dengan keromantisan dirga dan Lili,pengawal bertubuh besar yang berjaga di pintu tidak sengaja melihat adegan ciuman Lili dan dirga, hingga membuat dua pengawal itu mimisan,


"Hey bung kau mimisan,jangan membuat malu,"ucap slah satu pengawal pertama yang sedang bediri tegap di depan pintu dengan expresi datar,


"Jangan membicara kan ku,kau juga mimisan bung," jawab pengawal ke dua itu sambil mengelap hidung nya dengan tisu,


"kau salah ini saus yang tidak sengaja menempel di hidung ku," jawab pengawal pertama dengan datar,

__ADS_1


dua pengawal itu saling berkomrntar dengan posisi berdiri tegap tanpa expresi,


BERSAMBUNG..


__ADS_2