
"Hahhh.. akhirnya aku bisa keluar dari kamar itu, aku merasa dia sengaja? kenapa dia ingin istirahat di kamar tidurku apakah mungkin?
ah, membayangkan nya saja membuatku ingin mati, aku tidak mau bertemu dia lagi! ya tuhan kenapa aku harus mengantar kopi untuknya. huh oke tenang Lili tenang, aku rasa dia hanya ingin istirahat dan minum kopi." gumam lili terus membuat expresinya berubah-ubah.
kopi siap di antar oleh Lili.
saat bersamaan ketika ia akan keluar dari dapur tanpa sengaja menabarak lisa yang juga ingin pergi ke dapur.
"Aduh, maaf aku tidak sengaja!" Lili meringis menahan panas karena tumpahan kopi yang mengenai tangannya.
"Ahhh.. apa kau buta! Lihat baju yang baru saja aku pakai kotor karena kau, dasar kampungan!" bentak lisa mengibas-ibas bajunya yang terkena kopi.
"Hey, bukankah aku sudah meminta maaf, kenapa kau masih memaki ku!" balas Lili kesal, ia terus menahan panas di tangannya.
ia kembali ke dapur untuk membuat ulang kopi yang tumpah.
lisa sangat kesal melihat Lili pergi begitu saja setelah mengotori baju nya.
"Heh. mau kemana kau, apakah semua wanita kampung tidak bisa bertanggung jawab dengan apa yang telah di perbuatnya!" cetus lisa menahan Lili.
__ADS_1
Lili menepis tangan Lisa
"Aku akan bertanggung jawab, tapi tidak sekarang, aku harus membuat kopi untuk dirgantara!" jawb Lili acuh. ia segera membuat kopi dan tidak memperdulikan ocehan lisa.
"Kopi, tadi kau bilang kopi untuk tuan dirga! ehem minggir, biar aku yang membuatkan kopi untuk tuan dirga, pergi sana huss huss!" lisa mendorong Lili menyuruhnya untuk pergi dan ia yang menggantikan Lili untuk mengantar kopi.
Lili kesal saat di dorong dengan kasar namun ia merasa lega karna Lisa yang mau menggntikan nya mengantar kopi.
"baguslah jika kau yang ingin membuatnya, aku jadi tidak perlu repot-repot membuat kopi untuk dia!" seru lili datar, ia pergi meninggalkan lisa yang terlihat senang ketika membawakan kopi untuk Dirga.
Lisa mengangakat alis menatap Lili dengan niat buruk.
"Ya ya ya, terserah kau saja mau bilang apa, aku tidak peduli," balas Lili cuek.
" Cihh, sombong sekali wanita kampung ini," Lisa pergi meninggalkan Lili sambil mengumpatnya.
Lili Melihat bajunya basah, ia kesal karena tidak bisa menggantinya, mengingat Dirga masih Berada di kamarnya ia pergi ke teras belakang untuk duduk sambil menunggu Dirga pergi dari kamarnya.
"Kenapa hari ini aku Sial sekali.
__ADS_1
aduhh, tanganku sakit!" Lili merintih mendapati tangan nya mulai terasa kebas.
*
Di sisi lain Lisa sedang berjalan menuju kamar Dirga, ia tidak tau kalau Dirga berada di kamar Lili, langkahnya terhenti saat melewati kamar Lili yang pintunya sedikit terbuka, ia terkejut saat melihat Dirga sedang berbaring di ranjang Lili.
raut wajah Lisa berubah, kekesalannya bertambah.
"Kurang ajar, wanita murahan itu ternyata menggoda tuan Dirga sampai Tuan Dirga bisa tidur di ranjangnya," maki Lisa geram.
Lisa semakin membenci dan iri pada Lili, yang bisa mendapatkan perlakuan baik Dirga dengan mudah.
"Hacihh.. kenapa aku jadi flu, apa karena aku belum ganti baju ya!" Lili mengusek-usek hidungnya yang gatal.
"Hmmm, pria pemarah itu masih di kamarku tidak ya? Hahh.. kenapa harus di kamarku. rumah sebesar ini apa tidak ada kamar lain untuk di jadikan tempat istirahat, huh, dasar pria licik! Hihihi tapi untung saja Lisa yang mengantar kopinya, jadi hari ini aku aman,"
gumam Lili tertawa senang sambil bersandar pada kursi, ia mengehla nafas lega, ia merasa sedikit Lelah dan mengantuk. sambil menunggu Dirga Pergi, ia sejenak tidur di teras sambil menikmati tiupan angin yang membuatnya mengantuk.
BERSAMBUNG......
__ADS_1